
"Keputusan mereka itu sudah benar Qin'er mereka berdua adalah pendekar yang hebat. Kabarnya mereka telah mencapai tingkat God Saint, tetapi sayangnya mereka mengalami cidera parah pada suatu pertempuran dan setelah itu mereka tiba-tiba lenyap dari dunia persilatan. Banyak yang mengatakan mereka telah tewas karena tidak tahan dengan cidera mereka, ada juga yang mengatakan mereka hanya bersembunyi untuk memulihkan diri."ucap Liang Chu
"God Saint itu merupakan tingkat yang tinggi, tetapi kenapa mereka bisa terluka dan tingkat mereka turun drastis sekali. Waktu itu mereka mengatakan tingkat mereka hanya Xian Tian, siapa yang mereka lawan."
"Waktu itu mereka bertempur melawan Raja Ular sang Dewa Racun, walaupun tingkatannya sama dengan ayah dan ibumu tetapi dia terkenal akan kehebatannya dalam membuat racun mematikan. Walaupun akhirnya orang tuamu berhasil membunuhnya orang tuamu juga terluka parah. Pertempuran mereka banyak mengundang perhatian banyak pendekar tingkat tinggi yang banyak menyaksikan dari jauh baik itu dari kalangan putih maupun hitam, waktu itu para pendekar kultivator aliran putih yang menyaksikan kemenangan ayah dan ibumu segera menghampiri mereka dan melihat keadaan mereka yang terdapat banyak luka yang darahnya berwarna ungu tanda mereka keracunan. Patriak sekte awan putih yang merupakan salah satu sekte besar terkuat segera membawa orang tuamu untuk di obati ke sektenya sayangnya saat malam hari orang tuamu pergi dan tidak pernah terdengar lagi di dunia persilatan."ucap Liang Chu panjang lebar
"Kalau begitu orang aliran hitam yang menyaksikan pertempuran itu apa yang mereka lakukan senior Chu."ucap Bo Qin
"Setelah kematian Raja Ular sang Dewa Racun mereka segera pergi meninggalkan tempat mereka."ucap Liang Chu
"Ayahmu dan ibumu itu sangat hebat Qin'er mereka juga termasuk dalam salah satu dari 10 orang kultivator yang memiliki gelar dewa."ucap Zhu Luoning
"Gelar dewa apa hebatnya itu guru."
"Itu sangat hebat Qin'er sebenarnya 5 tahun sekali akan diadakan pertandingan antar pendekar dari golongan manapun. Syaratnya kamu cuma harus dibawah umur 80 tahun, dan di pertandingan itu tidak ada aturan hidup dan matimu ada ditanganmu sendiri banyak kultivator yang meregang nyawa di pertandingan itu. Jadi jika kau tidak sanggup melawan sebaiknya kau menyerah. 20 teratas akan mendapatkan gelar raja dan ratu sedangkan gelar dewa Dewi hanya diberikan kepada 10 teratas pertandingan itu."jelas Zhu Luoning panjang lebar
"Ayah dan ibumu juga mengikuti pertandingan itu dan mereka berhasil meraih juara pertama dan kedua. Ayah mu mendapat gelar raja bayangan sang dewa malam ibumu ratu perak sang Dewi bulan darah."ucap Zhu Luoning
"Qin'er apa kau berniat untuk ikut pertandingan itu. 4 tahun lagi pertandingan itu akan kembali diadakan."ucap Zhu Luoning
"Hehe tentu saja, itu sepertinya menyenangkan."
"Tidak boleh, kau masih terlalu kecil. Apa kau berniat menyuruh dia ikut pertandingan itu Ning'er"ucap Liang Chu tegas sambil menatap tajam ke arah Zhu Luoning
"Tidak... tidak cuma untuk dia menambahkan pengalaman, aku cuma akan mengajak dia menonton pertandingan itu saja."
"Ingat Ning'er 4 tahun lagi itu usia Qin'er baru 13 tahun, itu masih terlalu kecil."ucap Liang Chu
__ADS_1
"Sudahlah ini sudah malam sekali apa kalian kembali ke kamar kalian, esok ada pertandingan penerimaan murid baru."ucap Liang Chu sambil terus menatap bintang yang lagi bersinar terang
Merasa sudah lama dia bertanya tetapi tidak ada jawaban dari Bo Qin dan Zhu Luoning, Liang Chu segera menengok ke arah mereka alangkah terkejutnya dia melihat Zhu Luoning yang tertidur dengan bersandar ke batang pohon di belakangnya sedangkan Bo Qin dia juga tertidur di atas paha Zhu Luoning.
