
“Kami tidak mengenal anda anak muda, namun kami berharap anda tidak masuk campur urusan kami! Kami hanya ingin menangkap anak muda itu. Jadi, tolong jangan halangi kami!” ucap Yongdai sambil mengarahkan pandangannya ke arah Noguchi yang masih tampak ketakutan.
Berbeda dengan Yongdai yang masih menahan diri dan mencoba tetap bersikap hormat, Firon justru mulai menampakkan gelagat ingin menyerang.
“Baiklah, kalau itu maumu!” Yongdai memberi aba-aba kepada para anggotanya untuk bertindak.
Puluhan manusia bertopeng itu kemudian mengepung Firon dan Noguchi.
Seorang manusia bertopeng yang berdiri tepat di belakang Noguchi tiba-tiba maju hendak menyerang Noguchi. Sedangkan tiga orang lainnya melesat maju dari arah kanan, kiri dan depan Firon.
Ketiga orang yang menyerang Firon tiba-tiba mematung. Mereka mengerang menahan sakit. Seluruh persendian di tubuh mereka berhenti berfungsi. Beberapa saat kemudian, mereka terbatuk dan terlihat darah segar menetes dari dagu topeng yang mereka kenakan.
Berbeda dengan ketiga rekannya, manusia bertopeng yang menyerang Noguchi justru berhasil mendaratkan pukulannya tepat di wajah Noguchi.
Noguchi terpental menghantam tanah. Ia mengerang kesakitan.
Saat masih berusaha menghabisi nyawa ketiga musuhnya, Firon bergegas menolong Noguchi. Ia kemudian menangkis pukulan manusia bertopeng yang nyaris mendarat di wajah Noguchi sekaligus memberikan tendangan telak tepat di perut manusia bertopeng itu.
Manusia bertopeng itu terpental jauh ke belakang. Tubuhnya menghantam pohon. Ia mengerang kesakitan sebelum muntah darah dan menghembuskan nafas yang terakhir beberapa saat kemudian.
Tiga orang yang sebelumnya terbelenggu oleh kekuatan mata Firon, maju menghampiri Noguchi dan hendak menebaskan pedangnya ke tubuh Noguchi.
Menyadari tindakan ketiga orang itu, Firon kemudian kembali melepaskan jurus yang sama. Pergerakan ketiganya kembali berhenti. Firon melesat secepat kilat ke arah ketiga orang tersebut dan mendaratkan beberapa pukulan ke tubuh mereka. Gerakannya Firon hampir tak terlihat dan ketiga orang itu terpental cukup jauh. Tubuh salah satu
di antara ketiganya hampir menghantam tubuh Yongdai yang sedang berdiri memperhatikan pertarungan anak buahnya.
__ADS_1
"Ternyata dia sekuat ini!" gumam Yongdai sambil mengerutkan dahi. Ia terlihat ragu, namun ia tidak berniat untuk mundur. Reputasi Kelompok Iblis Gunung ia pertaruhkan. Selama ini Kelompok Iblis Gunung belum pernah gagal menuntaskan misi yang diberikan oleh Kaisar Fujiwara Itamo maupun misi dari orang lain.
Melihat para manusia bertopeng yang masih hidup belum melakukan pergerakan, Perlahan-lahan Firon melangkah ke arah Noguchi dan menyerahkan sesuatu kepada sahabatnya itu.
"Saudara Nogu, kenakan ini di jari telunjuk tangan kananmu dan menjauhlah dari sini!" Firon menyerahkan sebuah cincin kepada Noguchi.
Noguchi kemudian meraih cincin pemberian Firon dan menyarungkannya ke jari yang diintruksikan oleh Firon kepadanya.
Para manusia bertopeng hanya bisa mengerutkan dahi menyaksikan tubuh Noguchi tiba-tiba menghilang sesaat setelah menyarungkan sebuah cincin di jarinya.
"Sekarang aku bisa dengan leluasa melawan mereka." gumam Firon sambil tersenyum. Ia kemudian melangkah perlahan menghampiri salah satu mayat manusia bertopeng yang baru saja ia bunuh. Ia kemudian mengambil pedang Katana dari sisi mayat itu.
Dengan santainya, Firon melangkah ke hadapan Yongdai sambil memukul-mukul pundaknya menggunakan
punggung pedang yang ada di tangannya. Ia kemudian tersenyum sinis ke arah para manusia bertopeng yang hanya beberapa langkah jaraknya dari tempat ia kini berdiri.
