
"Tidak, itu milik Qin'er bukan aku jadi mungkin dia yang memilikinya. Tapi dia sekarang lagi keluar sekte untuk pergi ke kota seribu bunga mau mencari bahan untuk membuat senjata murid baruku itu si Lin Shu Yan."ucap Zhu Luoning
"Baiklah aku akan mencari Qin'er, aku akan pergi terlebih dahulu."ucap Liang Chu yang sedang berusaha mencari alasan untuk pergi karena tidak tahan dengan bau tubuh Zhu Luoning, walaupun dia merasa kasihan dengan Zhu Luoning tapi apa boleh buat dia juga tidak bisa apa-apa untuk menolong jadi lebih baik pergi mencari seseorang yang lebih mengerti.
"Baiklah, tapi apa mudah mencari Qin'er itukan kota yang lumayan besar dia bisa ada dimana saja."ucap Zhu Luoning
"Tenang saja aku pasti bisa menemukan dia."ucap Liang Chu
Dengan sifat seperti dirinya pasti sedikit saja orang membuatnya tidak senang dia pasti akan membuat keributan, dimana ada keributan disanalah dia kemungkinan besarnya. Begitulah pikiran Liang Chu
Liang Chu segera berangkat ke kota seribu bunga.
Sementara itu Bo Qin saat ini tengah mencari tempat penempaan dan kebetulan melewati kediaman walikota seribu bunga dua tiba-tiba berhenti.
"Hehehehehe tunggu sebentar Lin Shu Yan ada noda dipedangku aku harus membersihkannya dulu."ucap Bo Qin sambil menarik pedangnya keluar
"Tebasan kegelapan"ucap Bo Qin sambil menyerang tembok bangunan kediaman walikota
Duaarr
__ADS_1
Sesaat setelah Bo Qin menebaskan pedangnya suara ledakan terdengar keras sehingga mengejutkan orang-orang yang berada di kediaman walikota, sementara itu para prajurit yang berada di sekitar tembok banyak yang terluka akibat terkena serpihan bangunan yang hancur.
Walikota dan para petinggi yang sedang rapat membahas tentang berita kematian Nangong Lan yang disampaikan oleh prajurit yang mengawal Nanggong Lan dan mendengar ciri-ciri orang yang mebunuh Nanggong Lan dari prajurit yang melaporkan mereka yakin itu orang yang sama dengan menghancurkan Keluarga Guan, keluarga jin, keluarga Qin dan juga memotong lengan walikota dan menghancurkan sebagian kediaman walikota.
"Aku yakin itu orang yang sama tuan kota dengan orang yang mengacau dulu dan menghancurkan keluarga Guan, keluarga jin, keluarga Qin."
"Aku juga yakin itu dia mendengar cirinya memang benar dirinya, dan orang ini adalah tipe orang yang mudah sekali tersinggung. Saat orang ini tersinggung dia akan langsung membunuh dan semua yang menghalanginya juga akan dia anggap musuh"ucap walikota sambil melirik tangan kanannya yang telah terpotong
Saat walikota masih merenung terdengar suara ledakan dari arah timur, semua orang segera pergi untuk melihat apa yang terjadi. Sesampainya mereka disana mereka melihat sepasang pemuda dan pemudi yang berbeda ekspresi. Sang pemuda dia memasang ekspresi tersenyum bahagia dengan memegang sebilah pedang yang telah lepas dari sarungnya dan sang wanita dia terlihat mematung dan pandangan yang kosong melihat kearah kediaman walikota. Mereka tidak lain ialah Bo Qin dan Lin Shu Yan
"Hahahahaahh selamat siang semuanya, aku kesini cuma mau menyapa mertua Nanggong Lan eh salah mertua yang belum jadi hahahhh."
Bukannya takut Bo Qin malah menatap balik tuan kota seribu bunga dengan sinis dan dengan tampilan senyum mengejek.
"Ouh hanya ingin membuktikan ucapan seorang sampah yang sangat membanggakan status dirinya yang merupakan tunangan putri tuan kota ini, jadi ingin melihat saja apa yang bisa dia banggakan dari sini. Eh ternyata tidak ada hanya sekumpulan semut tidak berarti, buta pula hahahahahah."
"Nak bukannya ucapan dirimu telah keterlaluan."ucap salah satu tetua yang ada di sana yang sudah tidak tahan kelakuan Bo Qin
"Tidak kok, bukannya kalian sendiri yang memilih tunangan seperti sampah itu jadi jelas kalian buta. Kalian juga sangat lemah dan bisa kubunuh kapan saja jadi bukannya kalian itu semut yang tidak berarti."ucap Bo Qin
__ADS_1
"Yang menyinggung dirimu adalah bocah keluarga Nangong itu kenapa kau melibatkan kami."ucap salah satu tetua yang lainnya
"Bukannya dia tunangan keluarga ini dan dirinya juga berniat mengunjungi kalian jadi kalian harus menanggung akibat ulahnya juga kan. Ouh maaf tunangannya kan harusnya sudah dibatalkan jadi mantan tunangan lah. Hanahahhaha"
"Hei kalian para orang tua bau tanah, jika salah satu saja diantara kalian menyinggung diriku aku akan membalasnya termasuk keluarganya sendiri karena mereka telah gagal mendidik para pemuda mereka dan menjadikannya sombong. Aku paling tidak suka orang yang sombong di hadapanku dan hanya mengandalkan nama keluarga di belakangnya, dihadapanku nama tidak akan bisa menyelamatkanmu."ucap Bo Qin sambil mengeluarkan sedikit tekanan kearah para tetua dan tuan kota seribu bunga dan itu menyebabkan mereka semua jatuh seperti ada beban yang menindih mereka sedangkan dua orang tetua yang menegur Bo Qin mereka telah menjadi genangan darah.
"Aku juga tidak suka orang yang melemparkan kesalahan pada orang lain saat kamu tidak sanggup menanggungnya."ucap Bo Qin dengan tenang
"Dan karena kalian tidak terlibat jadi kalian hanya akan menerima hukuman ringan dariku."ucap Bo Qin sambil menebaskan pedangnya ke arah para tetua dan tuan kota seribu bunga yang tengah tertekan akibat tekanan yang diberikan oleh dirinya
Tebasan kegelapan
Duarrr
Semua orang yang berada di arah Serang Bo Qin terpental dan mengalami beberapa luka dalam dan paling sebentar memerlukan 1 bulan untuk pulih
"Itu hukuman dariku, siapa suruh mantan tunangan keluarga ini mengganggu diriku hahahaahaha."
"Ouh ya kalian para orang tua bau tanah dimana tempat membeli bahan penempaan di kota ini."lanjut Bo Qin
__ADS_1
"K...ka..kau bisa mencari di paviliun bintang disana menjual berbagai jenis barang carilah disana."ucap tuan kota seribu bunga sambil menahan rasa sakit