Pendekar Pedang Langit

Pendekar Pedang Langit
Ch 56 - Membuat Kekacauan Di Istana III


__ADS_3

"Apa yang terjadi?!" Semua orang yang berada di area istana terperangah melihat kemunculan kembang api yang tiba-tiba itu.


Bahkan Kaisar Itamo yang sudah jauh meninggalkan area pertempuran sontak menoleh ke langit, "Pertanda apa ini?" Hatinya mulai diliputi kegelisahan.


Disisi lain, terlihat ratusan orang pendekar melesat keluar dari dalam sebuah penginapan yang jaraknya hanya ratusan meter dari istana. Para pendekar itu melompati atap bangunan demi atap bangunan menuju ke sumber ledakan.


"Hei, mau apa kalian?!"


Para penjaga gerbang menjadi panik ketika puluhan orang berpakaian hitam melesat ke arahnya.


Belum sempat mereka bereaksi lebih jauh, ratusan pisau terbang melesat dan mengenai leher dan dahi mereka.


Puluhan penjaga gerbang istana itu jatuh ke lantai dan mati seketika.


**


Nafas Firon tambah terengah-engah dan sekujur tubuhnya sudah dipenuhi goresan golok milik Lang Kai.


"Oee Biksu Tua! Apakah tongkat itu tidak ada gunanya?!" teriak Firon yang sudah tersudut.


"Kau masih bisa teriak rupanya!" Lang Kai kembali menyerang Firon menggunakan golok.


Saat Lang Kai hampir menjangkau dirinya, tiba-tiba Firon ingin mencoba menggunakan Surudoi dengan sisa tenaga dalam yang ia miliki.


Surudoi!!!


Lang Kai tiba-tiba menghentikan pergerakannya.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan anak muda itu?!" Lang Kai berusaha melawan kekuatan yang mengunci persendiannya.


Sebagai pendekar bulan tahap inti, Lang Kai hanya memerlukan waktu kurang dari sepuluh detik untuk membuka kekuatan yang mengunci persendiannya.


Saat Firon mencoba menebaskan Pedang Ratu Iblis ke leher Lang Kai, tiba-tiba Lang Kai menangkis Pedang Ratu Iblis menggunakan goloknya, bersamaan itu pula Lang Kai mendorong pukulannya tepat di perut Firon.


Firon terpental ke arah Tongkat Penyanggah Langit dan memuntahkan banyak darah segar dari mulutnya.


Disisi lain, pertarungan antara Bhan Tang dan Fujiwara Ken Kai berlangsung dengan sangat sengit.


Bhan Tang tiba-tiba mengambil jarak dan berusaha menghindari serangan Fujiwara Ken Kai.


"Oee, Anak Muda! Gunakan tongkat itu!" teriak Bhan Tang memberi saran kepada Firon.


Firon mengerutkan dahi, ia tidak tau cara menggunakan Tongkat Penyanggah Langit yang kini terlihat lebih menyerupai menara pencakar langit itu.


"Aku tidak tau caranya!" teriak Firon.


Sekitar seratus meter dari posisi Firon berada, Bhan Tang mulai menunjukkan ekspresi khawatir melihat kondisi Firon.


"Gawat! Aku harus menolongnya!"


Bhan Tang mencoba meninggalkan pertarungannya, namun Fujiwara Ken Kai tidak memberinya kesempatan sedikitpun.


Bhan Tang cukup kesulitan menghadapi Fujiwara Ken Kai yang sebenarnya adalah seorang pendekar bulan tahap puncak, "Mungkin ini adalah takdir... Tongkat itu sepertinya harus memiliki tuan baru," batinnya, "Baca mantra tadi sambil menyentuh ukiran akar bunga itu!"


Firon yang sedang dalam kondisi tersudut dan nyaris tidak punya kesempatan untuk lolos dari pembunuhan segera melakukan apa yang diserukan oleh Bhan Tang.

__ADS_1


Lang Kai sontak menghentikan langkahnya, bahkan Fujiwara Ken Kai juga menghentikan serangannya.


Seluruh orang yang berada di lokasi pertempuran tak bisa menyembunyikan wajah paniknya ketika bumi tiba-tiba bergetar.


Tongkat Penyanggah Langit bergetar dengan sedemikian hebatnya sehingga menimbulkan getaran yang menghancurkan puluhan bangunan yang ada disekitarnya.


Setelah bergetar beberapa detik lamanya, Tongkat Penyanggah Langit tiba-tiba menyusut hingga berukuran seperti tongkat pada umumnya.


Tongkat berwarna emas itu melayang di udara beberapa detik sebelum meluncur ke genggaman tangan Firon.


Firon terperangah, ia tidak menyangka tongkat itu akan datang sendiri ke genggamannya.


Lang Kai yang tadinya sempat menghentikan langkahnya kini tidak mau membuang-buang waktu dan langsung melesat ke arah Firon sambil mengayungkan goloknya.


Tingngng!!!


Suara denting yang ditimbulkan oleh golok milik Lang Kai dan Tongkat Penyanggah Langit yang berbenturan memaksa semua orang menutup telinganya masing-masing.


Bukan hanya itu, gelombang kejut yang ditimbulkan kedua senjata itu lebih besar dari gelombang kejut yang ditimbulkan oleh pertarungan Fujiwara Ken Kai dan Bhan Tang.


Sesaat setelah kedua senjata itu bertemu, Lang Kai hanya bisa mendengus menyaksikan golok pusaka yang sudah empat puluh tahun ia bawa kemana-mana itu kini menjadi serpihan besi baja yang tak berguna.


"Kurang ajar!" Lang Kai tidak menghiraukan kekuatan Tongkat Penyanggah Langit yang baru saja ia saksikan, ia hanya ingin melampiaskan amarahnya dan ingin membunuh Firon yang telah membuatnya harus kehilangan golok kesayangannya itu.


Pukulan Lang Kai melesat dan terarah ke kepala Firon, namun anehnya, Firon bisa menghindari pukulan itu tanpa kesulitan sedikitpun.


Lang Kai mengerutkan dahi, "Dari mana anak ini mendapatkan kekuatan? Bagaimana mungkin dia bisa menghindari pukulanku dengan kondisi seperti itu?"

__ADS_1


Belum sempat Lang Kai menyadari situasi yang terjadi, sebuah hantaman keras mengenai mulutnya dan membuatnya terpental cukup jauh.


"Sial!" Lang Kai memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Ia cukup terkejut ketika melihat sepasang giginya tertanggal akibat hantaman Tongkat Penyanggah Langit.


__ADS_2