
Saat Zhu Luoning melihat wajahnya, ekspresinya segera berubah jelek.
"BO QINNNN."teriak Zhu Luoning
"Apa berisik ah aku dekat aja pakai teriak segala."ucap Bo Qin sambil menggosok telinganya.
Melihat ekspresi Bo Qin yang tidak perduli malah membuat Zhu Luoning semakin kesal dia segera melesat ke arah Bo Qin dan mengarahkan tinjunya ke muka Bo Qin. Merasakan adanya bahaya Bo Qin segera melompat kesamping. Zhu Luoning yang melihat pukulannya berhasil dihindari semakin marah, dia segera melesatkan pukulan lagi ke wajah Bo Qin tapi sayangnya masih bisa dihindari Bo Qin
"Guru kenapa kau begitu marah."
"Kenapa begitu marah, pikirkan saja sendiri."ucap Zhu Luoning sambil terus melancarkan serangan
"Hehh sudahlah aku tidak mengerti, buat apa memikirkannya kalau bisa bertarung ya bertarung. Ayo majulah kalau cuma segitu tak akan bisa melukai ku, bahkan menyentuhkupun tidak akan bisa."Provokasi Bo Qin pada Zhu Luoning
"Bocah kurang ajar..."ucap Zhu Luoning
Para tetua dan patriak yang melihat pertarungan guru dan murid itu hanya membiarkan saja, karena dari awal mereka melihat pertarungan itu sama sekali tidak ada niat membunuh bahkan serangan mereka hanya murni menggunakan kekuatan fisik.
Sementara para murid dan para peserta yang mengikuti penerimaan murid baru segera menyingkir dan hanya melihat dari bangku masing-masing.
Pertarungan mereka terus berlanjut walaupun hanya menggunakan kekuatan fisik pertempuran mereka terlihat serius dan menegangkan. Saat melihat ada kesempatan Zhu Luoning segera melepaskan tendangan kearah perut Bo Qin tapi sayangnya tendangan itu berhasil ditangkap Bo Qin. Bo Qin yang berniat menjatuhkan Zhu Luoning, ia segera menarik kaki Zhu Luoning agar ia terjatuh. Tapi sebelum sempat Bo Qin berhasil menjatuhkan Zhu Luoning, Zhu Luoning yang ingin jatuh segera meraih telinga Bo Qin dan menariknya sehingga mereka jatuh berdua. Bo Qin yang merasa sakit di telinganya ingin membalas segera menggerakkan tangannya yang masih kosong untuk menarik telinga Zhu Luoning juga, tetapi tangannya tidak sampai, melihat rambut Zhu Luoning yang panjang dia segera meraihnya dan menariknya dengan keras.
Arrrgggjhhh....
Arggggaaahhh...
"Sakit lepaskan sialan.."teriak Zhu Luoning dan Bo Qin secara bersamaan
"Siapa yang kau sebut sialan kau yang sialan..."ucap mereka kembali terdengar bersamaan.
Patriak Zhu yang melihat kelakuan mereka berdua hanya geleng-geleng kepala dan segera mengarahkan serangan tenaga dalamnya kearah mereka."
__ADS_1
Merasakan ada bahaya mendekat mereka berdua yang awalnya saling mengunci segera melepaskan kuncian masing-masing dan melompat ke belakang.
Duaaaarr
Terdengar ledakan yang cukup keras, bahkan tempat area yang terkena dampak serangan menjadi berlubang.
"Heii kau pak tua apa kau ingin membunuhku, apakau cari mati."teriak Bo Qin sambil menunjuk ke arah patriak Zhu
"Hehh dasar pria tua bau tanah apa kau ingin membunuh putrimu yang cantik ini karena kamu itu dengan kecantikan diriku."ucap Zhu Luoning dengan lantang tidak lupa juga dia menunjuk kearah patriak Zhu. Para penonton yang melihat hanya berusaha menahan tawa mereka dalam pikiran mereka semua memikirkan hal yang sama patriak yang asli seratus persen pria iri dengan kecantikan Zhu Luoning, sungguh ada-ada saja pemikiran Putri patriak mereka ini, itulah pikiran mereka.
Setelah mengucapkan kedongkolan di hati mereka, Zhu Luoning dan Bo Qin saling melirik dan mengangguk. Mereka berdua dengan serempak melesat ke arah patriak Zhu. Setelah agak dekat dengan patriak Zhu, Bo Qin melemparkan bola kecil seukuran bola kasti sedangkan Zhu Luoning melemparkan sebuah bungkusan kecil berwarna hijau. Patriak Zhu yang melihat mereka berdua melemparkan sesuatu menunjukkan senyum percaya diri, dia tidak berusaha menangkis ataupun menahan serangan itu tetapi dia berusaha menghindarinya karena dia yakin barang apapun yang dimiliki mereka bukan hal biasa dan akan sangat merugikan dirinya bila terkena.
