
Setelah menyingkirkan semua batu yang menimpa Lin Shu Yan dia mulai memeriksa keadaan Lin Shu Yan
"Ouh sepertinya tidak parah hanya beberapa tulang rusuk patah, kedua tangan dan kaki patah tidak terlalu parah. Sepertinya adik juniorku ini memiliki keberuntungan yang besar jika itu orang lain mungkin dia mati, lumayan."ucap Bo Qin
Saat Bo Qin masih memeriksa keadaan Lin Shu Yan tiba-tiba ada suara seseorang yang menyapa dirinya
"Qin'er kau kah itu."
"Ehh guru rupanya, iya ini aku ada apa emangnya guru."ucap Bo Qin
"Kau sudah kembali rupanya baguslah, tapi sebenarnya ada apa ini. Aku melihat banyak manusia terbelah jadi dua dan seekor kera kecil yang lagi memakan mayatnya, Yan'er juga terluka ada apa ini."ucap Zhu Luoning
"Ouh mereka mengganggu tidurku, tapi sepertinya mereka penggemar adik junior. Mereka berteriak-teriak dan sangat ribut sudah ku peringati adik junior untuk mengurus mereka tapi terlalu lama jadi aku saja yang urus. Tapi adik junior malah menghalangi diriku mengurus mereka jadinya beginilah akibatnya, mungkin dia perlu istirahat tiga bulan."ucap Bo Qin sambil mengangkat Lin Shu Yan seperti mengangkat karung beras dipundaknya.
"Ouh ya sementara itu kera kecil itu adalah hewan buas peliharaanku, yang kudapatkan dari pelelangan di kota seribu bunga kemarin."ucap Bo Qin
"Ya sudah kalau begitu kamu segera antarkam adik seperguruanmu ke balai pengobatan."ucap Zhu Luoning
"Baiklah."ucap Bo Qin sambil berlalu pergi dengan membawa Lin Shu Yan di pundaknya seperti membawa karung beras saja.
Ditengah perjalanan banyak orang yang memerhatikan Bo Qin yang memanggul Lin Shu Yan yang terluka salah satu Dewi mereka seperti karung beras saja menjadi berbisik-bisik dan mulai mengumpat Bo Qin.
Sementara itu para murid yang telah lama dan telah mengenal siapa Bo Qin mereka lebih memilih diam, dan mulai menebak pasti terluka akibat Bo Qin.
Beberapa orang yang masih belum mengetahui siapa Bo Qin mulai berjalan menghadangnya.
"Hei kau bawa kemana Dewi kami, dan apa yang kau lakukan padanya."ucap orang berbadan besar dan gemuk yang menghalangi Bo Qin
__ADS_1
"Tentu saja membawanya ke balai pengobatan b4b1 gendut b0d0h."ucap Bo Qin
"Kau berani mengataiku b4b1 gendut b0d0h, dasar b4j1ng4n."
"Hahahahahha diri sendiri yang mengakui memang sungguh bodoh, lihatlah perutmu yang seperti perut b4b1 mukamu yang seperti muka b4b1. Apa jangan-jangan dikehidupan sebelumnya kamu adalah b4b1 hahahahahah."
"B4j1ng4n kau apa kau sudah bosan hidup hah."
"Sudahlah b4b1 bodoh sebaiknya kau jangan menghalangi diriku atau kamu akan kusembelih sekarang juga."ucap Bo Qin
"Baji......"
Dug...geluduk....geluduk kepala orang gemuk yang menghalangi Bo Qin menggelinding kearah kerumunan sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya
"Sudah kubilang minggir masih ngeyel juga sih, rassin tuh akibatnya."ucap Bo Qin kemudian melanjutkan perjalanan dirinya menuju balai pengobatan dibawah tatapan ketakutan orang-orang
Belum jauh Bo Qin melangkah, terdengar suara seorang pria yang meneriaki namanya
"Hehhh ada apaa lagi siapa lagi yang ingin mati."ucap Bo Qin sambil membalikkan badannya
"Eh senior Liang Chu, ada apa senior apakah kamu ingin menjadi yang selanjutnya kepala terpenggal."ucap Bo Qin dengan tenang
"Kau ini tidak boleh sembarang membunuh di dalam sekte."ucap Liang Chu
(Bagi yang lupa siapa Liang Chu silakan lihat bab awal kehidupan di sekte pedang naga eps 11)
"Ouh siapa suruh dia menghalangi diriku sudah disuruh minggir ngeyel tanyakan saja pada mereka."ucap Bo Qin mengarahkan pandangannya ke arah kerumunan orang-orang dengan tatapan mata yang tajam seakan-akan jika ada yang menolak langsung mati ditempat
__ADS_1
"Ya...yayya..ya...dia benar."ucap kerumunan dengan gagap
'siapa yang tidak mengiyakan jika tatapan dirimu seaakan bilang jika tidak setuju mati'ucap Liang Chu dalam hatinya
"Haiss kau dengan gurumu memang sama. Ya sudahlah ngomong-ngomong kenapa adik junior mu itu bisa sampai begitu."ucap Liang Chu
"Ouh dia habis kuhajar siapa suruh menghalangi diriku membunuh orang-orang yang berkerumunan di depan kediaman guru dan ribut-ribut."ucap Bo Qin santai
"Kau menghajar adik junior mu sampai seperti itu, hanya karena dia menghalangi dirimu membunuh orang yang menggangu dirimu tidur."
"Binggo.. tepat sekali, untung saja dia tidak mati paling istirahat total tiga bulan."ucap Bo Qin santai
Liang Chu dan kerumunan yang mendengar itu hanya bisa tercengang mendengar ucapan Bo Qin yang bahkan berniat membunuh adik juniornya sendiri akibat menghalangi dirinya membunuh.
"Terus mayat mereka sekarang dimana, apa masih disana."ucap Liang Chu
"Ouh kalau begitu aku tidak tahu, mungkin sudah habis dimakan oleh hewan buas milikku."ucap Bo Qin dengan santai
"Aku panggil hewan buas diriku dulu, dan kutanyakan."ucap Bo Qin sambil memanggil Xiao Houzi di dalam hatinya. Karena jiwa mereka yang telah terhubung jadi Bo Qin bisa berbicara dengan dirinya walaupun jarak jauh
Tak seberapa lama datang seekor kera kecil dengan warna bulu bagian dada bewarna merah gelap seperti darah, sedangkan sekujur tubuhnya bewarna kuning keemasan, sedangkan bulu di kedua tangan dan kakinya bewarna hitam, di atas kepalanya juga ada warna ungu membentuk jambul dan didahinya ada simbol naga bewarna biru.
'tuan ini aku Xiao Houzi ada apa memanggil diriku tuan, sekarang aku bisa berbicara dengan tuan lewat telepati seperti ini karena naik tingkat tuan.
Lihatlah lambang didahiku tuan, aku juga tiba-tiba saja mengingat berbagai jurus yang cocok untuk diriku tuan."ucap sang kera kecil Xiao Houzi.
...**SEKIAN DULU YA SEMUANYA EPISODE KALI INI SAMPAI JUMPA LAGI DI NEXT EPISODE TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA SELAMA INI...
__ADS_1
...MAAF MEMANG AUTHOR JARANG UPDATE KARENA BANYAK KESIBUKAN DI REAL LIFE JUGA AUTHOR NULIS NOVEL NI CUMA BUAT HOBI AJA...
...SEKIAN DULU YA WASSALAM**...