
“Ya sudah kalau kau tidak mahu memberitahukan aku!” Noguchi cemberut karena kecewa Firon tidak menjawab pertanyaannya.
Melihat respon sahabatnya, Firon kembali tersenyum. Kali ini senyumannya semakin lebar. Ia seolah senang melihat sahabatnya cemberut. Namun bukan itu yang mebuatnya senang, tapi ia merasa bahwa sikap sahabatnya itu membuktikan bahwa hubungan mereka sudah begitu dekat.
‘Saudara Nogu, kau tahu kenapa kedua peta ini berbeda?’ Suara Firon kembali mengisi kepala Noguchi.
Kali ini Noguchi tidak menjawab pertanyaan Firon. Ia seolah ingin balas dendam. Namun dalam hatinya sangat penasaran dan ingin sekali ia mengetahui hal itu.
‘Yang satu ini adalah peta bumi sebelum bencana besar menimpa bumi sekitar dua puluh tahun yang lalu. Dan yang satunya lagi, adalah kondisi bumi saat ini’ Firon mencoba menjelaskan.
Firon kemudian menemukan Gunung Kisa dan Gunung Koto terletak disebuah pulau kecil yang berada hanya beberapa mil dari daratan Benua Hitam.
“Bagaimana kita akan menyeberang ke pulau itu?” Noguchi yang sebelumnya tidak pernah menyeberang lautan menjadi tampak ragu. Dan sikap antusias yang sebelumnya ia tunjukkan kini mulai kendor.
‘Kita ke sini dulu! Nanti kita fikirkan cara menyeberang kalau kita sudah tiba di sana!’ Firon menunjuk pinggiran pantai Benua Hitam yang paling dekat dengan pulau yang dimaksud.
Firon kemudian menggulung kembali kedua peta miliknya dan memasukkan kembali ke dalam bungkusan dan menyimpannya di balik pakaiannya.
Setelah meyakini arah jalan menuju pantai yang dimaksud, mereka berdua pun akhirnya melanjutkan perjalanan.
***
Sementara itu, kabar tentang salah seorang penjaga gerbang yang mati secara misterius dan kabar tentang adanya seorang pemuda yang mengaku bernama Noguchi membuat gempar seisi istana.
“Apa maksud kalian hah? Berani kalian menyebut nama itu di depanku!” Kaisar Itamo benar-benar murka mendengar nama Noguchi disebutkan di depannya.
Semua orang yang berada di ruangan itu gemetar ketakutan menyaksikan kemarahan sang kaisar.
“Ampuni kami yang mulia!” Semua orang yang berada di ruangan itu serentak bersujud dan memohon ampun.
__ADS_1
Hanya ada satu orang yang tidak bersujud di dalam ruangan itu, yakni Zoemon Sang Golok angin. Zoemon adalah tangan kanan Kaisar Itamo. Ia dipercaya oleh Kaisar Itamo untuk selalu mendampingi sang kaisar. Dan ia juga termasuk orang yang sangat diakui kesaktiannya di Kekaisaran Nogufuji.
“Aku tidak mau masalah ini diketahui orang lain!” Teriak Kaisar Itamo sambil melangkah turun dari singgasananya. ia kemudian menghampiri kepala penjaga gerbang yang masih bersujud di hadapannya.
“Dan kau, berani-beraninya kau melepaskan orang itu?!”
Kaisar Itamo kemudian meletakkan telapak tangannya di atas kepala sang penjaga. Ia kemudian memejamkan mata. Dan tak lama kemudian sang kepala penjaga berteriak kesakitan sebelum kepalanya hancur berkeping-keping. Yang tersisa hanya pakaian yang dikenakan oleh sang kepala penjaga. Tubuhnya berubah menjadi asap putih dan mengeluarkan bau aneh amat menyengat.
Suasana ruangan singgasana Kaisar Itamo menjadi sangat mencekam. Para anggota prajurit penjaga turut hadir menemani atasannya untuk memberi laporan mengenai kejadian di gerbang. Mereka tidak dapat menahan diri. Mereka berteriak ketakutan menyaksikan atasannya tewas dengan cara yang tidak biasa. Mereka yakin bahwa sebentar lagi adalah giliran mereka untuk mati.
“Bungkam mereka!” Kaisar bertambah murka mendengar teriakan belasan prajurit di hadapannya.
“Golok Hantu!” Zoemon mengacungkan jari telunjuknya ke arah para prajurit. Bersamaan dengan itu, sebuah tiupan angin melaju secepat kilat menghantam belasan prajurit itu.
