
Saat ketiga pendekar itu hendak maju menyerang Firon, seorang pendekar yang sedang asyik menyantap makanan di mejanya tiba-tiba berteriak, "Hentikan...! Apa kalian ingin mengganggu makanku, hah?
Ketiga pendekar itu menghentikan langkahnya seketika, suara yang mereka dengar terasa tidak asing di telinga mereka.
Giba langsung menoleh mendekati orang itu. Ia segera memberi salam hormat, " Maafkan aku, Ketua."
Bukan hanya Giba dan ketiga anggotanya yang langsung ketakutan ketika mendengar suara orang itu, Bahkan Yatsu harus menelan ludah dan berkeringat dingin karenanya.
Yatsu memberi aba-aba kepada Firon untuk meninggalkan penginapan itu.
Karena merasa Yatsu mengetahui sesuatu yang tak ia ketahui, Firon akhirnya memilih menuruti keinginan Yatsu.
Setelah berada di luar penginapan, Firon kemudian meminta Yatsu untuk menunjukkan penginapan yang terdekat dari penginapan tadi.
"Yatsu, siapa orang tadi? Kenapa aku lihat tadi kamu ketakutan?" tanya Firon.
"Dia adalah Lang Kai ketua Sekte Golok Angin, dan pendekar yang bernama Giba itu adalah tetua dari sekte yang sama," jawab Yatsu.
"Kira-kira, ada tujuan apa mereka di Kota Nikoto?" Kibuki ikut angkat suara.
"Kemungkinan mereka diundang oleh Kaisar Itamo-" Yatsu menghentikan perkataannya karena melihat Firon mengangkat tangan sebagai tanda agar ia diam.
Firon memusatkan pendengarannya ke arah Lang Kai yang sedang berdialog dengan Giba.
"Ketua, aku mendapat kabar Lima Perisai Emas telah kalah dan tidak ada orang yang selamat, bahkan lima orang pendekar yang dikirim oleh Fujiwara Ken Kai khusus untuk memantau pertempuran juga tewas kecuali satu orang," ucap Giba.
Lang Kai memukul meja, "Kita telah menganggap remeh mereka!"
"Ketua, menurut penjelasan pendekar yang selamat itu, pasukan Lima Perisai Emas nyaris mengalahkan mereka, namun ada seorang pendekar muda yang tiba-tiba datang dan mengalahkan mereka," sambung Giba.
Langkai mengerutkan dahi, "Bagaimana mungkin seorang pendekar muda mampu mengalahkan semua pasukan Lima Perisai Emas?"
Giba menggaruk-garuk kepalanya, "Pendekar itu mampu menghentikan waktu," jawabnya ragu-ragu.
"Apa?" ucap Lang Kai seolah tak percaya.
"Ketua, lalu apa tujuan kaisar mengundang anda dan semua ketua sekte ke istana?" tanya Giba penasaran.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu pasti, namun aku mendengar kaisar mau membentuk pasukan aliansi dan menyerang hutan itu dengan kekuatan penuh, bahkan Fujiwara Ken Kai juga akan turun tangan, sepertinya mereka tidak ingin membuang waktu lagi." jawab Lang Kai.
"lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang, Ketua?" tanya Giba.
"Nanti malam aku akan mengadakan pertemuan dengan kaisar dan para ketua dari lima sekte dan beberapa klan, dan kau harus bergegas ke sekte, kumpulkan semua tetua, dan panggil semua pendekar tingkat tinggi memasuki kota!"
"Baik." Giba langsung meninggalkan penginapan setelah menerima perintah dari Lang Kai.
Firon mengerutkan dahi, "Sepertinya kita tidak punya waktu ke Gunung Api Putih."
"Apa maksudmu, Firon?" tanya Kibuki penasaran.
ekspresi wajah Yatsu juga sontak berubah. Ia ikut penasaran maksud perkataan Firon.
"Barusan aku dengar bahwa Kaisar Itamo akan membentuk pasukan aliansi untuk menyerang hutan."
"Apa?!" Kibuki mengepalkan tangannya.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan?" tanya Yatsu.
Firon menghela nafas panjang, "Kalau saja aku sudah menguasai Lingkaran Surudoi, aku mungkin bisa menghentikan mereka..." Firon menatap wajah Yatsu, "Yatsu, apakah kau tidak punya pengetahuan tentang Lingkaran Surudoi?!"
