Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 102 Penentuan Gelar Raja Dewa


__ADS_3

"Haisss sepertinya keberuntungan tidak menemani kita, Bao'er harus bertanding dengan orang itu. Bao'er yang memiliki mata khusus tidak bisa melihat tingkat kultivasi miliknya artinya dia sedang menyembunyikan tingkat kultivasi miliknya, dan sifat haus darahnya itu dia pasti akan membunuh Bao'er jika mereka bertanding. Sepertinya pertandingan kali ini menarik Bao'er merupakan salah satu pemuda jenius yang mampu mencapai tingkat dewa sebelum usia 50 tahun, cuma 2 orang yang mampu setara dengannya di dataran ini dan mereka bertiga juga termasuk jenius di dataran tengah. Tapi ada yang lebih dari mereka ini baru menarik."ucap Patriak keluarga Qiu yang sekaligus ayah Qiu Bao


*


*


*


Di arena 2 terlihat dua orang wanita yang saling menatap lawannya.


"Haisss setiap pertandinganmu kau selalu membunuh lawanmu, apakah kau juga kan membunuh diriku."ucap Ning Ruo Yan


"Tergantung jika kau lebih lemah dari ku."ucap Hua Jian Shen


"Xixixixiixixi yah aku memang lebih lemah dari mu. Kuharap kau mau sedikit beringan tangan pada diriku."ucap Ning Ruo Yan


"Gerakan pertama pedang kesombongan - kesombongan mutlak."teriak Ning Ruo Yan dengan semangat


"Cih sangat lemah gerakan pertama bunga darah - tebasan bunga kematian."teriak Hua Jian Shen


Tebasan Hua Jian Shen dan Ning Ruo Yan saling bertemu tetapi tidak lama kemudian serangan Ning Ruo Yan hancur dan serangan Hua Jian Shen terus melesat ke arah Ning Ruo Yan


"Argggghhh."teriak Ning Ruo Yan


"Cih cuma segitu kemampuan dirimu lebih baik mati saja gerakan ke lima bunga darah - kabut darah."ucap Hua Jian Shen sambil menyerang menggunakan pedangnya yang diselimuti oleh kabut berwarna merah darah


"Gerakan ke tujuh bunga darah - jiwa darah."lanjut Hua Jian Shen sambil terus melakukan serangan kabut darah di ikuti serangan jiwa


Dengan kedua serangan Hua Jian Shen pandangan Ning Ruo Yan menjadi kosong, sedangkan tubuhnya perlahan meleleh dan akhirnya hanya menyisakan genangan darah.

__ADS_1


"Pemenangnya Hua Jian Shen."teriak sang wasit arena 2


"Haahahahahha orang lemah tapi berani sombong dihadapan diriku lebih baik mati saja dan sekalian saja kau tidak usah beringkarnasi lagi jiwamu telah hancur."ucap Hua Jian Shen


"Ouh ya bagi kalian yang mengarahkan aura membunuh ke diriku, lebih baik kalian ikut mati saja menemani dia. KABUT DARAH."lanjut Hua Jian Shen sambil mengeluarkan serangan kabut darah nya dari jarak jauh


Yang kali ini serangannya tidak menyelimuti pedang tapi berbentuk kabut yang bergerak dengan cepat ke arah keluarga Ning sehingga tidak ada yang sempat menghentikannya. Setiap dia melewati orang-orang, orang itu akan menjadi genangan darah dan akhirnya kabut itu menyelimuti seluruh orang keluarga Ning yang hadir ditempat tersebut dan tidak ada yang selamat dari mereka


"Hehehehe itu bagus."ucap Hua Jian Shen sambil berlalu menuruni arena


"Berhenti."teriak salah satu panitia dari belakang Hua Jian Shen


"Ada apa, apakah ada yang salah."ucap Hua Jian Shen sambil tersenyum simpul baginya seluruh orang di tempat itu hanyalah semut yah kecuali calon suaminya disana tidak ada yang mampu mengalahkan dirinya jangan kan mengalahkan mengimbangi saja tidak ada yang mampu cukup sekali serang pasti banyak yang akan terbunuh.


"Kau telah membunuh penonton, dan bertindak semaunya."ucap panitia itu, sambil di ikuti panitia yang lain ikut berdiri disamping panitia yang menghentikan Hua Jian Shen sebelumnya. Mereka semua juga siap bertarung dan mengeluarkan aura masing-masing, untuk menekan Hua Jian Shen.


