Pendekar Pedang Langit

Pendekar Pedang Langit
Ch 54 - Membuat Kekacauan Di Istana


__ADS_3

Suasana menjadi hening seketika. Beberapa ketua sekte hanya bisa mengerutkan dahi dan memilih untuk diam.


"Apa kalian tidak percaya dengan kami?!" ucap Fujiwara Ken Kai lantang.


Suasana masih hening. Tidak ada seorangpun di dalam ruangan itu yang berani menjawab.


Reputasi Fujiwara Ken Kai sebagai jagoan nomor satu dunia persilatan di Benua Hitam tentu membuat dirinya sangat ditakuti oleh siapapun di ruangan itu.


Sementara itu, lima orang pendekar berbaju hitam sedang memperhatikan Firon dari atap salah satu gedung yang hanya berjarak puluhan meter dari gedung tempat pertemuan.


"Kapten, mungkinkah orang itu adalah mata-mata dari pihak musuh kekaisaran?" ucap salah seorang dari kelima orang berpakaian hitam itu.


"Aku tidak yakin, tapi kelihatannya orang itu bisa menghambat kita untuk mencuri informasi dari pertemuan itu," jawab salah seorang lainnya.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan, Kapten?"


"Kita lumpuhkan dia dulu!"


Salah seorang dari mereka kemudian mengambil sebuah tabung sumpit dari balik bajunya dan menembakkan sumpit itu ke arah Firon.


Dengan kepekaan pendengaran Firon yang sangat kuat, ia mampu mendengar bunyi laju mata sumpit yang mengarah kepadanya.


Karena tidak ingin kehadirannya diketahui oleh orang-orang yang berada di bawahnya, Firon memilih menangkap mata sumpit itu dengan tangannya.


Kelima pendekar itu terperangah melihat Firon mampu menangkap mata sumpit itu tanpa kesulitan sedikitpun.


Ketika Firon menoleh dan hendak melompat mendekati orang yang telah menyerangnya itu, tiba-tiba atap genting tempatnya berpijak roboh dan mengakibatkan ia terjatuh dan mendarat tepat di tengah-tengah pertemuan.


Semua mata terbelalak dan tertuju padanya. bahkan Lang Kai yang kepalanya terkena serpihan genting hanya menatap Firon dengan tatapan tajam.


Tidak ada yang berani bertindak sebelum ada arahan dari sang kaisar maupun Fujiwara Ken Kai.


Firon segera bangkit dan memegang bahunya yang terasa sakit.


"Dimana aku?" Firon berpura-pura tidak tahu. Ia kemudian memandangi orang-orang di sekelilingnya sambil memasang wajah bingung.


"Apa yang kalian tunggu?! Cepat singkirkan pengacau ini!" teriak Kaisar Itamo.


Beberapa pendekar yang berdiri di belakang Fujiwara Ken Kai langsung bergerak hendak menangkap Firon.

__ADS_1


"Tunggu tunggu! Aku tidak sengaja jatuh di tempat ini. Seekor burung raksasa membawa aku terbang dan menjatuhkan aku dari udara!" ucap Firon sambil mengangkat tangannnya ke atas.


"Tunggu dulu!" Fujiwara Ken Kai mendekati Firon sambil memperhatikan wajah Zang Yin yang nampak kebingungan, "Mata pemuda ini? Mungkinkah dia pemuda yang dimaksud Zang Yin? Tapi kenapa aura tenaga dalam yang dia miliki biasa-biasa saja?" batin Fujiwara Ken Kai. Ia menatap wajah Firon cukup lama.


Fujiwara Ken Kai kemudian mendekati Zang Yin dan mendekatkan mulutnya ke telinga gadis itu, "Apakah dia orangnya yang telah mengalahkan Lima Perisai Emas?" bisiknya.


Zang Yin gemetar, ia bingung mau menjawab ia atau tidak. Di sisi lain ia menganggap Firon adalah musuh, namun ada bagian jiwanya yang lain yang menganggap Firon adalah seseorang yang perlu dilindungi.


Melihat reaksi Zang Yin yang tidak berkata apa-apa dan nampak sangat ketakutan, Fujiwara Ken Kai mengambil kesimpulan bahwa pemuda di hadapannya itu adalah pemuda yang telah mengalahkan Lima Perisai Emas.


"Bunuh dia!" teriak Fujiwara Ken Kai. Ia tidak ingin menyerang, rasa penasarannya membuatnya ingin mempelajari kekuatan Firon terlebih dahulu.


