
Para penonton hanya melihat ke arah mereka dengan tatapan berbeda-beda ada yang takut kagum ataupun biasa saja. Bagi yang memiliki tatapan biasa saja itu adalah orang-orang yang sempat di hajar Bo Qin saat di depan kediaman Zhu Luoning karena bagi mereka sesuatu yang dilakukan Bo Qin ini belum seberapa bahkan Bo Qin bisa membunuh tanpa takut apapun. Sedangkan yang kagum kebanyakan para wanita yang belum menjadi murid dan melihat kekuatan Bo Qin dan keberaniannya tanpa tahu kekejaman dirinya. Kalaupun yang takut itu kebanyakan orang orang yang sudah menjadi murid dan sering mendengar rumor tentang Bo Qin
Setelah kepergian Bo Qin tetua Kong yang sudah pernah merasakan serbuk gatal milik Bo Qin tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk patriak Zhu.
"Hahahaha bagaimana patriak mau ku siapkan air untuk mengurangi rasa gatalnya atau dibiarkan saja selama satu bulan menahan rasa gatalnya."ucap tetua Kong dengan senyuman meledek
"Patriak sebaiknya anda segera ke aula pengobatan, siapa tahu saya bisa meringankan salah satu dari trik dari dua iblis nakal itu."ucap tetua long
"Dan kalian berdua bisa ikut membantu jika ada hal yang tidak diinginkan."sambung tetua long pada tetua Kong dan tetua Yan
"Dengan senang hati."ucap tetua Kong sambil melesat terlebih dahulu ke aula pengobatan lalu di susul oleh patriak Zhu tetua Yan serta tetua Long.
Sementara itu pertandingan tetap dilanjutkan setelah para penatua yang memimpin pertandingan kembali ke arena masing dan memulai pertandingan kembali. Pertandingan dilanjutkan hingga sore hari dan berhasil menyingkirkan 388 peserta karena peserta yang melawan Lin Shu Yan tadi dianggap lolos oleh Bo Qin begitu pula oleh tetua yang menjadi wasit diarena tersebut karena bagaimanapun dapat dilihat perbedaan kekuatan antara Lin Shu Yan dan pria itu jauh berbeda dan sudah pasti pria itu yang memenangkan pertandingan.
Semua pertandingan itu yang berjumlah 16 pertandingan itu walaupun pertandingan 16 tidak dilakukan 50 orang hanya di lakukan 28 orang selain gangguan yang disebabkan Bo Qin dan Zhu Luoning semuanya lancar.
Semua peserta yang lolos merasa senang sedangkan yang tidak lolos walaupun merasakan sedih mereka tetap menerima berlapang dada karena mendapat sumberdaya dan beberapa koin emas sebagai hadiah untuk menyemangati mereka untuk tetap berkultivasi.
"Baiklah semuanya pertandingan babak kedua akan diadakan esok hari dan untuk apa yang dipertandingkan esok hari juga akan diumumkan esok hari. Kami ucapkan selamat bagi yang lulus, dan bagi yang belum lulus jangan berkecil hati karena jalan kalian dalam berkultivasi masih panjang."ucap tetua kelima yang menggantikan peran patriak di Perlombaan tersebut
Sementara itu di aula pengobatan terlihat 3 orang yang menutup wajahnya dari hidung kebawah dengan kain berlapis-lapis sedangkan 1 orang lagi yang di ikat tangan dan kakinya dengan keadaan berdiri dan terkadang dia muntah.
"Sialan kau pak tua bau tubuhmu buruk sekali."ucap salah satu orang yang dengan kain berlapis-lapis menutup hidung dan mulutnya
"Diamlah kau tetua Kong aku sedang berkonsentrasi."ucap salah satu di antara mereka
Ya mereka tidak lain adalah patriak Zhu serta tetua Yin tetua Kong dan tetua long yang sedang berusaha menolong patriak Zhu
"Sialan bagaimana sih dua bocah itu membuat barang aneh ini."ucap tetua long
__ADS_1
"Entahlah mana kami tahu seharusnya kau yang lebih baik dari kami semua dalam bidang pengobatan kenapa tanya kami."ucap tetua Kong
"Iya kau tanya kami, kami tanya siapa."sambung tetua Yin
Saat mereka sedang asik berdebat datang seorang murid menghadap tetua Long dengan tergesa-gesa
"Mohon maaf guru, patriak serta para tetua sekalian tetapi ada tamu yang berkunjung ingin bertemu patriak."ucap murid itu yang merupakan murid aula pengobatan dengan sopan
"Siapa memangnya orang itu."ucap tetua long
"Itu dewa obat guru."
"Apa dewa obat cepat bawa dia kesini saja."ucap tetua long
"Baik guru."sambil berlalu pergi
"Sial banget dah saat aku yang terkena serbuk gatal milik bocah iblis itu dewa obat malah tidak datang, saat patriak dia malah datang . Padahal aku ingin melihat dia tersiksa lebih lagi."ucap tetua Kong
"Kalian berdua diamlah, sebaiknya kita segera menyambut dewa obat. Tetua long sebaiknya kau tetap disini saja kami akan menyambutnya keluar."ucap tetua Yan yang langsung di setujui semuanya
Segera saja tetua Yan ditemani tetua Kong dan tetua Yin ke ruang utama aula pengobatan meninggalkan tetua long dan patriak Zhu di kamar perawatan khusus tetua dan patriak. Setelah tiba di ruang utama aula pengobatan mereka segera duduk di tempat masing-masing, tak seberapa lama mereka menunggu datang tiga orang yang salah satunya murid yang melapor tadi.
