
"Sudah cukup anak muda, pertama kau membuat keributan di depan kediaman kami. Setelah itu kau juga menghina tuan kota kami. Sebaiknya kalian pergi dari sini atau tempat ini akan menjadi kuburan kalian."
"Hehh menjadi kuburan kami, bukannya malah sebaliknya."ucap Zhu Luoning sambil tersenyum
"Walaupun kau lebih kuat daripada kami, tapi kami memiliki lebih banyak orang yang memiliki tingkat emperor akhir sedangkan kau walaupun berada di tingkat emperor puncak yang sedikit lagi naik tingkat dewa kau akan tetap kalah melawan banyak orang tingkat emperor akhir."ucap sang patriak
"Bukankah masih ada muridku."ucap Zhu Luoning
"Hahahahahahahha muridmu itu saja tidak memiliki aura kultivasi jadi mungkin dia hanyalah sampah Sekte hahahahahah."tawa patriak Shi
"Ouh begitu kah kalau begitu kita mulai saja, dan kau walikota anjing keluarga Shi apakah kau ingin membantu tuanmu melawan diriku atau hanya duduk manis menonton saja."ucap Zhu Luoning
Keributan di depan kediaman keluarga Shi banyak menarik perhatian orang-orang yang lewat, mereka bingung sepertinya ada yang mencari masalah dengan keluarga Shi. Bagi penduduk yang sudah dari awal menyaksikan mulai menceritakan tentang kejadian yang mereka lihat dan penyebab karena kedua orang itu menyerang keluarga Shi.
Penduduk yang mendengar cerita maupun yang bercerita banyak yang tidak percaya dengan ucapan dua orang yang menyerang keluarga Shi yang tidak lain adalah Bo Qin dan Zhu Luoning
Bo Qin dan Zhu Luoning segera melesat kedepan dan mulai membunuh orang-orang keluarga Shi dan juga orang-orang yang di bawa oleh walikota. Mereka berdua terlihat seperti dua iblis yang sedang membantai para manusia, para penduduk yang melihat menjadi ketakutan akan kekejaman Bo Qin dan Zhu Luoning.
"Hei kalian itu dari aliran putih harusnya lebih mengutamakan kedamaian."ucap patriak Shi yang sudah terduduk ketakutan.
__ADS_1
"Hahahaha persetan dengan yang namanya aliran yang ada, lebih baik menyingkirkan semua musuh yang menggangu daripada harus mengampuni."ucap Bo Qin
Tak berapa lama kemudian seluruh prajurit keluarga Shi beserta prajurit tuan kota tiga mawar telah habis dan yang tersisa hanyalah tuan kota dan juga patriak Shi. Zhu Luoning segera melesat ke arah tuan kota dan segera memenggal kepalanya. Sedangkan Bo Qin melesat ke arah patriak Shi dan saat ingin menebas kepalanya Bo Qin dihentikan oleh seseorang yang melempari dirinya batu saat Bo Qin berbalik dia segera tersenyum ternyata yang melempari dirinya hanyalah anak kecil
"Hei penjahat lepaskan dirinya dasar kau penjahat kejam."teriak anak kecil itu ke Bo Qin patriak Shi yang melihat itu menjadi tersenyum dia berpikir masih ada kesempatan dirinya selamat tidak mungkin Bo Qin membunuh dirinya di hadapan anak kecil itu.
"Hehhh anak kecil tahu apa dirimu."ucap Bo Qin dengan santai dan perlahan mendekat kearah anak kecil itu. Dari dalam kerumunan orang-orang segera keluar perempuan sambil memeluk anak kecil itu, dan meminta maaf pada Bo Qin.
"Tuan tolong lepaskan anak saya dia masih kecil dan tidak tahu kekejaman keluarga Shi yang disembunyikan mereka dengan baik."ucap orang itu sambil terus memeluk anak kecil itu
Bo Qin tidak menghiraukan ucapan perempuan itu, dia terus saja berjalan dan ketika sampai di depan anak kecil dan ibunya itu Bo Qin segera menebaskan pedangnya kearah ibu dan anak itu seketika kepala keduanya terpenggal bersamaan.
"Aku tidak peduli dengan itu anak kecil atau apapun itu selagi itu menghalangi jalanku aku akan menghancurkannya rasa kasihan hanya akan menjadi kelemahan saja."ucap Bo Qin
"Hadehh Qin'er kau ternyata lebih kejam daripada diriku, seandainya aku yang menghalangi jalanmu apa yang kau lakukan."ucap Zhu Luoning
"Pertanyaan apa itu, bukankah jawaban sangat mudah aku tinggal membunuh guru saja."ucap Bo Qin dengan santai
"Hahh ya sudahlah, aku menyesal bertanya kepadamu."ucap Zhu Luoning
__ADS_1
Setelah membunuh anak kecil bersama ibunya itu Bo Qin segera melesat ke arah Zhu Luoning dan segera membawa Zhu Luoning terbang ke atas kota tiga mawar tapi sebelumnya dia telah memotong kedua tangan dan kaki milik patriak Shi.
"Karena kalian semua sebenarnya berpihak kepada keluarga Shi jadi sebaiknya kota ini ikut musnah saja bersama keluarga Shi. Tapak Penghakiman."ucapan Bo Qin menggema ke seluruh kota tiga mawar banyak orang yang ingin meninggalkan kota tapi tidak bisa karena Bo Qin telah memasang array penyegel seperti waktu dia menyegel kota daun gugur dan kota seribu bunga.
Diatas langit saat ini muncul sebuah telapak tangan berwarna merah yang menutupi seluruh kota tiga mawar, diiringi dengan gerakan tangan Bo Qin telapak tangan itu melesat dengan cepat ke arah kota tiga mawar.
Booommmmm
Suara ledakan yang besar terdengar ketika telapak tangan merah itu mencapai daratan, suaranya sangat keras sampai daerah sekitarnya bahkan suara ledakan terdengar sampai ke tempat rombongan tetua Yan beristirahat.
"Suara ledakan apa itu."ucap tetua Yan
"Tetua aku mempunyai firasat ini akibat pertarungan Kaka senior, soalnya Kaka senior itu masalah kecil saja dia akan membunuh orang."ucap Lin Shu Yan
"Itu ada kemungkinan, tapi apa dia akan mengeluarkan jurus yang kuat hanya untuk mengalahkan keroco."ucap tetua Yan
"Senior itu tidak mempunyai jurus yang lemah lagipula bagi senior ada beberapa korban dalam pertarungan tidak masalah, yang penting hasilnya dia menang."ucap Lin Shu Yan
"Kalau begitu cepat kita harus melanjutkan perjalanan sekarang ada kemungkinan seniormu itu sedang mengamuk di kota Tiga Mawar."ucap tetua Yan
__ADS_1
"Tapi saat kita sampai pasti disana telah hancur lebur dan tidak tersisa lagi."ucap Lin Shu Yan
...SEKIAN DULU YA SEMUANYA EPISODE KALI INI SAMPAI JUMPA DI NEXT EPISODE JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAUPUN BISA HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI...