Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 101 Sepuluh Raja


__ADS_3

"Baiklah selanjutnya pertandingan no urut 5 melawan no urut 2."teriak sang wasit lagi


"Yah selanjutnya giliran diriku."ucap Hua Jian Shen yang memiliki no urut 2


"Cepatlah."ucap Bo Qin dengan santainya


"Sial kenapa aku yang harus bertarung melawan wanita itu, walaupun di terlihat cantik dan memiliki pesona yang indah. Tapi bertarung melawan dirinya aku sama saja menuliskan nama ku sendiri dengan kata kematian, tuan ini hanya menyukai berinteraksi dengan wanita cantik yang lemah lembut bukan nya wanita iblis. AKU MENYERAH."teriak salah satu peserta pria berbadan besar penuh dengan lemak.


Mendengar teriakkan pria itu membuat Hua Jian Shen menjadi kesal dan dia menatap tajam kearah pemuda gendut itu dengan dipenuhi niat membunuh. Para juri yang melihat kejadian itu hanya geleng-geleng kepala saja


"Pemenangnya Hua Jian Shen No urut 2."teriak wasit arena


"Yahh pemuda gendut itu memang bisa menilai situasi yang berbahaya, tapi dia tidak bisa mengendalikan mulutnya. Yah semoga saja di masa depan dia tidak akan mati karena mulutnya itu."ucap salah satu penonton yang menyaksikan pertandingan


"Yah kau benar tapi aku meragukan itu, liat saja aku yakin jika ini bukan di arena pemuda gendut itu pasti sudah dibunuh oleh wanita itu."ucap penonton lainnya


"Yah sepertinya dia sedikit memiliki bakat dalam keberuntungan."celetuk penonton lainnya


Hahhahahhahahahhahahahahahha..............


Dilanjutkan tawa penonton lainnya bagi mereka itu merupakan hiburan tersendiri bisa melihat tingkah konyol orang-orang yang sudah melampaui tingkat dewa. Walaupun mereka tidak memiliki kekuatan seperti orang-orang di arena tapi mereka mampu menonton pertandingan akibat pengaruh keluarga mereka yang mendapat slot untuk menonton pertandingan.


"Baiklah pertandingan selanjutnya akan dimulai peserta dengan no urut 20 melawan no ur............."teriak sang wasit yang terus menggema di area pertarungan


Begitulah pertandingan selanjutnya terus berjalan hingga sampai 10 orang tersingkir dan dilanjutkan dengan pertandingan antara 10 orang yang tersisa


"Baiklah selamat bagi kalian yang telah mencapai 10 besar, dan bagi kalian yang telah tersingkir dan kalian merasa bahwa kalian lebih pantas untuk mencapai 10 besar daripada orang yang berada di atas arena silahkan menantang salah satu dari mereka. Apa ada kalian yang tidak terima dengan posisi kalian saat ini."teriak salah satu panitia


"Tidak ada."teriak semua orang yang tersingkir

__ADS_1


"Baiklah buat kalian yang tersingkir kalian akan memiliki gelar sepuluh Raja, dimulai dengan yang paling bawah Raja Tanah, yang ke 19 Raja Tanaman, yang ke 18 Raja air, Yang ke 17 Raja tongkat, yang ke 16 raja panah, yang ke 15 raja belati, yang ke 14 raja tinju, yang ke 13 raja angin, yang ke 12 raja buas, yang ke 11 raja pedang. Itu adalah gelar kalian semua 10 raja nama kalian akan tersebar ke seluruh benua ini."


"Baiklah untuk sepuluh orang yang telah memasuki babak 10 besar silahkan beristirahat untuk 1 jam setelah ini akan langsung dimulai pertandingan antara kalian."lanjut sang panitia


*


*


*


Setelah 1 jam berlalu pertandingan, panitia segera menaiki panggung acara dan akan segera memulai pertandingan selanjutnya


"Baiklah pertandingan akan kita mulai kembali, untuk urutan pertandingan kalian bisa melihat di papan yang disana, yang telah tertulis nama kalian masing-masing. Kali ini pertanding akan dilaksanakan di 5 arena berbeda, Bo Qin melawan Qiu Bao di arena 1, Hua Jian Shen melawan Ning Ruo Yan di arena 2, Mei Yin melawan Ning Hua Lan di arena 3, Yan Guang melawan Han Yao di arena 4, Yan Bai melawan Jing Hua di arena 5."ucap panitia


