
"Rupanya anak itu telah kembali, dan kekuatannya sepertinya telah meningkat. Kesombongan membawa petaka bagi dirimu sendiri dan orang sekitarmu, ungkapan itu sepertinya benar dengan kejadian hari ini. Kemarahan seorang yang berada di tingkat dewa surgawi tidak akan bisa ditangani oleh mereka tapi mereka masih saja sombong. Haisss memang pangkat membuat dirimu sombong dan tidak bisa melihat orang yang berada lebih tinggi darimu."ucap kakek tua yang sedang duduk di salah satu ruangan yang terlihat mewah di dalamnya
"Salam penatua apa yang harus dilakukan oleh paviliun bintang, apakah kita akan membantu kota ini dalam menghadapi serangan kultivator yang mengancam kota ini."ucap seseorang yang baru saja masuk dan melaporkan keadaan kepada kakek tua tersebut.
"Tidak kali ini kita hanya fokus pada pertahanan aktifkan formasi pertahanan terkuat, kita harus tetap netral. Lagipula kita tidak akan mampu melawan seseorang yang telah menerobos tingkat yang lebih tinggi dari ranah dewa surgawi."ucap sang kakek tua
"Orang yang telah menerobos ranah dewa surgawi, buat apa dia disini bukannya kultivasi dia kalau disini akan tertahan karena energi disini sangat sedikit dan tidak akan bisa membuat dia menerobos lagi."ucap orang yang baru masuk tadi
"Aku telah bertemu dengan dia waktu empat tahun lalu saat itu aku mengarahkan aura diriku pada mereka yang satunya gemetaran sedangkan yang satunya malah sangat santai dan beberapa saat akulah yang ketakutan saat melihat aura dia. Dari aura yang dia keluarkan saat bicara tadi pun aku sudah mengetahui kalau kekuatannya telah meningkat, ini seperti aku menghadapi para petinggi di pusat."ucap sang penatua
"Sudahlah jangan membahas dia lagi, sekarang apa yang dilakukan pelelangan rumah harta."lanjut sang penatua
"Mereka saat ini telah mengaktifkan formasi pertahanan mereka dan juga lebih memperketat penjagaan mereka."ucap sang penyampai berita
"Sekarang aktifkan saja formasi pertahanan terkuat kita dan juga selama serangan bocah itu masih berlangsung paviliun bintang akan tutup sementara."ucap sang penatua memberi keputusan.
"Baik.....akan saya laksanakan."ucap sang penyampai berita sampai berlalu pergi
Sementara itu Bo Qin yang telah selesai menyegel dua kota itu kini ia telah berada di kota lembah Pinus, kota dimana dia menemukan kedai misterius yang di dalamnya terdapat banyak orang tingkat saint dan juga ada beberapa tingkat dewa surgawi
"Baiklah sebaiknya aku mencari kedai itu lagi."ucap Bo Qin sambil berkeliling kota itu tapi anehnya dia tidak bisa menemukan jalan yang menuju ke kedai tersebut
__ADS_1
"Ini aneh kenapa aku tidak menemukan jalannya, padahal aku ingat itu seharusnya berada di sekitar sini saat aku tersesat kemaren."ucap Bo Qin dalam hatinya
"Tunggu dulu kemarin aku tersesat dan tidak sengaja menemukan jalan masuk ke kedai tersebut dan saat aku masuk mereka tercengang aku yakin pasti jalannya itu memang sengaja di sembunyikan."pikir Bo Qin sambil dia mengalirkan Qi miliknya kearah matanya tak lama kemudian dia melihat jalan kecil yang diapit dua bangunan tapi saat dia menghentikan aliran Qi miliknya yang di lihat hanyalah sebuah tembok yang panjang
"Haiss pantas saja rupanya dipasang ilusi, sepertinya biarpun kekuatan milik ku besar aku masih bisa terjebak ilusi remeh ini aku harus lebih banyak belajar lagi."ucap Bo Qin
Setelah mengetahui jalan yang benar Bo Qin segera memasuki jalan itu saat dia terus berjalan akhirnya dia menemukan kembali kedai misterius dahulu saat Bo Qin memasuki kedai itu pandangan semua orang lagi-lagi tertuju padanya
"Heii...heii.. ayolah aku sudah dua kali kesini pertama kesasar yang kedua sengaja lagipula bukannya kedai itu bebas untuk umum."ucap Bo Qin saat semua orang melihat ke arah dirinya
"Hahahhahahaha bocah kamu benar, kalau begitu kemarilah duduk bersama kami."ucap seseorang kakek tua dengan sebuah kendi arak ditangannya bahkan disamping mejanya sekalipun penuh dengan bekas kendi arak kosong sedangkan orang disampingnya ada seorang pria kekar berotot dan juga seorang pria gemuk yang tengah asik memakan makanan yang terhidang di atas meja.
Setelah Bo Qin duduk kakek tua itupun berteriak kepada penjaga kedai
"Pak tua Yan hidangkan lagi kami hidangan terbaikmu. Nanti akan kubayar semuanya."ucap sang kakek tua pemabuk
"Tidak perlu kek, sebagai tanda perkenalan kita kali ini aku yang akan membayar biaya makan kita."ucap Bo Qin
"Hahahhahaha baiklah jika kau yakin bocah, hei pak tua Yan kau dengarkan jadi ambilkan lagi aku arak jangan terlalu pelit."ucap sang kakek tua
"Lalu begitu aku juga tidak akan sungkan adik kecil, senior Yan aku juga tambah 50 porsi lagi."ucap sang pria gendut
__ADS_1
"Karena kalian memesan tambahan semua aku juga ikut, tapi aku sama seperti pesanan adik kecil ini saja."ucap sang pria berotot
"Kalau begitu aku 100 porsi makanan terbaik dan minumannya teh herbal terbaik saja teriak Bo Qin, heehhe aku sudah lapar sehabis teriak-teriak."ucap Bo Qin sambil tersenyum menampilkan gigi-giginya saat sigendut tiba-tiba menghentikan makannya dan melihat tercengang ke arah Bo Qin
"Eh aku tidak jadi sama seperti bocah kecil itu, aku satu kendi arak saja bisa-bisa otot ku yang telah lama kulatih hilang digantikan lemak."ucap sang pria berotot
Tak seberapa lama kini makanan Bo Qin telah mulai berdatangan dan setiap ada makanan dirinya yang datang Bo Qin langsung memakannya seperti orang kelaparan yang tidak makan beberapa tahun
Melihat cara makan Bo Qin semua yang ada di kedai menjadi tertawa
"Hahahahhaha hei gendut ada yang menyaingi makanmu tuh."ucap seorang pemuda dengan tampilan serba putih tetapi walaupun tampilan dia seperti pemuda padahal dia adalah seorang yang telah tua karena efek kultivasi miliknya yang membuat dirinya seperti menjadi muda kembali
"Hahaha itu artinya adik kecil ini tahu artinya menikmati hidup, sudahlah adik kecil jangan hiraukan kata-kata mereka lanjutkan saja makanmu lain kali ku ajak kau berkeliling semua restoran di kota ini."ucap si pria gendut
"Hahahaha sejak kapan aku pernah menganggap perkataan orang biarlah orang berkata apa aku tidak peduli. Yang penting lanjut dulu makan kalau senior telah kenyang biar aku saja yang menghabiskan."ucap Bo Qin pada si gendut
"Enak saja aku masih lapar."ucap si gendut sambil terus makan
...SEKIAN DULU YA SEMUANYA EPISODE KALI INI SAMPAI JUMPA DI NEXT EPISODE JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAUPUN BISA HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI...
...SEE YOU...
__ADS_1