Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 99 Pertandingan kedua I


__ADS_3

Bo Qin dan Hua Jian Shen terus bermeditasi hingga akhir ujian selesai dan muncul sebuah portal dari atas langit dan menarik mereka semua masuk sehingga Bo Qin dan Hua Jian Shen mengakhiri meditasinya.


Kini semua orang telah kembali di atas arena pertandingan, dan panitia segera mengumumkan pertandingan selanjutnya.


"Pertama-tama ku ucapkan selamat bagi kalian yang telah lolos dalam ujian kali ini. Pertandingan pertama ini sepertinya sedikit sekali yang jatuh lebih baik kita langsung saja melanjutkan pertandingan kedua."ucap pembawa acara kemudian melihat ke seluruh peserta apa ada yang merasa keberatan karena pertandingan kedua langsung dimulai tanpa jeda istirahat setelah merasa cukup dan tidak ada yang protes pembawa acara segera melanjutkan ucapannya


"Baiklah untuk pertandingan selanjutnya yaitu pertandingan pertempuran satu vs satu, di pertandingan pertama itu menunjukkan atau menggambarkan akan kekuatan aliansi yang manakala jika kau memiliki hubungan dengan orang yang lebih kuat banyak orang yang lebih lemah daripada orang yang kau ikuti mereka akan takut. Tetapi di pertandingan kedua ini akan menguji kekuatan pribadi kalian masing-masing. Karena jika kalian bertemu orang yang lebih kuat dari kalian dan juga orang yang tanpa kenal akan takut, kalian akan tetap dibunuh tanpa memperdulikan siapa kalian."lanjut sang pembawa acara


"Jadi buktikan kekuatan kalian sendiri di pertandingan ini, pertandingan akan diadakan di dua puluh arena dan setiap pemenang di masing-masing arena nanti akan dipertandingkan lagi untuk penentuan juara utama. Kalian juga jangan khawatir jika kalian tersingkir di awal kalian masih bisa menantang orang yang mendapatkan 20 besar, tetapi panitia bisa menolak ajuan tantangan jika penantang di anggap terlalu lemah."ucap pembawa acara


"Hidup mati di atas arena juga tergantung pada kemampuan kalian, jika kalian merasa tidak mampu sebaiknya segera menyerah."ucap pembawa acara kembali


'Ini akan menyenangkan.'pikir Bo Qin dan juga Hua Jian Shen


"Tanpa berbasa-basi lagi pertandingan akan segera dimulai, dan silahkan tarik no urut kalian."ucap pembawa acara sambil melemparkan plat kayu ke udara dan para peserta segera melompat dan mengambil no urut yang mereka tuju


Panitia membiarkan saja jika ada yang saling berebut no urut ataupun saling pukul untuk memilih no urut.


Setelah semua peserta memiliki no urut panitia kembali berbicara


"Baiklah no urut 1 sampai 100 di arena 1, 101 sampai 200 diarena 2 begitu pula selanjutnya."ucap panitia

__ADS_1


Bo Qin yang memegang no urut 212 segera ke arena 2 sedangkan Hua Jian Shen memegang no urut 728 segera ke arena 7


"Untuk arena 1 yang bertanding pertama no urut 79 melawan 36, arena 2 no urut 129 melawan 139 ................ Baiklah untuk yang no urutannya tidak dipanggil silahkan turun dari arena dan menunggu di kursi peserta."ucap panitia


Kebetulan Bo Qin dan Hua Jian Shen mendapatkan kesempatan pertama kali bertarung, sehingga mereka segera menaiki arena


Diatas arena Bo Qin telah berhadapan dengan seorang pria dengan penampilan kekar dan penuh otot sementara itu Hua Jian Shen berhadapan dengan seorang pria yang menggunakan kipas sebagai senjata dan memiliki penampilan seperti seorang tuan muda keluarga kaya


Saat mereka saling berhadapan sebelum wasit memulai pertempuran Bo Qin segera berbicara dengan lantang yang mengejutkan semua orang yang ada disana


"Sebaiknya kau menyerah sekarang nona karena jika pertandingan ini sudah dimulai kamu tidak akan punya kesempatan menyerah. Ini juga berlaku untuk semuanya yang bertarung dengan diriku nanti."ucapan Bo Qin terdengar jelas ditelinga setiap orang karena Bo Qin menggunakan energi Qi miliknya


"Cihh jangan sombongkau bicaralah dengan kekuatan milikmu."ucap pria itu.


"Pertandingan dimulai."ucap para wasit di setiap arena


Setelah wasit memulai pertandingan Bo Qin segera melesat ke arah pria kekar tersebut dan segera mengarahkan tinjunya kepria kekar tersebut melihat tinju yang datang pria kekar tersebut segera mengarahkan tinjunya juga kearah tinju Bo Qin bermaksud ingin mengadu fisiknya. Tetapi alangkah terkejutnya semua penonton setelah melihat ketika tinju Bo Qin dan pria kekar tersebut bertemu tangan pria kekar tersebut hancur semua tulang tangan miliknya remuk sedangkan Bo Qin baik-baik saja.


Melihat keadaan tersebut Bo Qin segera melesat kembali tidak memberikan kesempatan pada musuhnya Bo Qin kemudian menarik lengan pria tersebut yang tulangnya telah hancur hingga putus sehingga pria tersebut kembali berteriak kesakitan.


Sementara itu di pertandingan Hua Jian Shen

__ADS_1


"Heehehhehehhehe menyerah saja dulu nona akan sayang jika aku harus melukai kulitmu yang indah itu."ucap pria yang memegang kipas


"Cih jangan pandang aku dengan tatapan mu yang menjijikkan itu."ucap Hua Jian Shen sambil melesat kearah pria kipas tersebut sambil mengarahkan tusuk-tusukkan kebadan pria kipas tersebut sambil mengeluarkan salah satu jurus miliknya dimasa lalu.


Kabut darah


Tubuh pria kipas itu perlahan meleleh hingga menjadi hanya genangan darah, para penonton yang melihat itu menjadi kagum akan kehebatan Hua Jian Shen. Mereka semua paham jika telah berani naik ke atas arena pada pertandingan gelar dewa maka nyawa mereka dipertaruhkan, tidak seperti pertandingan biasanya yang melarang pembunuhan.


Hua Jian Shen telah menyelesaikan pertandingan miliknya sementara Bo Qin sendiri dia masih menikmati pertarungannya, para penonton dibuat ngeri akan keganasan Bo Qin. Keaadaan musuh Bo Qin telah menggenaskan. Dengan kedua tangan yang terputus serta mulut bagian depan yang telah hancur sehingga dia tidak bisa bicara. Merasa sudah cukup Bo Qin segera mengakhiri pertarungannya dengan memukul kepala musuhnya hingga hancur.


"Siapa yang berani maju melawan diriku silahkan tapi keaadaan kalian akan seperti ini." ucap Bo Qin sambil menendang badan musuhnya sebelumnya keluar arena.


"Gila anak itu dia seperti perwujudan iblis saja, bahkan pada wanita saja dia sangat kejam."ucap para penonton


"Sepertinya arena 2 dan 7 memiliki orang yang sadis."ucap salah satu penonton


"Jangan lupa di arena 13 dan 15 juga ada yang cukup kuat juga." Ucap penonton lainnya


"Pertandingan kali ini akan menarik."ucap penonton lainnya


Tak terasa nama pemenang dari masing-masing arena telah didapat, dan mereka semua telah diberikan waktu istirahat satu hari sebelum memulai pertandingan selanjutnya. Dan di arena Bo Qin dan Hua Jian Shen menjadi arena yang paling banyak memakan korban.

__ADS_1


...SEKIAN DULU YA SEMUANYA EPISODE KALI INI TERIMAKASIH BUAT YANG MASIH SETIA NUNGGUIN UPDATE TERBARU NOVEL INI, SEKALI LAGI AUTHOR UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH BUAT YANG BACA UDAH LAMA DAN TETAP SETIA NUNGGUIN DAN BUAT YANG BARU SAYA UCAPKAN SELAMAT DATANG DAN SEMOGA SUKA YA...


__ADS_2