"Salam para tetua sekalian saya telah membawa dewa obat saya akan undur diri terlebih dahulu."ucap murid tersebut yang hanya dibalas anggukan oleh tetua Yan
"Selamat datang dewa obat, kalau boleh tahu ada keperluan apa dewa obat datang kesekte kami yang kecil ini."ucap tetua Yan langsung pada intinya
"Hahahaha tetua Yan jangan memanggilku begitu pengetahuan diriku tentang pengobatan masihlah kecil."ucap dewa obat
"Kalau begitu dimana patriak Zhu, kenapa dia tidak terlihat."lanjut dewa obat
__ADS_1
"Ouh itu dia sedang di dalam ruang pengobatan dia terkena masalah kecil."ucap tetua Yan
"Baiklah kalau begitu biarkan aku ikut melihat dia."ucap dewa obat
Setelah itu mereka semua segera pergi ke tempat patriak Zhu dirawat, sesampainya di sana dewa obat terkejut melihat keadaan patriak Zhu.
"Ada apa dengan patriak Zhu."
"Jadi begini.....jadi seperti itulah patriak akan merasakan gatal selama satu bulan, tetapi itu bisa disingkat menjadi 15 hari jika patriak berendam di dalam air sayangnya dia juga mendapat serbuk aneh yang membuat tubuh dia berbau yang akan berjalan selama 15 hari dan jika terkena air akan semakin bau dan semakin lama juga waktunya hingga 1 bulan. Intinya patriak harus memilih yang mana harus dialami 1 bulan."ucap tetua Yan menjelaskan semua yang terjadi
"Ouh jadi begitu jadi anak nakal itu telah mendapatkan murid, dan muridnya sama nakalnya. Haisss sepertinya masalah kalian akan bertambah."ucap dewa obat
"Itu sudah pasti, jadi apa dewa obat bisa menyembuhkan patriak. Saya telah tidak sanggup."ucap tetua long
"Baiklah akan kuperiksa terlebih dahulu.
Setelah beberapa saat kemudian dewa obat tertawa dan tersenyum
"Dasar bocah-bocah licik, mereka mau menipu yang lebih tua ternyata."
"Apa maksudnya dewa obat."ucap tetua long yang penasaran
"Api, yang membuat tubuh patriak berbau itu adalah suatu tanaman yang tumbuh di dekat air dan tidak akan pernah bisa hidup jauh dari air. Air itupun harus berada ditempat yang sejuk dan tidak boleh terasa panas ataupun hangat. Sedangkan serbuk gatal itu cuma tanaman yang tumbuh jauh dari air tidak peduli tempatnya dingin ataupun panas, serbuk ini dulunya sering digunakan untuk menghukum mati tahanan. Serbuk ini akan membuat yang terkenanya menguliti dirinya sendiri sangking gatalnya orang yang terkena tidak akan merasakan sakit hingga dia mati. Tetapi kedua tanaman itu sebenarnya sudah sangat sulit dicari."jelas dewa obat panjang lebar
"Untuk menyembuhkan patriak, patriak cuma perlu berendam di air hangat tetapi agar lebih cepat lebih baik dengan air yang cukup panas. Kalau untuk manusia biasa perawatannya sampai 3 hari karena tubuhnya yang kurang kuat untuk berendam di air yang panas berbeda dengan kultivator yang memiliki tubuh lebih kuat sehingga cukup kuat untuk berendam di air yang panas."
"Tapi senior bukannya kami tidak mau melaksanakannya, kalau patriak kena air bukannya......"ucap tetua long yang ucapannya dipotong langsung oleh dewa obat
"Bukannya sudah kubilang tadi bocah itu mau menipu yang lebih tua, kalau patriak terkena air yang dingin jelas akan bertambah tetapi tidak dengan yang hangat ataupun panas. Bocah itu memberi tahu kalau terkena air itu maka bau itu semakin bertambah lama dan tambah berbau itu cuma setengah benar. Para alkemis yang sudah berpengalaman dan cukup lama berada dalam dunia pengobatan pasti mengenal serbuk gatal itu, walaupun sudah sekitar 100 tahun tanaman itu tidak muncul sedangkan tanaman yang digunakan untuk membuat racun bau itu sudah tidak terdengar lebih dari 100 tahun aku bisa mengetahuinya karena membaca catatan milik leluhur guruku dan bukunyapun itu telah usang dan sulit dibaca. Bocah itu khawatir ada yang mengetahui cara menghilangkan serbuk gatal itu jadi memberi tahu bahwa racun gatal akan semakin bertambah parah akibat terkena air."jelas dewa obat panjang lebar dan menjelaskan maksud Bo Qin dan Zhu Luoning memberi tahukan kalau terkena air racun gatal lebih parah.
__ADS_1
Tetua long dibantu tetua Yin beserta tetua Kong segera menyiapkan hal yang dikatakan dewa obat sedangkan tetua Yan hanya disana bersama dewa obat berjaga-jaga kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan.
......SEKIAN DULUYA SEMUA TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA. JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA HUBUNGI SOSIAL MEDIA AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI......