Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Ramuan Kejujuran


__ADS_3

Arya dan semua anggota Aliansi Pendekar Surgawi kembali ke aula pertemuan untuk mengintrogasi Hui Gan. Mereka berniat mengorek beberapa informasi penting mengenai Iblis Berdarah.


Semua orang kini berdiri di hadapan Hui Gan yang terpasung tidak berdaya, Arya maju mendekat dan lalu melepaskan totokan yang menjerat tubuh tetua Iblis Berdarah tersebut.


Hui Gan menatap Arya, tatapannya begitu tajam serta bengis seakan ingin sekali menyerang pemuda itu. "Kau tidak akan mendapatkan apapun dariku, lebih baik bunuh saja aku."


Arya menyeringai tipis, "Ku peringatkan kau sekali lagi, jawab saja pertanyaan kami atau kau akan menyesalinya."


Sebenarnya Arya berkata datar namun Hui Gan yang mendengarnya merasa begitu terancam sampai tubuhnya merinding ngeri, Hui Gan yakin pemuda itu akan kembali menyiksanya tapi meski begitu Hui Gan tetap berupaya tidak menunjukkan kegelisahannya.


Hui Gan tertawa lantang lalu meludah ke arah muka Arya. Namun anehnya ludah tersebut seketika membeku dan hancur dengan sendirinya tepat beberapa jengkal sebelum menyentuh wajah Arya.


Tatapan datar Arya berganti tajam, namun sebelum ia melakukan tindakan, Patriark Tao Lian tiba-tiba memasukan sesuatu ke dalam mulut Hui Gan secara paksa.


"Itu adalah ramuan kejujuran, lihat saja apa kau masih bisa menyembunyikan sesuatu dari kami." Patriark Tao Lian menyeringai sinis.


Mendengar itu, Hui Gan tersenyum kecut lalu dia lantas membuka mulutnya berniat menggigit lidahnya untuk bunuh diri. Namun sebelum itu terjadi, Arya yang sudah mengetahui bahwasanya Hui Gan akan melakukan hal itu dengan segera mengendalikan pikiran Hui Gan agar mencegahnya melakukan hal tersebut.


Arya tersenyum mengejek, kemudian meminta Patriark Tao Lian agar mulai mengintrogasi, Patriark Tao Lian lantas mulai menanyakan hal-hal ringan untuk mengetes apakah ramuan kejujuran sudah bekerja.


Meski yang di lontarkan hanyalah pertanyaan ringan mengenai identitasnya, Hui Gan tetap bersikeras berusaha mengunci mulutnya rapat-rapat. Tetapi usaha kerasnya harus berakhir manakala tiba-tiba mulutnya menjawab semua pertanyaan tanpa dapat dia kontrol.


Semua orang dapat melihat ketika Hui Gan berusaha untuk diam atau berbohong maka dia akan mengerenyitkan wajahnya serta menggerak-gerakkan kepalanya keras seolah dia sedang mengalami kesakitan.


Arya tersenyum puas karena ramuan Patriark Tao Lian berkerja dengan baik, untuk memastikannya Arya juga menggunakan teknik pembaca pikiran dan tidak mendapati kebohongan dari semua yang di ucapkan Hui Gan.


Setelah mengetahui asal usul Hui Gan, semua orang tampak menyayangkan nasibnya. Dimana Hui Gan terpaksa menjadi anggota Iblis Berdarah untuk menyelamatkan keluarganya yang terancam akan di bunuh jika dia tidak mau ikut bergabung dengan Iblis Berdarah. Namun keterpaksaan tersebut perlahan menjadi kepuasan tersendiri sebab dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan dengan pengaruh serta kekuatan yang dimilikinya dari Sekte Iblis Berdarah.


"Pergerakan apa saja yang sudah kelompok kalian lakukan pada kekaisaran ini?" Patriark Tao Lian buru-buru bertanya ke intinya, sebab dia tahu efek dari ramuan kejujuran hanya berkerja selama 20 menit.


"Aku tidak tahu banyak tentang hal itu, yang aku tahu kami sedang mengumpulkan pendekar-pendekar dari aliran hitam dan menyusup di beberapa kerajaan untuk menghancurkan pemerintah dari dalam." Hui Gan berkata dengan muka masam, dalam hati dia berusaha memberontak dan mengutuk dirinya sendiri sebab telah membocorkan rencana dari Sektenya.