Beberapa pendekar tadi langsung menyerang Firon dari semua penjuru.


'Jangan-jangan mereka tahu siapa aku?' Firon mencabut Pedang Ratu Iblis dan mencoba menahan serangan yang datang.


"Itu pedang milik Tetua Yongdai!" teriak seseorang yang berada ujung ruangan.


Beberapa orang yang tadinya hanya berniat menonton tiba-tiba ikut menyerang.


Pertukaran jurus terus terjadi antara Firon dan sembilan orang yang menyerangnya secara bersamaan.


"Bagaimana ini? Aku tidak mungkin menggunakan Surudoi di tengah kepungan ini."


Saat Firon masih mencari cara untuk lolos dari kepungan, sebuah tendangan dari salah seorang lawannya berhasil mendarat di perutnya.


Firon terpental dan tubuhnya membentur dinding.


"Tongkat Penyanggah Langit," batinnya. Sambil mengusap darah di sudut bibirnya, Firon mengeluarkan Tongkat Penyanggah Langit dari balik bajunya,"Tenaga dalamku hampir habis, aku akan mengalirkan energi dewa pada benda ini," batinnya lagi.


Tongkat Penyanggah Langit beransur-ansur membesar dan menyita perhatian para ketua sekte.


"Apa itu?!"


"Darimana dia mendapatkan pusaka itu?!"


"Itu adalah- Iya, itu adalah To-Tongkat Penyanggah Langit!"


Para ketua sekte yang tadinya meremehkan kekuatan Firon hanya bisa berdecak kagum melihat keindahan ukiran yang ada pada Tongkat Penyanggah Langit, namun di sisi lain mereka mulai memasang kewaspadaan.

__ADS_1


Firon terus mengalirkan energi dewa dalam jumlah banyak ke Tongkat Penyanggah Langit.


Semua orang yang ada di pertemuan itu terpaksa melompat keluar dari ruangan itu dengan menerobos dinding.


Kaisar Itamo hanya bisa mendengus saat ia terpaksa berlari keluar ruangan karena Tongkat Penyanggah Langit semakin membesar dan merobohkan singgasananya.


Tongkat Penyanggah Langit semakin membesar hingga mengalahkan besarnya bangunan pertemuan itu.


Sebuah pemandangan yang memaksa semua orang yang menyaksikannya berdecak kagum, kini berdiri tegak menjulang ke langit menggantikan bangunan aula.


Bahkan Fujiwara Ken Kai harus berkeringat dingin menyaksikan perubahan yang terjadi pada Tongkat Penyanggah Langit. Ia tidak bergeming, ia tidak ingin memulai lebih dulu, ia memilih untuk mempelajari situasi terlebih dahulu.


Begitu juga para ketua sekte dan para pendekar lainya hanya diam dan menunggu waktu yang tepat untuk bergerak.


Firon yang masih belum mampu sepenuhnya menguasai energi dewa yang ia keluarkan dalam skala besar, harus bersusah-payah baru bisa menghentikan aliran energi dewa di tubuhnya.


"Bagaimana menggunakan benda ini? Kenapa besar sekali?" Firon memandangi Tongkat Penyanggah Langit yang kini terlihat lebih mirip dengan bangunan menara itu.


"Hei, kau yang diluar!"


Firon mengerutkan dahi. Seorang pria berbicara di kepalanya namun ia bisa merasakan bahwa orang yang memanggilnya berada di dalam tongkat.


"Hei, keluarkan aku dari sini!"


"Siapa kau?! Kenapa kau bisa berada di dalam?!" ucap Firon mencoba membalas ucapan pria itu menggunakan telepati.


"Aku Bhan Tang! Cepat keluarkan aku dari sini!'


" Tapi, bagaimana aku akan mengeluarkanmu?"


"Apa kau melihat ada ukiran bunga pada tongkat ini?!"


"Iya!"


"Buka itu! itu adalah Bunga Segel."


Firon kemudian berusaha membuka ukiran bunga yang dimaksud.


Sementara itu, semua orang yang sedari tadi menunggu pergerakan Firon mulai tak dapat menahan diri.

__ADS_1


Bahkan kelima orang berpakaian hitam yang tadi hampir mencelakai Firon di atap gedung, juga mulai tidak sabar menunggu apa yang akan terjadi berikutnya.


__ADS_2