Pendekar Pedang Langit

Pendekar Pedang Langit
Ch 60 - Kemenangan - Arc 1 END


__ADS_3

"Senior, akan sangat memalukan jika anda menyerah kepada mereka," bisik Lang Kai mencoba menghasut.


Fujiwara Ken Kai tidak menanggapi, ia justru melangkah menghampiri Jenderal Yorinaga, "Apa yang membuatmu berfikir aku akan menyerah? Apa kau mengira para prajurit ini akan memihak padamu?"


Jenderal Yorinaga terbahak-bahak mendengar pertanyaan Fujiwara Ken Kai, "Kurasa pertanyaanku ini akan menjawab pertanyaanmu! Apa kau kira para prajurit terlatih ini akan menyerah begitu saja tanpa ada yang melatarbelakanginya?"


Fujiwara Ken Kai mengerutkan dahi. Pertanyaan Jenderal Yorinaga membawa fikirannya ke masa lampau. Sepuluh tahun yang lalu ia tidak pernah curiga kenapa ribuan prajurit yang berada di bawah kekuasaan seorang jenderal langit tiba-tiba menyerah begitu saja.


"Kau terlalu naif, Ken Kai." Jenderal Yorinaga kemudian menceritakan bahwa ketika ia mendengar kabar bahwa Kaisar Nogugato dan seluruh anggota kerajaan telah tewas, ia sengaja memerintahkan seluruh pasukannya untuk berpura-pura menyerah dan bersabar menunggu perintah selanjutnya.


Jenderal Yorinaga kemudian menuju Lembah Kupu-kupu untuk menjemput satu-satunya keturunan Kaisar Nogugato.


Pada awalnya ia berniat untuk merebut kembali kekaisaran, namun ketika kabar tentang kekalahan Jenderal Matsuno dan seluruh pasukannya habis dibantai oleh pasukan aliansi Lima Perisai emas, ia memutuskan untuk mengurungkan niatnya dan bersembunyi di Lembah Teratai sambil merawat anak mendiang Kaisar Nogugato.


"Jenderal Matsuno, aku tidak menyangka ternyata kau masih hidup... Aku selalu mengirim anggotaku untuk mencari informasi tentangmu, namun mereka sama sekali tidak pernah mendengar kabar mengenaimu," tutup Jederal Yorinaga.


"Aku juga tidak pernah mendengar kabar tentangmu, Jenderal..." Jenderal Matsuno tersenyum tipis, "Tapi bagaimana tuan muda Noguchi bisa bersama anak muda ini?" tanyanya sambil menunjuk ke arah Firon.


"Aku juga tidak tau. Dia meninggalkan Lembah teratai beberapa minggu yang lalu, makanya aku kesini untuk mencarinya."


Firon tersenyum mendengar ucapan Jenderal Yorinaga. Ia akhirnya tau kalau ternyata sang jenderal sebenarnya sangat peduli kepada Noguchi.


Jenderal Yorinaga kemudian menoleh ke arah para prajurit, "Para prajuritku sekalian! Tuan Fujiwara Ken Kai ingin bukti bahwa kalian masih memihak padaku! Untuk itu, aku meminta kalian meneriakkan namaku jika kalian masih berada di pihakku!"


Suasana menjadi hening sejenak. Para prajurit itu seperti sedang menunggu seseorang untuk mulai berteriak. Bahkan para komandan yang berdiri di barisan paling depan hanya saling berpandangan.


Senyum Fujiwara Ken Kai mulai melebar. Ia merasa bahwa para prajurit itu masih memihak padanya.


Jenderal Matsuno mengerutkan dahi, namun ekspresi wajah Jenderal Yorinaga sama sekali tidak berubah. Senyum karismatik masih menghiasi bibirnya.


Melihat wajah Jenderal Yorinaga yang masih memancarkan aura percaya diri, Firon kemudian mendapatkan sebuah ide. Ia berteriak menggunakan telepati, "Hidup Jenderal Langit Yorinaga!"

__ADS_1


Spontan para prajurit itu mengikuti ucapan yang terdengar di kepala mereka.


Hidup Jenderal Langit Yorinaga!


Hidup Jenderal Langit Yorinaga!


Hidup Jenderal Langit Yorinaga!


Hidup Jenderal Langit Yorinaga!


Kalimat itu terus-menerus menggema memenuhi udara. Bahkan para prajurit yang tadinya tidak mengenal Jenderal Yorinaga juga ikut berteriak dengan penuh semangat.


Rembulan malam seolah mendukung kembalinya tahta kekaisaran ke tangan yang berhak. Cahayanya yang tadi nampak redup kini menjadi terang benderang. Angin malam memaksa gumpalan awan untuk menyingkir dari hadapan wajah sang rembulan.