Para petinggi kerajaan terlihat geram, mereka hendak maju untuk melampiaskan kekesalan namun segera di hentikan para Patriark yang merasa belum puas dengan informasi yang di dapatkan.


"Kerajaan mana saja yang telah disusupi orang-orang kalian?" Patriark Tao Lian berkata dengan nada bergetar dan tangan terkepal menahan emosi.


"Kerajaan Goading, Dasha dan Guangzhou."


Panglima Tie Youxia selaku panglima kerajaan Dasha tiba-tiba melesat dan mencengkram leher Hui Gan. Dia sangat marah karena kerajaan tempat dirinya mengabdikan diri ternyata menjadi target kelompok Iblis Berdarah.


Hui Gan tersenyum sinis, dia mencoba memprovokasi agar panglima Tie Youxia membunuhnya supaya dirinya tidak membocorkan terlalu banyak informasi mengenai rencana Sektenya.


Melihat ***** membunuh dari panglima Tie Youxia, Patriark Tao Lian dengan cepat mencengkram lengan panglima Tie Youxia dan memperingatkannya agar jangan terlalu terbawa emosi, karena yang terpenting untuk saat ini adalah mengetahui semua rencana musuh agar mereka dapat membereskan semua permasalahan dan menyusun rencana penyerangan dengan matang.


Sambil mendengus kesal panglima Tie Youxia melepaskan cengkeramannya. Dia lalu berjalan mundur beberapa langkah dengan tatapan tajam yang tidak lepas tertuju pada Hui Gan.

__ADS_1


"Sekarang jelaskan benarkah penculikan bayi dan gadis yang belakangan ini marak terjadi di kekaisaran ini, semua itu adalah ulah dari kalian? Lalu benarkah kalian sedang melakukan ritual persembahan untuk membangkitkan Raja Iblis?"


Mata Hui Gan sedikit melebar, bibirnya bergetar. Sebenarnya Patriark Pao Shaowen belakangan ini telah memanipulasi berita dan menyebarkan bahwa Sekte Iblis Berdarah tidaklah ada, serta mengambinghitamkan Sekte aliran hitam terkait penculikan para gadis dan bayi. Mereka melakukan hal itu demi menghindari para Pendekar dari Kekaisaran Tang.


Beberapa detik Hui Gan terdiam membuat tubuhnya kelojotan seperti terkena tegangan listrik yang kuat, sampai akhirnya mulutnya berbicara tanpa bisa terkontrol.


"Benar, kami melakukan itu untuk membangkitkan Raja Iblis. Rencana kami adalah menguasai Kekaisaran ini, setelah itu kami akan memiliki kekuatan yang cukup untuk dapat menguasai seluruh dunia."


Semua orang nampak geram, lalu secara bergantian menatap Arya. Sekarang mereka sudah sepenuhnya percaya dengan apa yang pernah di sampaikan pemuda itu.


Patriark Tao Lian mencengkram kerah baju Hui Gan, "Sebutkan semua sekte yang bergabung dengan kalian."


Hui Gan terdiam beberapa saat, lalu tersenyum sinis karena efek ramuan kejujuran sudah habis.  "Meskipun kalian sudah tahu semuanya, kalian semua hanyalah semut yang tidak akan dapat melakukan apa-apa. Kekuatan kami sekarang sudah lebih dari cukup untuk menguasai kekaisaran ini. Tinggal menunggu waktu saja kekaisaran ini sudah dapat dipastikan akan berada di bawah kekuasaan kami."


Arya maju mendekat, tatapannya membuat mental Hui Gan terguncang. Dengan tubuh merinding ketakutan, Hui mengalihkan pandangannya ke arah sudut lain berusaha menghindari kontak mata dengan pemuda itu.


"Paman, efek dari ramuan itu telah habis. Menurutku, sebaiknya kita urus akar permasalahannya terlebih dahulu, setelah itu baru kita bereskan sisanya." Arya berbicara datar, kemudian meminta Patriark Tao Lian agak sedikit menjauh.


"Terimakasih telah memberitahukan kami, kurasa ini semua sudah cukup dan sekarang saatnya kau mati." Mata Arya tiba-tiba memerah, seiring dengan itu Hui Gan menjerit histeris sebelum terdengar suara kepala meledak.


Cipratan darah menyebar, membasahi pakaian Hui Gan yang tetap dalam kondisi berdiri tanpa kepala terpasung bersandar di tiang penyangga.