Hanya dalam hitungan detik, belasan prajurit itu jatuh ke lantai. Mereka tak bernyawa lagi. Tidak seorang pun dari mereka yang tahu apa penyebab kematiannya. Mereka tidak pernah menyangka akan meregang nyawa hanya karena melepaskan seorang anak muda yang mengaku bernama Noguchi.
‘Sebegitu takutkah Kaisar Itamo mendengar nama Noguchi?’ Semua orang yang tidak mengetahui apa rahasia di balik hal itu pasti akan tertanya-tanya.
Hanya Zoemon yang tersenyum ke arah Kaisar Itamo.
“Bagus!” Kaisar Itamo membalas senyum Zoemon dengan senyuman dingin.
“Biar aku yang menangani masalah ini Yang Mulia! Aku akan menyuruh Kelompok Iblis Gunung untuk menangkapnya! Aku percaya mereka bisa menangani hal ini segera” Zoemon menawarkan diri.
Setelah mendengar perkataan Zoemon, Kaisar Itamo kemudian memerintahkan semua orang yang ada di ruangan itu untuk keluar.
‘Emm, Kelompok Iblis Gunung’ Kaisar Itamo mengelus-elus janggutnya yang mulai beruban. Ia tersenyum. Ada ketenangan dan kesenangan yang terpancar dari balik senyuman dan pandangan matanya setelah mendengar nama Kelompok Iblis Gunung disebutkan.
Kelompok Iblis Gunung adalah kelompok yang telah berjasa membantu Kaisar Itamo dalam menggulingkan Kaisar Nogugato. Kelompok inilah yang menjadi tonggak keberhasilan Klan Fujiwara dalam kudetanya sepuluh tahun yang lalu. Dan Fujiwara Itamo menjadi kaisar menggantikan Kaisar Nogugato.
__ADS_1
“Selama ini, mereka tidak pernah gagal dalam menjalankan misi. Jadi saya yakin mereka dengan mudah akan mengatasi ini! Yang Mulia!” Zoemon mencoba meyakinkan Kaisar Itamo.
“Baiklah ! Bagaimana dengan misi mereka di Lembah Kupu-Kupu?” Tanya Kaisar Itamo.
“Lembah Kupu-Kupu sudah hancur yang mulia” Jawab Zoemon sambil menunduk.
‘Hemm’ Kaisar Itamo tersenyum puas. Dia begitu bahagia mendengar Lembah Kupu-kupu sudah hancur.
“Zoemon!”
“Ya Yang Mulia”
“Jangan buat aku menunggu lama!” Kaisar Itamo kemudian meninggalkan ruangan sambil tertawa licik.
“Baik Yang Mulia!” Zoemon hanya tersenyum menyaksikan Kaisar Itamo melangkah pergi tanpa menunggu jawaban darinya.
Sudah dua hari Firon dan Noguchi melakukan perjalanan, namun mereka masih begitu jauh dari tempat yang dituju.
Noguchi sudah begitu lelah. Selama hidupnya, baru kali ini ia melakukan perjalanan jauh. Keinginannya untuk segera mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya membuatnya harus memaksakan diri.
Sebenarnya Firon sudah beberapa kali menawarkan untuk membawanya menggunakan ilmu meringankan tubuh, namun ia enggan untuk menerimanya.
‘Bagaimana saudara Nogu, Masih sanggup?’ Tanya Firon sambil tersenyum.
“Kau tidak usah mengulang-ulang penawaranmu itu! Aku ini bukan boneka ! tahu tidak?” Noguchi sangat kesal karena Firon mengulang-ulang terus penawarannya.
‘Aku bisa memperlambat, kalau kau mahu!’ Firon masih mencoba membujuk Noguchi. Ia sebenarnya ingin buru-buru karena ada misi penting dari kakeknya yang sedang ia emban. Namun ia juga tidak mahu memaksakan kehendak terhadap sahabatnya itu.
Noguchi tidak menjawab. Ia gengsi untuk menerima penawaran itu. Ia terus melenggang menyembunyikan kelelahannya.
__ADS_1
Firon yang berada beberapa langkah di belakang Noguchi hanya bisa tersenyum. Ia bisa dengan jelas mendengar nafas sahabatnya itu sudah saling memburu.
‘Benar-benar keras kepala’ Gumam Firon sambil memandang langkah sahabatnya yang sudah mulai agak pincang.