Pendekar Pedang Langit

Pendekar Pedang Langit
Ch 58 - Bantu Aku Menghabisi Mereka!


__ADS_3

Nafas Fujiwara Ken Kai sudah mulai saling memburu. Serangannya bisa ditebak dengan mudah oleh Bhan Tang.


'Sial... Siapa sebenarnya orang ini?' Rasa percaya diri Fujiwara Ken Kai mulai merosot, tenaga dalamnya juga sudah hampir habis.


"Ada apa? Kenapa diam saja?" tanya Bhan Tang sambil tersenyum lebar.


Tingkah konyol dengan wajah lucu dan kepala botaknya pasti akan membuat orang-orang yang tidak mengenal Bhan Tang mengira dia hanya biksu biasa dan tidak memiliki kesaktian yang tinggi.


Di sisi lain, Fujiwara Ken Kai tidak pernah menyangka akan bertemu dengan seseorang yang mampu melampaui kekuatannya. Bahkan ia tidak memiliki keyakinan akan mampu menaklukkan lawannya itu.


"Kau, jangan senang dulu!" Fujiwara Ken Kai kembali melancarkan serangan dengan kekuatan penuhnya. Ia tidak ingin menyerah di hadapan biksu itu, apalagi ramai pendekar yang ikut bertarung dan tentu menyaksikan pertarungannya. Ia tidak ingin merusak reputasinya sebagai jagoan nomor satu di Benua Hitam.


**


Pertarungan sengit antara pihak kekaisaran dan para pendekar dari pihak pembela Noguchi benar-benar melululantakkan area istana. Hanya dalam hitungan menit, beberapa bangunan di area pertarungan itu sudah rata dengan tanah. Terlihat puluhan orang pendekar dari kedua belah pihak sudah terkapar di tanah, hanya saja pendekar yg gugur dari pihak kekaisaran lebih banyak karena lawan mereka adalah para tetua dari Sekte Cahaya Kemurnian yang rata-rata memiliki kesaktian yang cukup tinggi. Apalagi, pasukan berbaju hitam yang dipimpin oleh Jenderal Matsuno itu jumlahnya lebih banyak dari jumlah pendekar dari pihak kekaisaran.


Hanya para ketua sekte dan belasan orang tetua dari pihak kekaisaran yang masih bisa bertahan namun sudah terlihat kelelahan.


Saat para pendekar dari pihak kekaisaran hampir kehilangan harapan, ratusan tetua dari Klan Fujiwara dan sekte pendukung kekaisaran tiba-tiba mengepung area istana.


"Maaf, Ketua! Aku baru tiba." Giba memberi hormat kepada Lang Kai yang sudah babak belur dihajar oleh Jenderal Matsuno.


Ekspresi wajah Jenderal Matsuno dan beberapa orang anggotanya sontak berubah ketika melihat kedatangan ratusan orang pendekar dari pihak musuh.


"Bagus, kau sudah datang. Habisi mereka semua!" teriak Lang Kai sambil melakukan serangan ke arah Jenderal Matsuno.


Para pendekar, baik dari Sekte Golok Angin maupun dari sekte lain yang di pihak kekaisaran ikut memekik saat mereka memulai serangannya masing-masing.

__ADS_1


Pekikan para pendekar itu membuat para pendekar dari pihak Jenderal Matsuno sedikit gentar.


Noburo tersenyum ke arah Firon yang tampak panik, "Kenapa? Apa sekarang kau ingin menyerah, Hah?"


Firon tidak merespon. Walaupun sedikit panik, ia cukup senang karena tubuhnya sudah mampu mengikuti ritme gerakan yang ditimbulkan oleh Tongkat Penyanggah Langit.


"Menyerah, katamu...? Kata itu tidak pernah ada dalam kamusku!"


Firon meliuk-liuk mengikuti gerakan super cepat dari Tongkat Penyanggah Langit. Dalam beberapa tarikan nafas, Firon akhirnya berhasil mendaratkan sebuah pukulan keras ke kepala Noburo.


Noburo terpental cukup jauh dan memuntahkan darah. Darah segar mengucur dari batok kepalanya. Ia sempat menyeka darah yang menutupi matanya sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.


Fukuzima yang tadinya bersama dengan Noburo menyerang Firon kini mulai menjadi gentar melihat apa yang terjadi terhadap diri Noburo.


Arah serangan Firon kini beralih ke arah Fukuzima.


Setelah beradu puluhan jurus, Fukuzima akhirnya mendapatkan nasib yang sama seperti yang dialami oleh Noburo. Bahkan, nasib yang menimpa ketua Sekte Mutiara Hitam itu lebih parah, batok kepalanya pecah dan otaknya berceceran dilantai.


Firon sedikit bernafas lega, namun ia bisa melihat bahwa keadaan sekarang sudah berubah. Walaupun jumlah yang pendekar yang gugur lebih banyak dari pihak lawan, namun pendekar yang tersisa di pihaknya hanya sepertiga dari pihak musuh.


**


Fujiwara Ken Kai tersenyum melihat kedatangan ratusan pendekar di pihaknya. Walaupun posisinya tengah tersudut oleh Bhan Tang, namun ia menyambut kedatangan Zang Ying yang datang menghampirinya dengan senyuman lembut.


"Zang Ying, minta kaisar mengerahkan seluruh prajurit istana untuk menghabisi semua pemberontak ini!" ucap Fujiwara Ken Kai sambil menangkis serangan Bhan Tang.


"Baik, Ketua!"

__ADS_1


Zang Ying menghilang setelah menerima perintah. Keahliannya dalam ilmu penyamaran membuatnya tidak kesulitan meninggalkan area pertarungan.


Korban terus berjatuhan, pendekar di pihak Jenderal Matsuno yang tadinya berjumlah lebih dari seratus orang kini tersisa tidak sampai tiga puluh orang.


Firon menghampiri tubuh Yatsu yang tergeletak di tanah. Sekujur tubuh Yatsu dipenuhi jarum beracun.


"Maafkan aku! Aku tidak bisa melayanimu lebih lama..." Yatsu menarik sesuatu dari saku celananya, "Berikan ini pada kakekku jika kau berhasil menemuinya." Yatsu menyodorkan sebuah bungkusan kecil ke arah Firon.


"Saudara Yatsu, aku bisa mencoba menolongmu mengeluarkan racun di tubuhmu," ucap Firon sambil meraih bungkusan kecil di tangan Yatsu.


"Terima kasih, tapi kamu tidak perlu membuang-buang energi untuk menolongku! Racun ini sudah masuk ke jantungku, aku sudah tidak terto-" Yatsu terbatuk dan mengeluarkan darah kental berwarna hitam dari mulutnya, "Aku sudah tidak tertolong-" Yatsu kembali terbatuk darah, "Nama kakekku Yatsu Reng Ko."


Firon memandangi wajah Yatsu sejenak sebelum mengusap kedua mata Yatsu yang memanda kosong ke arahnya. Ia kemudian mencoba menanamkan ke ingatannya kalimat terakhir yang diucapkan oleh Yatsu.


"Yatsu Reng Ko."


Firon bangkit, ia mencoba mencari sosok pemilik jarum yang tertancap di tubuh Yatsu. Tentu alasannya adalah untuk membalaskan dendam Yatsu.


Seolah mampu membaca isi hati orang yang sedang memegangnya, Tongkat Penyanggah Langit menarik paksa Firon dan membawanya tepat di hadapan Zo Dang.


Zo Dang terperanjat, ia mundur beberapa langkah. Nafsu membunuh yang terpancar dari wajah Firon membuat Zo Dang menelan ludah dan berkeringat dingin. Ia kemudian menoleh ke arah Noburo dan Fukuzima yang sudah terkapar di tanah.


'Pemuda ini bahkan mampu membunuh mereka? Bagaimana ini?' Zo Dang benar-benar panik melihat Firon menatapnya sangat tajam.


Zo Dang kemudian menoleh ke arah belakang. Ia menemukan puluhan tetua dari sektenya sedang bertarung, "Hey, kalian! Cepat kesini dan bantu aku menghabisi orang ini!"


Para pendekar dari pihak Jenderal Matsuno bisa sedikit bernafas lega karena ia kini bisa bertarung satu lawan satu. Tadinya mereka sangat terpojok karena harus bertarung satu lawan tiga sebelum sebagian lawan mereka segera pergi membantu Zo Dang.

__ADS_1


Firon tidak bergeming, ia memandangi Tongkat Penyanggah Langit di tangannya, "Bantu aku menghabisi mereka!"


__ADS_2