Semua orang terbelalak, dan beberapa diantaranya bahkan sampai menutup mulut karena merasa mual melihat kepala meledak sebegitu mudahnya seperti balon. Nampak semua orang menjadi segan pada Arya yang sebelumnya mereka remehkan ternyata memiliki kemampuan yang jauh di atas ekspetasi mereka, kemampuan yang sudah dapat di pastikan berada di atas mereka semua.


Namun mereka tidak habis pikir bagaimana pemuda itu terlihat sangat tenang setelah melakukan pembunuhan sekejam itu, seolah hal tersebut sudah biasa bagi pemuda itu.


Sebelum pergi, Patriark Tao Lian meminta Arya untuk menemuinya sore nanti. Ada yang ingin Patriark Tao Lian bahas secara empat mata dengan Arya.


Permintaan itu di sanggupi Arya dengan anggukan kepala, kemudian diapun melangkah keluar.


"Patriark Tao, ada banyak yang ingin aku tanyakan. Tapi sebelum itu, lebih baik kita susun rencana untuk menggagalkan rencana busuk para iblis itu." Panglima Tie Youxia mengalihkan pandangannya ke arah jasad Hui Gan.


Patriark Tao Lian tersenyum puas karena akhirnya kebenaran telah terungkap dan semua orang nampaknya ingin berpartisipasi menyerang Iblis Berdarah.


Patriark Tao Lian menatap tetua Lin Hai, seolah mengerti tetua Lin Hai kemudian menghampiri jasad Hui Gan dan membawanya keluar.


"Saudara-saudara dan tuan-tuan semua, dikarenakan telah terjadi penyerangan dan ada hal yang lebih penting untuk di selesaikan, ku harap kalian setuju untuk menunda kompetisi dan mempersiapkan anggota untuk menyerang musuh. Apa ada yang keberatan?" Jenderal Qian Tangjiang membuka suara.


Semua orang terdiam, sepertinya mereka sepemikiran. Namun tiba-tiba Patriark Ombak Karang mengajukan keberatan.


"Aku dan semua anggotaku jauh-jauh datang kesini untuk mengikuti kompetisi. Lagipula jika kami kembali, akan membutuhkan waktu lama untuk dapat membawa anggotaku kesini."


Semua anggota Aliansi Pendekar Surgawi dapat memahami rasa keberatan Patriark Ye Guanyu, sebab Sekte Ombak Karang berlokasi jauh di ujung tenggara pesisir pantai sehingga akan membuang-buang waktu jika harus kembali untuk menyiapkan anggotanya. Hal serupa juga di pikirkan para anggota Sekte Gunung Angin, Sekte Macan Putih dan Sekte Bangau Merak, tetapi meski begitu tiga sekte tersebut masih terbilang tidak terlalu jauh bila dibandingkan lokasi Sekte Ombak Karang.


"Kalian tidak perlu kembali, aku akan mengirimkan binatang siluman terbaik milik kekaisaran untuk menyampaikan pesan ke sekte kalian, dengan begitu kita tidak akan kehabisan waktu." Jenderal Qian Tangjiang memberikan solusi.

__ADS_1


"Baiklah silahkan tuan jenderal yang mengaturnya. Menurutku selagi menunggu, ada baiknya kita jalankan saja kompetisi ini sesuai jadwal yang telah di tetapkan." Ucap Patriark Ye Guanyu.


"Aku mengerti maksud anda, namun aku khawatir akan terjadi penyerangan kembali." Balas Jenderal Qian Tangjiang.


"Tenang saja, aku yakin tidak akan terjadi penyerangan kembali. Penyerangan kemarin terjadi karena kelengahan kita, sekarang kita hanya perlu menunggu beberapa sekte tiba, setelah itu kita bisa bersatu memperketat keamanan dan membuat segel pelindung bersama-sama. Dengan begitu pertahanan kita akan jauh lebih kuat, dan tidak mungkin ada musuh yang berani menyerang." Tukas Patriark Ye Guanyu dengan penuh keyakinan.


Patriark Tao Lian tersenyum, "Silahkan angkat tangan bagi yang setuju jika kompetisi di lanjutkan."