"Aku hanya membunuh orang yang mengarahkan niat membunuh ke arah diriku."ucap Hua Jian Shen


*


*


*


Sementara itu Bo Qin yang melihat akan kemungkinan terjadi pertarungan dua segera melesat ke samping Hua Jian Shen.


"Heiii kalian para orang tua bau tanah kalau mau bicara sebaiknya tarik aura kalian, atau kalian disini ingin mengeroyok calon istriku."ucap Bo Qin sambil mengeluarkan Xiao Houzi sang kera kecil yang kini telah berubah lagi penampilan miliknya dari sebelumnya sekarang warna merah gelap seperti darah yang telah mengental menjadi dominan diseluruh tubuhnya dan hanya sedikit ditumbuhi bulu-bulu bewarna kuning keemasan, tangan dan kakinya juga masih memiliki bulu berwarna hitam legam dan malah bertambah pekat. Sementara di dahinya ada sedikit bulu berwarna ungu yang membentuk seperti jambul, juga lambang naga biru di dahinya semakin jelas. (Bagi yang lupa penampilan Xiao Houzi sebelumnya liat episode 69 ya)


"Xiao Houzi sepertinya kamu memiliki makanan baru."ucap Bo Qin sambil menunjuk ke arah para panitia.

__ADS_1


Disaat suasana sedang memanas seorang pria yang tampak sepuh turun ke arena tepat di tengah antara kelompok Bo Qin dan para panitia.


"Tidak ada larangan sebelumnya yang mengatakan bahwa membunuh penonton dilarang, jadi yang dilakukan oleh gadis itu masih benar. Tapi mulai sekarang akan ada peraturan yang melarang untuk membunuh penonton, ini juga untuk kenyamanan bersama."ucap pria sepuh tersebut.


"Baiklah silahkan lanjutkan pertandingan yang tertunda."lanjut kembali pria sepuh itu.


"Baik tuan."ucap para panitia tersebut.


Yang ternyata pria sepuh tersebut memiliki kedudukan tinggi di tempat tersebut. Melihat keadaan semua yang menjadi damai membuat Bo Qin menjadi murung


'Ahhh harusnya aku menyerang lebih dulu saja tadi ya.'ucap Bo Qin di dalam hatinya


"Yah Xiao Houzi kamu sepertinya tidak jadi makan, lebih baik kembali lagi kedalam segel dan tingkatkan kekuatan milikmu."ucap Bo Qin sambil memasukkan kembali Xiao Houzi kedalam segel ditangannya.


"Anak muda sepertinya kekuatan milikmu meningkat lagi, dan apa jalan milikmu."ucap sang pria sepuh


"Ouh ternyata pak tua yang waktu itu di kedai. Jalan ku adalah pembunuhan dan pembantaian."ucap Bo Qin dengan santainya sambil mengingat pria tua yang waktu itu ditemuinya di kedai misterius


"Hahhhhh semoga kau tidak tersesat di jalan milikmu dan menjadi perwakilan dari kegelapan untuk menghancurkan dunia."ucap sang pria sepuh


"Tentu."ucap Bo Qin


"Ouh ya sepertinya di kedai itu yang datang bukan lah orang biasa semua walaupun banyak yang aneh."ucap Bo Qin


" Yah mereka semua adalah orang terkenal di dataran ini tapi sikap dan perilaku mereka memang banyak yang aneh itu semua demi mengejar jalan mereka."ucap pria sepuh


"Ouhh begitukah, baiklah sampai jumpa lagi lain waktu."ucap Bo Qin dan di ikuti oleh Hua Jian Shen dibelakangnya menuruni arena.


...**SEKIAN DULU YA DARI AUTHOR, UNTUK UPDATE KALI INI SAMPAI JUMPA LAGI DI NEXT EPISODE. AUTHOR UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH BUAT KALIAN PARA READER YANG MASIH SETIA MEMBACA PPNK INI...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...BUAT READER LAMA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH MASIH BERTAHAN, DAN BUAT YANG TELAH PERGI SEMOGA BISA KEMBALI MEMBACA PPNK INI. SEDANGKAN UNTUK READER BARU AUTHOR UCAPKAN HAPPY READING DAN SEMOGA HAPPY DENGAN KARYA AUTHOR** ...


__ADS_2