Bilah pedang...
Teriak Bo Qin sambil merapatkan kelima jari tangan kirinya dan menebaskannya seperti menebas menggunakan pedang.
Jari perak...
Dua cahaya tenaga dalam bewarna putih, yang satu berbentuk bulan sabit dan satunya berbentuk cahaya lurus segera melesat kearah bola kecil seukuran bola kasti dan bungkusan kecil bewarna hijau.
Duarr..
Duarr
Dua buah benda itu meledak saat berada dekat dengan patriak Zhu akibat terkena serangan yang dilancarkan Bo Qin dan Zhu Luoning.
"Hahahaha rasakan itu hadiah dari aku tua Bangka bau tanah, hahahaha sekarang tubuhmu akan berbau busuk selama setengah bulan dan akan semakin lama dan semakin busuk jika terkena air."ucap Zhu Luoning dengan bangga
"Dan itu hadiah dari ku adalah serbuk gatal yang baru, itu akan bertahan selama 1 bulan dan akan semakin berkurang menjadi 15 hari jika kau terus berendam di dalam air. Semakin lama kau berendam semakin banyak pengurangan waktunya. Tetapi itu hanya berlaku jika kau berendam sebelum 15 hari bagaimana hadiah dariku semoga anda suka."ucap Bo Qin dengan senyum yang menurutnya ramah tapi tidak yang melihatnya menurut mereka iblis sedang tersenyum pada mereka
"Kerja bagus Qin'er, sekarang kita akan liat apa yang dia pilih. Hahahaha."tawa Zhu Luoning
__ADS_1
"Tenang saja pak tua kau boleh mempersiapkan semuanya dulu efeknya akan bekerja setelah setengah jam."ucap Bo Qin
"Ouh ya guru, wajah guru itu dibuat oleh senior Chu. Karena itu bagus aku jadi diam saja dan malah mengajak guru berjalan bukannya melesat dengan ilmu meringankan tubuh agar semua murid bisa melihat karya senior Chu."lanjut Bo Qin
"Ouh sepertinya Chu Ge'ge sudah mulai berubah menjadi jahil apa kau yang mengajari dia seperti itu."
"Tidak guru mana mungkin aku seperti itu."
"Tapi tetap saja kau membuatku malu dengan semua orang melihatku seperti ini."ucap Zhu Luoning sambil menatap tajam kearah Bo Qin
"Terus apa peduli ku."
"Heh yasudahlah lebih baik kita pergi kekediaman kita saja, Lin Shu Yan mari ikuti kami."ucap Zhu Luoning sambil melesat terbang ke atas langit.
"Ta..ta..tapi aku belum bisa terbang."ucap Lin Shu Yan tetapi tidak didengar Zhu Luoning karena dia sudah terbang cukup tinggi.
"Hehh kau ini merepotkan saja."ucap Bo Qin sambil mendekati Lin Shu Yan
Setelah berada di depan Lin Shu Yan dia segera mengangkat Lin Shu Yan seperti mengangkat karung beras di bahunya.
"Ahhh apa yang senior lakukan, lepaskan."
"Shttt diamlah kalau harus membawamu berjalan akan lama lebih baik terbang cepat sampai. Jika kau banyak bicara lagi kau akan kujatuhkan dari ketinggian biar kau hancur jadi bubur darah."ucap Bo Qin setengah teriak akibat kesal dengan Lin Shu Yan yang meronta-ronta. Setelah Lin Shu Yan tenang dia segera melesat ke atas langit.
Para penonton hanya melihat ke arah mereka dengan tatapan berbeda-beda ada yang takut kagum ataupun biasa saja. Bagi yang memiliki tatapan biasa saja itu adalah orang-orang yang sempat di hajar Bo Qin saat di depan kediaman Zhu Luoning karena bagi mereka sesuatu yang dilakukan Bo Qin ini belum seberapa bahkan Bo Qin bisa membunuh tanpa takut apapun. Sedangkan yang kagum kebanyakan para wanita yang belum menjadi murid dan melihat kekuatan Bo Qin dan keberaniannya tanpa tahu kekejaman dirinya. Kalaupun yang takut itu kebanyakan orang orang yang sudah menjadi murid dan sering mendengar rumor tentang Bo Qin
......**SEKIAN DULU YA SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA HUBUNGI SOSIAL MEDIA AUTHOR ADA DI DESKRIPSI NOVEL INI.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......SEE YOU NEXT TIME**......
__ADS_1