
Tak terasa nama pemenang dari masing-masing arena telah didapat, dan mereka semua telah diberikan waktu istirahat satu hari sebelum memulai pertandingan selanjutnya. Dan di arena Bo Qin dan Hua Jian Shen menjadi arena yang paling banyak memakan korban.
Semuanya yang berani maju dibuat oleh Bo Qin dan Hua Jian Shen mati tanpa mayat yang utuh, semua orang yang menyaksikan hanya bisa menebak-nebak siapa sebenarnya kedua orang itu. Sementara orang lain sibuk menerka-nerka ada dua orang yang duduk di bangku penonton yang hanya menggelengkan kepala yang tidak lain adalah Zhu Luoning dan Patriak Sekte Pedang Utara.
"Tidak kusangka ternyata calon suaminya Shen'er memiliki sifat yang sama seperti dirinya. Apa yang akan terjadi jika keduanya tinggal di sekteku mungkin sekte milikku tidak akan bertahan lama."ucap Patriak Sekte Pedang Utara
"Yahh ucapanmu bisa iya bisa tidak, yahh kalau dari serangan orang luar kalian mungkin akan menang tapi jika mereka berdua bertarung sektemu akan hancur. Kedua orang itu tidak akan memperdulikan sekitarnya, asalkan tujuan mereka tercapai."ucap Zhu Luoning
"Yahh sekarang nanti saja kita bahas sekarang lebih baik kita menjemput mereka berdua dan segera ketempat istirahat yang ditentukan."ucap Patriak Sekte Pedang Utara
Patriak Sekte Pedang Utara dan Zhu Luoning segera menghampiri Bo Qin dan Hua Jian Shen untuk membawa mereka ketempat istirahat yang disediakan
"Qin'er dan Shen'er kalian bisa ikut ikuti kami untuk ketempat istirahat, kalian akan istirahat disana untuk menunggu pertandingan terakhir esok."ucap Zhu Luoning
Bo Qin dan Hua Jian Shen hanya mengangguk dan mengikuti segera mengikuti Patriak Sekte Pedang Utara dan Zhu Luoning
*
*
Didalam kamarnya Bo Qin berpikir dengan keras tentang ucapan Hua Jian Shen sebelumnya, dan kejadian saat dia melawan Hua Jian Shen padahal dia berada di tahap kaisar dewa dan dia berakhir imbang dengan seorang jendral dewa.
"Argggghhh sangat sial, bagaimana aku bisa imbang dengan Hua Jian Shen padahal tingkat kultivasi milikku ada di tingkat Kaisar Dewa dan dia cuma di tingkat jendral dewa bahkan belum masuk tingkat raja dewa. Sepertinya pengalaman bertarung memang sangat penting, sepertinya aku harus segera pergi ke dataran suci."
"Ahhh sudahlah aku akan mencari informasi tentang hal ini nantinya, ahhh tapi ku kepikiran hal yang menyenangkan nantinya.
Hahhaahhahahhahahh."ucap Bo Qin sambil tertawa dengan kerasnya yang untungnya kamar yang ditempati Bo Qin telah dipasang array kedap suara jika tidak pasti akan menggangu orang di kamar sebelah.
*
*
Keesokan harinya Bo Qin dan Hua Jian Shen telah siap untuk berangkat ke pertandingan terakhir, dapat terlihat dari wajah mereka yang senang dan Patriak Sekte Pedang Utara sudah menduga pasti mereka berdua akan lebih absurd dari yang sebelumnya.
__ADS_1
"Karena kalian sekelompok di awal pertandingan jadi kalian tidak akan pernah bertemu di pertandingan, kecuali kalian berdua berhasil memenangkan pertandingan dan tersisa kalian berdua harus memperebutkan juara utama. Itu saja kemungkinan kalian bisa dipertemukan dalam pertandingan."
"Hmmm baiklah....... lagipula itu bukan urusanku siapapun lawanku akan kukalahkan."ucap Bo Qin dengan santainya
"Heiiii apa kau yakin bisa mengalahkan diriku."sahut Hua Jian Shen seakan tidak terima dengan ucapan Bo Qin.
"Cihhhh dirimu lain cerita, tapi suatu saat aku pasti akan mudah mengalahkan dirimu. Lain kali tidak akan berakhir seperti kemarin"ucap Bo Qin
"Akan kutunggu."balas Hua Jian Shen
*
*
Saat ini Bo Qin dan Hua Jian Shen telah sampai di arena pertandingan dan mereka telah duduk di tempat khusus peserta, terlihat ada 18 orang lainnya duduk di kursi peserta selain mereka berdua..