“Kalian semua cukup menonton saja! Aku ingin bersenang-senang dulu dengan pemuda ini.” Yongdai tersenyum. Dan beberapa saat kemudian ia menyerang Firon yang masih berdiri santai di hadapannya.
Meskipun terlihat santai, Firon berhasil menghindar serangan Yongdai yang begitu cepat sambil memberi serangan balik. Keduanya kemudian saling bertukar jurus hingga puluhan jurus sebelum Yongdai terpukul mundur beberapa langkah.
Firon berhasil melukai lengan kiri dan paha kanan Yongdai menggunakan pedang Katana yang ia pegang.
Yongdai menyentuh darah yang mengalir di lengannya menggunakan ujung jari dan menjilatinya.
"Baru kali ini ada orang yang berhasil melukaiku" pikir Yongdai sambil memandang tajam ke arah Firon yang sama sekali tidak terluka.
__ADS_1
"Tidak ada jalan lain" Yongdai mencabut pedang besar dari punggungnya.
“Ratu Iblis!” Yongdai mengangkat pedangnya dengan kedua tangannya ke atas.
“Bangkitlah!” Pedang besar milik Yongdai tiba-tiba mengeluarkan cahaya berwarna merah dan warna hitam yang menyambar-nyambar bagaikan petir.
"Pusaka Iblis!" Firon mengerutkan dahi.
Firon yang menyadari betapa besar kekuatan pedang milik Yondai, segera mengalirkan Energi Dewa dari dalam tubuhnya ke pedang Katana yang ada di tangannya.
"Hahh, apa lagi itu?" Yongdai yang sebelumnya begitu yakin akan mampu mengalahkan lawannya menggunakan Pedang Ratu Iblis, kini lagi-lagi menampakkan keraguannya setelah menyaksikan kemampuan Firon mengalirkan sebuah energi ke dalam pedang yang ada di tangannya. Pedang katana itu berubah warna menjadi biru berkilauan.
“Kali ini kau akan binasa anak muda!” teriak Yongdai mencoba menutupi keraguannya.
Yongdai kemudian menyerang Firon dengan kekuatan penuh. Pedangnya menghantam pedang Firon dan menimbulkan efek yang cukup kuat sehingga menyebabkan ranting-ranting pohon yang berada di sekitar mereka berjatuhan ke tanah.
Para anggota Kelompok Iblis Gunung yang tadinya berniat menonton pertarungan Yongdai dan Firon hingga selesai, kini memilih untuk menjauh karena tidak ingin terluka akibat dampak dari pertarungan itu. Apalagi mereka juga tidak bisa melihat pertarungan itu dengan jelas. Gerakan Yongdai dan Firon begitu cepat sehingga sulit untuk dilihat dengan pandangan mata normal.
Setiap kali Pedang Katana yang Firon aliri Energi Dewa dan Pedang Ratu Iblis milik Yongdai bertemu, maka terdengar bunyi denting besi yang memekakkan telinga diiringi dengan tebasan angin yang mengoyak-ngoyak pepohonan di sekitar area pertarungan.
Setelah mereka bertukar jurus hingga ratusan jurus, terlihat Firon mulai kewalahan menangkis serangan Yongdai yang semakin beringas.
Yongdai benar-benar menyerang dengan kekuatan penuh. keinginannya untuk segera membunuh Firon membuatnya tak ingin membuang-buang waktu lagi.
Firon terpental jauh ke belakang dan menghantam pohon dan mengakibatkan pohon itu tumbang seketika. Darah segar mengalir di sudut bibirnya. Ia kemudian bangkit dan memandangi luka-luka kecil di sekujur tubuhnya. Beberapa saat kemudian, ia mengalihkan pandangannya ke arah Yongdai yang sedang tersenyum puas ke arahnya.
__ADS_1
Meski nafas Yongdai terdengar saling memburu di telinga Firon, namun luka yang dialami Yongdai tidak sebanyak luka yang ia dapatkan dalam pertarungan yang baru saja terjadi. Ia menyadari bahwa ilmu meringankan tubuh miliknya lebih unggul dari Yongdai. Hanya saja dipertarungan itu, Yongdai lebih unggul karena menggunakan Pedang Pusaka.
"Kalau begini terus aku bisa kalah." Firon mulai mencari cara untuk mengalahkan Yongdai.