Hening, sesaat semua orang saling berpandangan. Patriark Ye Guanyu yang pertama angkat tangan dan di susul semua anggotanya. Meski masih terlihat ragu tapi sebagian besar anggota Aliansi Pendekar Surgawi angkat tangan, begitu pula Patriark Tao Lian yang merasa tidak enak pada beberapa sekte yang telah jauh-jauh datang.


"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali untuk mengabarkan hal ini pada Yang Mulia. Ku harap tidak akan terjadi sesuatu di sini." Jenderal Qian Tangjiang pamit berserta semua panglimanya.


Ketika baru saja berjalan, Jenderal Qian Tangjiang tiba-tiba berhenti karena teringat sesuatu. Diapun kemudian berbalik badan.


"Patriark Tao, aku lupa menanyakan sesuatu pada anda. Sebelumnya Tabib Xian mengatakan jika ingin mengetahui kemampuannya yang sebenarnya, kami di suruh menanyakannya pada anda. Jadi bolehkan aku tahu berada di tahap apa kultivasi Tabib Xian?"


"Aku tidak tahu persisnya, tapi yang pasti keponakanku itu telah melampaui tahapan Pendekar Suci." Patriark Tao Lian berkata sedikit canggung. Bagaimana tidak dirinya yang berusia hampir seratus tahun baru saja naik ke tahap Pendekar Suci tingkat 6, sedangkan keponakannya yang berumur 16 tahun sudah melampaui hasil pencapaiannya selama puluhan tahun.


Semua orang menunjukkan ekspresi tidak percaya, namun mengingat semua yang di tunjukkan Tabib Xian, mereka dapat menerima pernyataan dari Patriark Tao Lian.


Jenderal Qian Tangjiang tersenyum penuh makna, "Tidak ku sangka ramalan itu memang benar. Terimakasih semuanya, kami mohon pamit." Ucapnya sambil menelangkupkan tangan lalu kembali melanjutkan langkahnya keluar.


"Ramalan? Apa maksudnya.." Tanya Patriark Gu Ta Sian yang sedari tadi hanya diam.


"Ramalan tentang seseorang yang akan membawa kedamaian." Patriark Tao Lian berkata pelan.


"Jadi karena itulah kau selalu memandang tinggi keponakanmu itu. Tapi kenapa pemuda itu terlihat tidak punya belas kasihan dan kejam saat membunuh." Tukas Patriark Gu Ta Sian.


"Apa kalian lupa bahwa kelemahan orang-orang iblis berdarah adalah kepala, jantung dan api? Mungkin karena mereka manusia sesat jadi Xian'er tidak menaruh kasihan pada mereka, dan aku sendiri setuju atas sikapnya itu." Tandas Patriark Tao Lian dengan wajah serius.


****** 


Setelah menyuruh orang untuk membakar jasad Hui Gan, tetua Lin Hai tidak kembali ke aula pertemuan. Dia terbang menuju ke danau karena berfikir Arya akan berada di sana.


Benar saja, dari kejauhan tetua Lin Hai dapat melihat Arya sedang berkumpul dengan teman-temannya serta beberapa binatang siluman. Dengan segera ia meningkatkan kecepatan terbangnya dan akhirnya menjejakkan kaki di depan Arya.


Tetua Lin Hai mengerutkan dahi karena melihat wajah Liu Wei, Huang She dan ketiga bocah bersaudara merengut. "Apa yang kau lakukan pada mereka Xian'er."


Arya tersenyum, "Tidak apa-apa paman. Aku titip mereka, mungkin besok aku akan melanjutkan perjalanan."


Tetua Lin Hai memegangi pundak Arya, "Tenang saja, aku pasti akan menjaga mereka. Tapi lebih baik di sinilah untuk beberapa hari lagi, apa kau tidak merindukan pamanmu. Lagipula kita harus menunggu anggota Aliansi mempersiapkan diri dan menyiapkan pasukan untuk menyerang Iblis Berdarah."


"Maaf paman, aku tidak punya banyak waktu. Jika masih ada kesempatan, aku pasti akan datang berkunjung." Arya menghela nafas. "Ada sesuatu yang mendesak dan aku harus menyelesaikannya dengan cepat sebelum terlambat."


"Kalau kau pergi lalu bagaimana jika anggota aliansi mencarimu? Bukankah kau sudah mengatakan akan ikut melakukan penyerangan?"

__ADS_1


"Katakan saja pada mereka aku pasti datang membantu, aku tidak akan mengingkari ucapan seorang pendekar." Arya tersenyum ramah.


__ADS_2