"Untuk semua peserta silahkan langsung naik ke arena masing-masing, karena pertandingan akan segera kami mulai."lanjut sang panitia


*


*


*


Di bangku penonton yang menyaksikan pertandingan segera ramai perbincangan tentang Bo Qin dan Hua Jian Shen karena cuma mereka berdua yang setiap pertandingan lawannya yang bertarung mengalami kematian


"Hei apakah menurutmu kedua peserta itu akan membunuh lawan mereka lagi."ucap salah satu penonton


"Entahlah tapi peserta yang tersisa semuanya berasal dari kalangan atas jika mereka berani membunuh sembarangan takutnya mereka akan jadi incaran kekuatan besar."ucap salah satu penonton lainnya


"Yah kita lihat saja nanti, apa yang mereka lakukan jika mereka bertarung dengan salah satu kekuatan besar, yang pasti kekuatan besar itu tidak akan mengirimkan keroco lemah. Dan jika mereka mengirim salah satu kekuatan utama mereka dan ternyata kekuatan utama mereka malah terluka atau mati, urutan kekuatan juga akan berubah."ucap penonton lainnya

__ADS_1


*


*


*


Sedangkan itu di arena Bo Qin sedang menatap lawannya, terdapat perbedaan besar dalam gaya mereka, Bo Qin dengan tampilan serba hitam dengan aksen merah darah ditambah caping dan tudung serta topeng tengkorak miliknya yang menggambarkan sosok Bo Qin seperti kultivator jahat sedangkan lawanya dengan pakaian serba putih, dan mengikat rambutnya dengan sebuah kain putih kecil. Mereka seperti menggambarkan pertarungan antara kekuatan jahat melawan kekuatan baik.


"Sebaiknya kau menyerah sekarang sebelum kamu menghadapi kematian, kau belum bisa melawan diriku. Kau tentu tahu apa yang terjadi dengan dirimu seandainya kau tidak menyerah."ucap Bo Qin dengan santainya


"Hahhhh kau benar kekuatan diriku yang sekarang tidak akan mampu menghadapi dirimu, malahan aku akan menghadapi kematian."ucap lawan Bo Qin, Qiu Bao


"AKU MENYERAH."teriak Qiu Bao


Wasit yang mendengar teriakkan Qiu Bao segera mengumumkan kemenangan Bo Qin


"Pemenang di arena 1 Bo Qin."teriak wasit


"Pilihan bagus."ucap Bo Qin


"Aku memiliki mata yang spesial bisa melihat tingkat kultivasi seseorang yang 2 tingkat dari diriku tapi aku tidak bisa melihat tingkat dirimu dan gadis yang bersamamu. Dan juga bisa dilihat dari auramu kau merupakan seorang yang haus darah. Mataku tidak akan pernah berbohong."ucap Qiu Bao


"Hmmmm mata yang menarik."ucap Bo Qin sambil menuruni arena yang kemudian di lanjutkan oleh Qiu Bao menuruni arena


Para perwakilan keluarga Qiu yang ikut menonton di kursi penonton sangat menyayangkan pertandingan itu tapi mereka paham jika pertandingan di lanjutkan perwakilan mereka hanya akan menjadi mayat


"Haisss sepertinya keberuntungan tidak menemani kita, Bao'er harus bertanding dengan orang itu. Bao'er yang memiliki mata khusus tidak bisa melihat tingkat kultivasi miliknya artinya dia sedang menyembunyikan tingkat kultivasi miliknya, dan sifat haus darahnya itu dia pasti akan membunuh Bao'er jika mereka bertanding. Sepertinya pertandingan kali ini menarik Bao'er merupakan salah satu pemuda jenius yang mampu mencapai tingkat dewa sebelum usia 50 tahun, cuma 2 orang yang mampu setara dengannya di dataran ini dan mereka bertiga juga termasuk jenius di dataran tengah. Tapi ada yang lebih dari mereka ini baru menarik."ucap Patriak keluarga Qiu yang sekaligus ayah Qiu Bao


...SEKIAN DULU UNTUK UPDATE KALI INI SAMPAI JUMPA LAGI DI NEXT EPISODE AUTHOR UCAPKAN TERIMA KASIH BUAT KALIAN SEMUA PARA READER YANG MASIH SETIA NUNGGUIN NOVEL INI DAN BUAT READER BARU HAPPY READING ...

__ADS_1


__ADS_2