
Bukan hanya Lang Kai yang tidak bisa mencerna situasi, Firon sendiri bingung kenapa tubuhnya bisa bergerak sendiri.
Firon kini bisa sedikit bernafas lega, ia menatap Tongkat Penyanggah Langit yang ada di tangannya, ia sangat ingin tau bagaimana kekuatan sesungguhnya tongkat itu.
"Apa kalian hanya akan menonton terus?!" ucap Lang Kai sambil menoleh ke arah para ketua sekte yang sedari tadi hanya berdiri memperhatikan pertarungan.
Fukuzima, ketua Sekte Mutiara Hitam tersenyum tipis mendengar pertanyaan Lang Kai, "Maaf Senior, bukannya kami tidak ingin membantu, tapi kami takut Senior akan tersinggung jika kami ikut campur."
Lang Kai hanya bisa mengumpat dalam hati mendengar jawaban Fukuzima, apa yang dikatakan oleh ketua Sekte Mutiara Hitam itu ada benarnya juga.
Selama ini di Benua Hitam, tidak ada yang tidak mengenal Fujiwara Ken Kai sang jagoan nomor satu dan Lang Kai yang berada satu tingkat di bawahnya. Selain dikenal karena tingkatan tenaga dalam mereka yang sangat tinggi, mereka juga terkenal tidak pernah meminta bantuan siapapun kalau hanya bertarung dengan belasan orang, bahkan keduanya tidak segan-segan membunuh orang yang membantunya itu karena menganggap itu adalah sebuah penghinaan.
"Ketua Fukuzima, aku rasa hari ini adalah pengecualian, bukankah begitu Senior?" ucap Zo Dang, ketua Sekte Lembah Seribu Bunga sambil memberi hormat kepada Lang Kai.
"Kalau begitu, biar aku yang memulainya!" Noburo Si Tinju Besi, ketua Sekte Gunung Besi itu langsung menyerang Firon dengan tinju besinya.
Kali ini suara denting besi yang timbul dari Tongkat Penyanggah Langit yang beradu dengan tinju besi milik Noburo terdengar lebih nyaring dari sebelumnya dan benar-benar memekakkan telinga.
Firon cukup kesulitan mengikuti ritme dari pergerakan Tongkat Penyanggah Langit. Meski begitu, Firon berhasil mendaratkan tongkat itu ke perut Noburo dan membuatnya terpental cukup jauh.
"Sekarang giliranku!"
Kali ini Zo Dang yang maju menyerang Firon.
Ada beberapa ketua sekte yang berada di tempat itu hanya memilih diam sambil mencibir di dalam hatinya melihat para ketua dari sekte besar itu mengeroyok seorang pendekar muda.
Zo Dang melemparkan beberapa kuntum bunga yang terbuat dari logam ke arah Firon.
Saat kuntum-kuntum bunga itu berada pada jarak kurang dari tiga meter dari posisi Firon berdiri, kuntum bunga itu tiba-tiba berubah bentuk dan menembakkan puluhan jarum beracun ke arah Firon.
__ADS_1
Tongkat Penyanggah Langit di genggaman Firon lagi-lagi bergerak sendiri dan menangkis semua jarum-jarum itu dengan mudah.
"Sial!" Zo Dang hanya bisa mendengus kesal melihat serangannya sama sekali tidak membuahkan hasil.
'Tongkat itu?' Lang Kai mendengus kesal, "Mungkin kita berempat harus bekerja sama untuk melawan kekuatan tingkat itu."
"Ide yang bagus." Fukuzima tersenyum lebar.
Saat keempatnya sedang bersiap-siap melakukan serangan, ratusan orang berpakaian hitam tiba di tempat pertarungan.
Pertarungan sengit terjadi antara pendekar aliansi dan ratusan pendekar berbaju hitam di dalam area istana.
Salah seorang diantara pendekar berbaju hitam itu mendekati area Firon melakukan pertarungan.
"Hahahahaha... Aku tidak menyangka seorang pemuda membuat para ketua yang disegani di dunia persilatan melakukan perbuatan memalukan."
"Siapa kau? Beraninya kau ikut campur!" teriak Noburo Lantang.
Pendekar berbaju hitam itu tidak menjawab, ia justru melangkah dengan pelan ke arah Firon.
Insting Firon mengatakan bahwa pendekar berbaju hitam itu berada di pihaknya, tidak ada sedikitpun keraguan dihatinya.
"Hei, Anak Muda! Benarkah putra mahkota masih hidup?!"
Firon tersentak mendengar pertanyaan pria yang ada di hadapannya, "Siapa kau?!"
"Aku, Jenderal Matsuno." Pria itu membuka kain penutup wajahnya sambil tersenyum tipis ke arah Firon.
Bukan hanya Firon yang tiba-tiba mengerutkan dahi mendengarkan jawaban pria itu, tetapi Lang Kai, Fukuzima, Noburo, Zo Dang dan bahkan Fujiwara Ken Kai yang tengah bertarung denga Bhan Tang tiba-tiba menjadi sedikit gentar.
__ADS_1
Bagaimana tidak, sosok Jenderal Matsuno yang dahulu dikenal sebagai satu-satunya orang yang bisa mengimbangi kekuatan Fujiwara Ken Kai kini tiba-tiba muncul setelah menghilang lebih dari sepuluh tahun yang lalu.
"I-Iya... Tapi kenapa anda bisa ada di sini?" jawab Firon.
Jenderal Matsuno hanya tersenyum, ia kemudian bersiul.
Tidak lama kemudian, lima orang pendekar berbaju hitam dan seseorang yang sangat Firon kenal tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Yatsu, kenapa kau bisa bersama mereka?!" Firon tidak menyangka, orang yang ia utus ke Gunung Api Putih kini justru ada di hadapannya.
"Mereka menangkapku sebelum keluar kota, namun rupanya mereka ada di pihak kita," jawab Yatsu senang.
"Cihh, Penghianat! Sebentar lagi aku akan mencongkel kedua biji matamu!" teriak Lang Kai dengan amarah yang meluap-luap.
"Maaf, Ketua! Aku hanya tidak ingin terus-menerus berada di pihak yang salah," jawab Yatsu.
"Pihak yang salah katamu?!" Lang Kai menggunakan tenaga dalamnya menciptakan Jurus Golok Angin dan melemparkannya ke arah Yatsu.
Melihat perbuatan Lang Kai, Jenderal Matsuno bergerak cepat dan menepis Jurus Golok Angin dengan sebelah tangannya.
'Dia hanya menggunakan sebelah tangannya untuk menepis jurus itu?' Fukuzima terperangah menyaksikan kejadian di depan matanya.
Zo Dang, Noburo dan beberapa ketua sekte yang berada puluhan meter di belakang keduanya tiba-tiba berkeringat dingin dan sesekali menelan liur.
Lang Kai tidak peduli dengan jurusnya yang mampu dipatahkan oleh Jenderal Matsuno. Ia terus menyerang menggunakan jurus yang sama ke arah Yatsu.
Sambil menangkis serangan yang datang, Jenderal Matsuno memberi kode kepada para rekannya untuk menyerang.
Firon yang tadinya berada pada posisi bertahan kini melancarkan serangan ke arah Noburo.
__ADS_1