Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 30 Mulainya Pertandingan


__ADS_3

"Apalagi yang guru dan senior Chu tunggu bukannya tadi senior Chu membangunkan kami karena hari ini ada penerimaan murid baru."lanjut Bo Qin


"E..e..eh..eh baiklah."ucap Liang Chu dan Zhu Luoning dengan canggung saat melihat wajah Bo Qin yang menyiratkan kerinduan walaupun hanya sebentar tapi itu tidak luput dari pandangan mereka.


Masa lalu yang indah dan kebersamaan yang dulu sekarang ini hanya bisa dikenang dan dijadikan kenangan yang tak terlupakan, ayah ibu tenanglah kalian di alam sana.Ucap Bo Qin dalam hati.


Setelah itu mereka segera pergi ke kediaman masing-masing, Zhu Luoning yang ingin kembali dengan ilmu meringankan tubuh miliknya di hentikan Bo Qin.


"Guru kalau guru menggunakan ilmu meringankan tubuh kita akan cepat sampainya, lebih baik kita berjalan santai saja sambil menikmati pemandangan guru."ucap Bo Qin dengan tersenyum


"Ada apa dengan sikap mu hari ini Qin'er, tidak seperti biasanya."


"Tidak ada apa-apa guru, oh ya kita langsung ketempat pertandingan diadakan atau guru ingin makan dan mandi terlebih dahulu."


"Kultivator tidak perlu makan ataupun mandi, lagipula aku sudah segar."ucap Zhu Luoning dengan muka agak kesal karena dia pikir Bo Qin mengatakan mandi hanya meledek dia yang bangun pagi akibat di kerjain Liang Chu


"Kalau begitu sebaiknya guru makan ini saja."ucap Bo Qin sambil melemparkan buah seperti apel tetapi bewarna biru muda.


"Hahhh apel permata laut, bukannya ini termasuk salah satu sumberdaya yang cukup langka. Sumberdaya ini berguna bagi tahap Emperor ke bawah, bagi yang mengalami kemacetan dalam kultivasi bisa menggunakan sumberdaya ini bisa membantu mereka menerobos halangan."ucap Zhu Luoning


"Hahhh sudahlah guru aku masih punya beberapa, lagipula itu cuma hitung-hitung sebagai makanan pencuci mulut saat latihan ku dulu."ucap Bo Qin


Siallann ni bocah, seberapa besar sih keberuntungan miliknya. Bikin iri saja. Ucap Zhu Luoning dalam hati


"Hei bocah sebenarnya kultivasimu sudah di tingkat mana."


"Yang pasti lebih kuat daripada pak tua yang disebut patriak oleh si kera tua."ucap Bo Qin


"Siapa yang kau sebut kera tua Qin'er."


"Siapa lagi kalau bukan tetua yang ku kerjain waktu itu."ucap Bo Qin sambil mengeluarkan sebuah kantung kecil berisi bubuk-bubuk halus, dan melempar keatas tapi tidak terlalu tinggi lalu menangkapnya kembali.

__ADS_1


"Hahahaha....aku masih ingat ekspresi dia waktu itu, apalagi yang waktu dia di ikat tangan dan kakinya dia meronta-ronta."ucap Zhu Luoning sambil tertawa lantang


Bo Qin dan Zhu Luoning terus berjalan menuju ke arah tempat penerimaan murid baru. Di setiap mereka berdua lewat pasti terlihat ekspresi orang-orang menahan tawa.


"Qin'er dari tadi aku melihat banyak sekali orang-orang menahan tawa saat kita lewat, apa yang mereka tertawakan. Apa ada yang lucu dari kita."ucap Zhu Luoning kepada Bo Qin


"Entahlah guru aku juga tidak tahu."ucap Bo Qin sambil tersenyum


Melihat senyuman Bo Qin Zhu Luoning merasakan ada yang salah tetapi setelah memeriksa semua didirinya tidak ada yang salah, tentu saja dia tidak memeriksa wajahnya. Para murid juga tidak berani komentar takut dihajar.


"Ah sudahlah mungkin firasatku saja, ayo lanjut jalan Qin'er."ucap Zhu Luoning yang berfikir tidak mungkin Bo Qin mengerjai dia sedangkan Bo Qin juga tertidur, sedangkan Liang Chu kemungkinan sangat kecil bisa mengerjai dia.