"Ahhh... ternyata aku capek-capek ngomong malah tidak di dengar mereka, mereka malah asik tidur. Haisss ya sudahlah tidak mungkin aku membangunkan mereka berdua sedangkan jika aku membawa mereka kembali aku harus membawa satu persatu, jika meninggal salah satu di antara mereka terlebih dahulu dan yang ditinggalkan dalam bahaya aku yang akan disalahkan."ucap Liang Chu sambil menghela nafasnya
"Sudahlah sebaiknya aku menunggu mereka saja, mereka ini selalu saja menyusahkan."ucap Liang Chu sambil mengambil posisi lotus untuk mulai berkultivasi
*****
Tak terasa matahari telah mulai memunculkan diri di ufuk timur, Liang Chu segera menghentikan kultivasinya dan segera membangunkan Zhu Luoning dan Bo Qin
"Qin'er.. Ning'er bangun sudah pagi, ingat hari ini ada pemilihan murid baru di Sekte. Ayo cepat bangunlah."ucap Liang Chu sambil mengguncang tubuh Zhu Luoning dan Bo Qin
"Lima menit lagi."ucap Zhu Luoning dan Bo Qin serempak
"Haiss mereka ini, baiklah kalau begitu."ucap Liang Chu sambil tersenyum misterius
Setelah selesai Liang Chu segera berteriak di telinga mereka Zhu Luoning
"Bangun ada kebakaran."teriak Liang Chu di telinga Zhu Luoning, Zhu Luoning yang kaget segera berdiri sedangkan Bo Qin yang tertidur di pangkuan Zhu Luoning segera terjatuh akibat Zhu Luoning yang langsung berdiri.
"Apa kebakaran dimana-dimana, dimana apinya. Cepat ambil air kita harus segera memadamkannya."ucap Zhu Luoning yang panik
"Hahahaha liatlah mukamu yg menggemaskan saat panik itu Ning'er."ucap Liang Chu sambil tertawa lantang
Sementara Bo Qin yang terbangun akibat terjatuh itu, saat melihat muka Zhu Luoning ingin segera tertawa tetapi dihentikannya karena mendapat kode dari Liang Chu untuk diam
__ADS_1
Bo Qin yang ingin tertawa dan meledek Zhu Luoning segera di hentikan oleh Liang Chu
"Qin'er kau tidak apa-apa kan, sudahlah jangan marah lagipula gurumu menjatuhkan mu tidak sengaja kan. Jadi biarkan dia jangan marah-marah."ucap Liang Chu sambil memberi kode kepada Bo Qin
Bo Qin segera paham dengan maksud Liang Chu, jadi dia segera membuang muka sambil sedikit mengomel.
"Baiklah aku tidak akan marah, lagipula ini bukan salah guru tapi salah senior Chu sehingga membuatku yang asik tidur dan berkelana di alam mimpi malah terbangun akibat terjatuh. Sakit tau kepalaku ini."ucap Bo Qin sambil menggosok-gosok kepalanya yang terjatuh saat Zhu Luoning berdiri.
"Maafkan aku Qin'er, tapi kau pasti senang kan."ucap Liang Chu sambil tersenyum misterius
"Hehehehe tentu saja."
Zhu Luoning yang belum menyadari adanya yang berubah dengan wajahnya bertanya
"Senang kenapa kalian berdua."ucap Zhu Luoning sambil menatap tajam kearah Bo Qin dan Liang Chu
"Tidak-tidak aku hanya senang karena bisa mengalami hal yang sama sebelum kematian orang tuaku. Dulu kami juga sering menatap bintang di malam hari."ucap Bo Qin
"Apa itu benar Qin'er."ucap Zhu Luoning
"Benar guru."ucap Bo Qin yang memang menyatakan kebenaran bahwa ia sangat senang karena telah melihat bintang bersama gurunya dan Liang Chu
"Apalagi yang guru dan senior Chu tunggu bukannya tadi senior Chu membangunkan kami karena hari ini ada penerimaan murid baru."lanjut Bo Qin
"E..e..eh..eh baiklah."ucap Liang Chu dan Zhu Luoning dengan canggung saat melihat wajah Bo Qin yang menyiratkan kerinduan walaupun hanya sebentar tapi itu tidak luput dari pandangan mereka.
Masa lalu yang indah dan kebersamaan yang dulu sekarang ini hanya bisa dikenang dan dijadikan kenangan yang tak terlupakan, ayah ibu tenanglah kalian di alam sana.Ucap Bo Qin dalam hati
__ADS_1
......**SEKIAN DULU YA SEMUANYA, MAAF KALAU ADA YANG TYPO DAN CERITANYA KURANG MENARIK HABIS IDE ADASIH TAPI GAK TAU CARA NULISINNYA GIMANA. JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR YA. ATAU BISA KIRIMKAN KE KONTAK AUTHOR DI DESKRIPSI ITUNG-ITUNG NAMBAH TEMAN......
......WASSALAM**......