Pendekar Pedang Langit

Pendekar Pedang Langit
Ch 55 - Membuat Kekacauan Di Istana II


__ADS_3

"Bagaimana membukanya?! Segelnya tidak mau terbuka!"


"Waduh, bagaimana yah...? Oww iya, baca mantranya!"


"Mantra apa?!"


"Ada di ukiran itu!"


"Ukiran yang mana?!"


"Dekat ukiran bunga! Baca mantranya sambil memegang ukiran bunga itu!"


Firon kemudian melakukan seperti yang dikatakan oleh orang yang berada di dalam Tongkat Penyanggah Langit itu.


Di sisi lain, Kaisar Itamo sudah hilang kesabaran dan segera memerintahkan beberapa orang pendekar untuk menyerang Firon.


Firon terpaksa menghentikan upayanya untuk mengeluarkan Bhan Tang dari dalam Tongkat Penyanggah Langit.


Sebagian besar pendekar yang hadir di pertemuan itu memilih menjauh dari area tempat berdirinya Tongkat Penyanggah Langit. Mereka terlihat ketakutan melihat betapa besarnya tongkat yang berwarna emas itu.


Firon sebelumnya ragu menggunakan Surudoi karena khawatir jika menggunakan Surudoi di tengah-tengah pendekar tingkat tinggi akan membuatnya dalam bahaya. Namun melihat tidak ada lagi pendekar tingkat tinggi di dekatnya, ia akhirnya memutuskan untuk menggunakan jurus itu.


"Surudoi!"


Para pendekar itu hanya bisa melotot ketika seluruh persendiannya tidak bisa mereka gerakkan sama sekali.


Firon melesat di antara para pendekar suruhan Kaisar Itamo itu sambil menebaskan Pedang Ratu Iblis di leher mereka satu-persatu.


Kepala kelima pendekar itu berpisah dari lehernya dan akhirnya meregang nyawa.


Kaisar Itamo yang menyaksikan kejadian itu akhirnya tidak dapat menahan diri dan maju menghampiri Firon sambil mengarahkan jurus tapaknya.


Lang Kai dan beberapa ketua sekte lainnya yang menyaksikan tindakan Kaisar Itamo hanya tersenyum lebar dan tidak melakukan apa-apa. Mereka tidak punya niat membantu, bahkan mereka seola-olah mengharapkan Kaisar Itamo dikalahkan.


Berbeda dengan para ketua sekte itu, Fujiwara Ken Kai justru menampakkan ekspresi khawatir dan segera menghalangi Kaisar Itamo


"Kaisar, biar aku yang melawannya! Lebih baik kau segera pergi dari sini! Kita belum tau kekuatan sesungguhnya pemuda itu."

__ADS_1


Kaisar Itamo yang tadinya sangat marah dan tidak dapat menahan diri akhirnya menghentikan langkahnya dan menuruti saran dari ayahnya untuk meninggalkan tempat itu.


Setelah Kaisar Itamo sudah menghilang dari pandangannya, Fujiwara Ken Kai kemudian memperhatikan Firon dari jarak belasan meter, "Apa yang dilakukan pemuda itu?" batinnya.


Setelah membunuh para pendekar yang sempat mengganggu upayanya untuk mengeluarkan Bhan Tang, Firon kembali menghampiri Tongkat Penyanggah Langit dan menyentuh ukiran bunga segel sambil membaca mantra yang terukir di dekat bunga segel itu.


Semua orang yang sedang memperhatikan Tongkat Penyanggah Langit dan Firon yang berada di dekatnya kembali harus terperangah menyaksikan perubahan yang terjadi pada tongkat itu.


Saat kata terakhir pada mantra itu diucapkan oleh Firon, semua ukiran bunga yang ada pada Tongkat Penyanggah Langit tiba-tiba keluar dan melayang-layang mengitari tongkat itu.


Firon yang menyaksikan hal itu dari jarak yang amat dekat spontan melompat mundur menjauhi Tongkat Penyanggah Langit.


Sesaat kemudian tongkat itu terangkat ke langit setinggi dua meter. Seorang Pria umur lima puluhan muncul di bawah tongkat itu.


Pria dengan kumis yang panjangnya hampir sama dengan panjang janggutnya itu tersenyum lebar ke arah Firon sambil mengusap kepalanya yang tak berambut.


Firon mengerutkan dahi, "Hemm, rupanya dia seorang biksu," batinnya.


Bhan Tang kemudian melompat menghampiri Firon yang masih memasang wajah kebingungan.


"Iya!" Firon bertambah bingung melihat tingkah Bhan Tang yang merendah di hadapannya.