Setelah sampai di tempat pertandingan Zhu Luoning segera duduk di tempat duduknya, sedangkan para tetua yang sudah terlebih dahulu tiba di sana melihat Zhu Luoning menjadi terkejut tetapi mereka hanya diam dan geleng-geleng kepala saja. Mereka yakin itu pasti ulah muridnya sendiri.


Para murid yang ikut menyaksikan penerimaan murid baru juga berusaha menahan tertawa, atau mereka berpura-pura bercanda dengan temannya untuk tertawa. Mereka tidak ingin ketahuan menertawakan tetua Zhu yang terkenal kejam.


Para murid baru yang telah mendaftar sebelumnya segera duduk di tempat yang telah disediakan, setelah sampai waktunya naiklah seorang tetua keatas arena.


"Perkenalkan semuanya namaku Zhang Zuanji kalian bisa memanggilku tetua Zhang."ucap tetua yang menaikki panggung


Setelah mendengar ucapan tetua Zhang semua peserta naik ke atas arena dan segera menarik sebuah papan kayu yang terdapat no diatasnya.


"Baiklah silahkan semua peserta kembali ke tempat duduk masing-masing, dan persiapkan diri kalian karena diantara 778 diantara kalian hanya 50 yang diterima jadi berjuanglah tunjukkan yang terbaik."ucap tetua Zhang.


"Baiklah ujian pertama adalah pertarungan disini kami akan menyingkirkan setengah dari kalian. Kami akan mengundi melalui bola - bola didalam kotak disebelah kalian mengambil nomor undian kalian tadi, bola - bola itu bertuliskan angka yang sama dengan ditangan kalian. Kami akan mengambil 2 bola yang mana angka yang kami sebut akan bertarung. Setiap pertandingan akan ada 25 pertarungan yang dimana pertarungan akan dilakukan di arena 1 sampai 25 "jelas tetua Zhang


"Baiklah langsung kita mulai saja pertandingan ini."ucap tetua Zhang sambil mengambil 2 buah bola


"Pertarungan pertama nomor 267 melawan 465 untuk kedua peserta silahkan naik keatas arena." Ucap tetua Zhang


"Pemenangnya 267."

__ADS_1


"Pertarungan pertama nomor 475 melawan 715........."


"Pemenangnya 715."


"Pertarungan pertama no..."


"Pemenang...."


Pertandingan terus berlanjut hingga tak terasa pertandingan pertama telah selesai kali ini telah memasuki pertandingan kedua, kali ini pertandingan sama seperti pertandingan sebelumnya tidak ada yang menarik. Pertarungan begitu di dominasi salah satu pihak karena tidak ada keseimbangan kekuatan, hingga pertandingan kedua juga selesai dengan cepat.


"Baiklah sekarang pertandingan ke tiga untuk yang bertanding adalah nomor....."ucap tetua Zhang sambil menyebutkan setiap peserta yang akan bertanding.


Di pertandingan ke tiga tidak seperti pertandingan pertama dan kedua pertandingan kali ini banyak yang seimbang jadi mereka harus berjuang mati-matian untuk menang, pertandingan babak ke tiga ini lebih menarik bagi para penonton.


Tapi dari semua pertandingan Bo Qin tidak tertarik sama sekali, tetapi saat dia mengawasi semua tempat pertandingan dia tertarik dengan arena 17 yang terdapat satu orang pria dan satu lagi wanita, yang mana bukannya mereka bertarung mereka hanya diam saja.


"Hahahaha daripada kau ikut bertanding di sini, lebih baik kau urus sana rumah makan peokmu itu."ucap sang pria


"Itu bukan urusanmu, urus saja urusanmu sendiri." Ucap sang wanita dengan tegas


Bo Qin yang mendengar bahwa yang bertanding merupakan koki, ia segera melompat ke arena dan menghentikan pertarungan.


"Berhenti, apakau benar hanya seorang koki."ucap Bo Qin sambil menatap mata perempuan tersebut dengan tajam


"Y..ya..ya senior saya memanglah hanya seorang koki di restoran kecil."


"Baiklah kau tidak usah bertanding kau sudah di terima dan akan menjadi murid langsung tetua Zhu."ucap Bo Qin


......**SEKIAN DULU YA SEMUANYA TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA......


......JIKA ADA KRITIK DAN SARAN KALIAN BISA TULISKAN DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA KIRIMKAN KE SOSIAL MEDIA AUTHOR YANG ADA.......

__ADS_1


......SAMPAI JUMPA LAGI DI LAIN WAKTU**.......



__ADS_2