Tak lama setelah itu panitia menaiki panggung dan mulai menjelaskan tentang pertandingan selanjutnya dan menjadi penentu urutan 20 besar.
"Baiklah tanpa berlama-lama lagi pertandingan akan segera dimulai, masing-masing peserta silahkan mengambil papan papan yang di bagikan panitia lainnya. Itu berisikan no urut kalian kami juga sudah merancang sedemikian rupa agar peserta yang berkelompok sebelumnya di pertandingan pertama agar tidak bertemu di pertandingan kecuali di pertandingan yang mana itu akan menjadi penentu urutan juara mereka."jelas panitia yang berdiri di arena
"Baiklah pertandingan pertama akan langsung saja kita mulai antara no urut 1 melawan no urut 7. Semua hal boleh di gunakan disini dan apapun yang terjadi di atas arena sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta masing-masing."teriak panitia kemudian dia langsung turun dari arena
"Hehehehe kebetulan sekali aku bertanding pertama."ucap Bo Qin dengan senang, kemudian dia melesat dengan cepat ke atas arena di susul oleh musuhnya
"Hehehhehehee apakah kamu sudah siap mati."ucap Bo Qin sambil tersenyum dengan senyuman yang terlihat mengerikan memandang musuhnya
"Sial senyuman dia sangat mengerikan, bahkan aku yang disini saja ikut merinding."ucap salah satu penonton
"Hehhh kau saja yang penakut masa melihat begitu saja takut."ucap penonton lainnya padahal kaki dia terlihat bergetar hebat seakan tidak mampu menopang berat badannya lagi
"Kalian berdua sudahlah peserta no urut 1 itu memang mengerikan itu bisa terlihat dari setiap pertandingan sebelumnya yang mana tidak ada satupun lawannya yang tidak tewas."ucap penonton lainnya melerai kedua temannya itu
*
__ADS_1
*
*
Sementara itu lawan Bo Qin yang merasa Bo Qin meledeknya merasa kesal, tapi dia tahu Bo Qin lebih kuat darinya dan mustahil bisa mengalahkan Bo Qin.
"Aku menyerah."ucap lawan Bo Qin 'yah lagipula tidak masalah aku menyerah disini anggap saja aku kurang beruntung mendapatkan musuh kuat di awal. Lagipula aku nanti bisa menantang salah satu yang lainnya yang memiliki kedudukan di atas ku.'pikirnya.
"Pilihan bagus, lagipula tidak mudah sampai naik ke tingkat dewa. Kehati-hatian itu perlu agar kau bisa selamat dan bisa sampai tingkat ini."ucap Bo Qin
"Anak itu memiliki peluang untuk bisa meningkatkan terus kultivasi miliknya, dia mampu menilai yang mana harus maju ataupun harus mundur. Daripada harus mati lebih baik dia menyerah."ucap salah satu juri
"Pemenang nya adalah peserta dengan no urut 1 Bo Qin."teriak sang wasit
Setelah diumumkan bahwa dia telah menang Bo Qin segera turun arena dan duduk di samping Hua Jian Shen.
"Baiklah selanjutnya pertandingan no urut 5 melawan no urut 2."teriak sang wasit lagi
"Yah selanjutnya giliran diriku."ucap Hua Jian Shen yang memiliki no urut 2
"Cepatlah."ucap Bo Qin dengan santainya
...**SEKIAN DULU YA DARI AUTHOR MAAF YA LAMA GAK UPDATE YAH WALAUPUN LAMA GAK UPDATE JANGAN KALIAN KIRA GK BAKAL DITAMATKAN YA, BAKAL DITAMATKAN SAMPAI TUNTAS KOK...
...JADI TERUS PANTENGIN AJA YA PENDEKAR PEDANG NAGA KEGELAPAN...
...SALAM HANGAT DARI AUTHOR...
...OUH YA AUTHOR MAU UCAPIN TERIMA KASIH BUAT KALIAN SEMUA YANG MASIH DUKUNG AUTHOR DAN MASIH SETIA NUNGGUIN AUTHOR UPDATE TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA BUAT KALIAN...
...****************...
...SEE YOU NEXT TIME EPISODE** "_"...
__ADS_1