"Kalau begitu, aku akan me-" Bhan Tang terpaksa menghentikan ucapannya, sebuah pukulan yang disertai hawa dingin tiba-tiba meluncur dengan kecepatan tinggi dan hampir mengenai Firon, beruntung ia sempat menarik tubuh Firon.


Firon dan Bhan Tang sama-sama mengerutkan dahi melihat kekuatan yang ditimbulkan oleh Pukulan Es yang dikeluarkan oleh Fujiwara Ken Kai.


"Hei, Anak Muda! kau harus hati-hati! Lihat itu!" Bhan Tang menunjuk ke arah beberapa benda yang terkena Pukulan Es.


Terlihat benda-benda yang terkena pukulan Fujiwara Ken Kai berubah menjadi es.


"Ada yang ingin main curang rupanya!" ucap Bhan Tang sambil tersenyum lebar ke arah Fujiwara Ken Kai.


Fujiwara Ken Kai tidak menanggapi ucapan Bhan Tang, ia justru kembali melancarkan serangan ke arah Firon, namun sebelum pukulan Fujiwara Ken Kai mengenai Firon, Bhan Tang kembali menarik tubuh Firon agar tidak terkena pukulan itu.


"Oe, Orang Tua! Lawanmu adalah aku!" teriak Bhan Tang.


"Cih... Siapa yang kau panggil orang tua?! Apa kau tidak pernah bercermin, hah?!" Kali ini Fujiwara Ken Kai mngarahkan pukulannya ke arah Bhan Tang.

__ADS_1


Bhan Tang tidak menghindar, ia justru menyambut pukulan Fujiwara Ken Kai menggunakan telapak tangannya.


Gelombang kejut tercipta saat pukulan Fujiwara Ken Kai dan telapak tangan Bhan Tang bertemu. Bahkan beberapa bangunan yang ada di sekitar area pertarungan nyaris roboh dan mengakibatkan semua prajurit istana dan para pejabat yang ada disitu berhamburan menyelamatkan diri.


Para ketua sekte yang melihat kekuatan Bhan Tang kali ini menjadi tidak tenang. Mereka dilema untuk mengambil tindakan.


Di lain sisi para ketua sekte itu senang jika ada orang lain yang bisa mengalahkan Fujiwara Ken Kai, namun mereka khawatir jika ternyata yang menang adalah Fujiwara Ken Kai dan mereka tidak membantu, Fujiwara Ken Kai akan memusuhi mereka atau bahkan menghancurkan mereka.


Lang Kai kemudian memutuskan untuk membantu Fujiwara Ken Kai, ia mengangkat golok besarnya dan melesat ke arah Bhan Tang sambil menebaskan golok besarnya itu.


Firon yang menyadari tindakan Lang Kai bergegas membantu Bhan Tang dan menangkis golok besar milik Lang Kai menggunakan Pedang Ratu Iblis.


Lang Kai mendengus kesal, goloknya mungkin mengenai Bhan Tang jika Firon tidak mengganggunya.


"Kalau begitu, kau yang akan mati duluan!" Lang Kai kemudian menyerang Firon yang masih mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah akibat menahan ayunan golok milik Lang Kai tadi.


Firon sangat kesulitan mengimbangi kecepatan dan kekuatan Lang Kai, golok Lang Kai bahkan sesekali berhasil membuat goresan di tubuh Firon.


Saat Fujiwara Ken Kai bertarung melawan Bhan Tang dan Firon melawan Lang Kai, lima orang pendekar berbaju hitam yang berada di atap gedung memperhatikan pertarungan itu dengan seksama.


"Kapten, sepertinya pemuda itu ada di pihak kita, apa kita tidak akan membantunya?" ucap salah seorang pendekar itu.


"Kamu benar, mungkin malam ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang istana...! Keluarkan mercun bunga api sekarang!"


Salah seorang dari kelima pendekar itu kemudian mengeluarkan sebuah tabung sebesar lengan yang memiliki sumbu dari balik bajunya.


"Sekarang saatnya!"


Salah seorang yang lainnya kemudian menciptakan api di ujung jarinya menggunakan tenaga dalam dan membakar sumbu tabung tersebut.


Langit malam di atas area istana menjadi terang seketika, letusan mercun dan bunga api yang meluncur ke arah langit menciptakan cahaya yang terang-benderang selama beberapa detik.


---


Maaf beberapa hari ini aku tidak up, soalnya aku lagi sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa kecuali berbaring di atas kasur.


Alhamdulillah, kondisiku saat ini sudah agak baikan. Do'akan ya, semoga aku lekas sembuh

__ADS_1


__ADS_2