Kurang lebih seratus orang pendekar yang tersisa dari pihak Fujiwara Ken Kai mulai ketakutan dan memilih untuk meletakkan senjata dan menyerah tanpa syarat.


Yang belum menyerah tinggal Fujiwara Ken Kai, Lang Kai dan Giba. Mereka bertiga berniat untuk bertempur sampai mati dari pada harus menyerah terhadap musuh-musuhnya.


"Hahahahaha...! Begini saja, aku tau, aku sedang tidak dalam posisi yang layak untuk mengajukan penawaran. Namun perlu kalian ingat, aku adalah jagoan nomor satu di benua ini, tentu aku tidak akan menyerah begitu saja...!" Fujiwara Ken Kai berjalan ke arah Jenderal Yorinaga, "Untuk membunuhku pasti akan menelan banyak korban, jadi aku ingin bertarung satu lawan satu agar tidak jatuh banyak korban! Tentu ada aturannya."


"Kecuali kalian berdua dan-" Fujiwara Ken Kai memutar penglihatannya mencoba mencari keberadaan Bhan Tang, "Seseorang harus melawanku dengan seratus jurus, jika sebelum mencapai seratus jurus sebuah serangan berhasil mengenaiku, artinya aku kalah. Namun jika sebaliknya, jika tidak ada sebuah serangan berhasil mengenaiku, berarti aku yang menang, dan kalian tidak perlu khawatir, aku tidak akan menyerang, aku hanya akan berada pada posisi bertahan, bagaimana?"


"Lalu, apa yang akan kau lakukan jika kau kalah?" tanya Jenderal Yorinaga datar.


"Jika aku kalah, aku akan bunuh diri di tempat ini. Namun jika aku menang, kalian harus membiarkan aku pergi dari sini."


"Hemm, menarik...!" Jenderal Yorinaga kemudian menoleh ke arah anggotanya yang sedang memegang Kaisar Itamo.


Sebelum Jenderal Yorinaga mengeluarkan arahan kepada anggotanya itu, Firon tiba-tiba maju sambil memberi hormat kepadanya, "Izinkan aku yang melawannya!"


Jenderal Yorinaga tidak menjawab, ia malah menoleh ke arah Jenderal Matsuno.

__ADS_1


"Biarkan dia yang menghadapinya," ucap Jenderal Matsuno penuh keyakinan.


"Baiklah," jawab Jenderal Yorinaga singkat.


Di sisi lain Giba mulai gelisah, "Bagaimana dengan kita ketua?"


"Tidak ada jalan lain, kita menyerah saja, siapa tau mereka mau mengampuni nyawa kita," jawab Lang Kai dengan nada lesu.


Jurus demi jurus terus menerus dilancarkan oleh Firon, namun hingga jurus yang kelima puluh, serangan Firon belum juga berhasil mengenai Fujiwara Ken Kai.


Firon menghentikan serangannya sejenak. Orang-orang yang menyaksikan pertarungannya mulai tampak gelisah, tak terkecuali Jenderal Matsuno dan Jenderal Yorinaga.


Saat Firon tengah berfikir keras bagaimana agar bisa berhasil mendaratkan sebuah pukulan ke tubuh Fujiwara Ken Kai, sebuah suara yang cukup ia kenal tiba-tiba mengisi kepalanya.


"Kosongkan Fikiranmu! Biarkan jiwamu menyatu dengan jiwa tongkat itu!"


Firon kemudian mengikuti arahan dari suara yang baru saja ia dengar.


Firon kembali melancarkan serangan. Pergerakan tubuhnya kini lebih tangkas dari sebelumnya.


Fujiwara Ken Kai mulai kewalahan menangkis serangan yang datang. Ia bahkan sesekali ia refleks melakukan serang balik.


Tanpa ia sadari, serangan yang dilancarkan oleh Firon jauh lebih cepat dari sebelumnya.


Pada serangan yang ke sembilan puluh, akhirnya Tongkat Penyanggah Langit berhasil mendarat di pundak Fujiwara Ken Kai.


Jagoan nomor satu itu akhirnya tersungkur ke tanah dan terpaksa harus mengakui kekalahannya.


Jenderal Yorinaga berjalan menghampiri Fujiwara Ken Kai yang masih dalam posisi berlutut.


"Bagaimana? Kau sudah mengaku kalah, bukan?"

__ADS_1


Fujiwara Ken Kai tidak menjawab. Ia justru meraih sebilah pedang yang kebetulan berada di dekat tempatnya tersungkur.


Tanpa berfikir panjang, Fujiwara Ken Kai menikam perutnya menggunakan pedang itu sambil berteriak. Ia kemudian mengerang kesakitan hingga akhirnya merengang nyawa.


__ADS_2