Firon kembali menghela nafas panjang, "Walau bagaimana pun, aku harus bisa menghentikan mereka."
"Firon, apakah tidak lebih baik aku kembali saja ke Kota Hidden untuk memberitakan hal ini?" tanya Kibuki.
"Baik, setelah makan kau boleh kembali ke Kota Hidden." Firon menggeser pedangnya ke tepi meja saat seorang pelayan tiba dan membawa makanan.
Mereka bertiga terlihat tidak bersemangat menyantap makanan.
Setelah mencicipi sedikit makanan di meja, Kibuki bangkit dari duduknya, "Firon! Yatsu! Aku mohon diri dulu."
Firon bangkit dari duduknya, "Kibuki, sampaikan kepada Kakek Sin, aku tetap akan mencoba menghubungi Sekte Cahaya Kemurnian, namun kalian harus bersiap menghadapi kekuatan penuh pasukan aliansi, bahkan Fujiwara Ken Kai dan semua ketua dari beberapa sekte dan klan akan turun tangan langsung."
Setelah Kibuki menghilang dari pandangan, Firon kembali duduk dan memandang Yatsu, "Yatsu, aku punya misi penting untukmu!"
Yatsu mengangguk pelan.
__ADS_1
"Berangkatlah sendiri ke Gunung Api Putih! Bawa surat ini dan berikan kepada mereka." Firon menyodorkan secarik surat.
"Bagaimana denganmu?" tanya Yatsu.
"Aku punya rencana! Aku akan mencoba membuat rencana mereka berantakan." jawab Firon semangat.
"Baiklah, kalau begitu aku berangkat dulu!" Yatsu melangkah meninggalkan Firon.
**
Ketika Kibuki sedang dalam perjalanan ke Kota Hidden, dan Yatsu dalam perjalanan ke Gunung Api Putih, Firon justru sedang berada di atap bangunan aula istana tempat pertemuan para ketua sekte, para ketua klan dan Kaisar Itamo.
Kaisar Itamo baru memasuki ruang pertemuan setelah para ketua itu sudah masuk terlebih dahulu. Wajahnya terlihat sangat buruk ketika baru melewati pintu.
"Terima Kasih karena sudah bersedia datang memenuhi undanganku," ucap Kaisar Itamo sambil tersenyum dengan senyuman yang terlihat dipaksakan.
Kaisar Itamo kemudian duduk di singgasananya, "Aku tidak pernah menyangka akan bisa mengundang semua pendekar terkuat di Benua Hitam malam ini... Dengan kekuatan sebesar ini, maka tidak ada satupun kekuatan yang mampu mengalahkan kita!"
Semua orang yang berada di ruangan terlihat tersenyum lebar kecuali tiga orang yakni Fujiwara Ken Kai, Lang Kai dan Zo Dang ketua Sekte Lembah Seribu Bunga.
"Kaisar, bukankah Lima Perisai Emas sudah kita kirim untuk menangkap anak itu? Apa maksud anda mengundang kami kesini?" ucap Zo Dang datar.
Kaisar Itamo memukul bahu kursi singgasananya dan segera bangkit dari duduknya, "Zang Yin! Jelaskan kepada mereka!"
Firon yang sedari tadi memasang pendengarannya cukup terkejut ketika mendengar nama Zang Yin disebutkan, "Ternyata memang dia, tapi kenapa dia bisa berada disini?"
Seorang gadis cantik yang berdiri tepat di belakang Fujiwara Ken Kai langsung maju dan memberi hormat kepada kaisar dan semua orang yang ada di ruangan itu.
Gadis cantik dengan tanda lahir berbentuk kerucut di dekat mata kirinya itu kemudian menceritakan secara detail tentang pertempuran yang terjadi di tepi Hutan Terlarang.
Suasana ruangan pertemuan menjadi riuh seketika. Semua orang saling berpandangan satu sama lain.
"Mana mungkin seorang pemuda mampu mengalahkan para tetua!"
"Iya, bukankah itu berlebihan?! Seorang pemuda mengalahkan Lima Perisai Emas?!"
"Sungguh tidak masuk akal!"
__ADS_1
Mendengar keriuhan yang terjadi, Fujiwara Ken Kai langsung memukul meja di hadapannya dengan satu pukulan. Meja itu hancur berkeping-keping.