Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 39 Bo Qin Vs Tetua Gang


__ADS_3

"Ehh tunggu dulu membunuh dirimu langsung tidak akan menyenangkan, jadi sebaiknya bagaimana caranya aku membunuhmu."ucap Bo Qin sambil menekan pedangnya dan sedikit menariknya sehingga leher tetua Gang sedikit berdarah.


"Ouh aku ada ide, begini saja."ucap Bo Qin sambil menebaskan pedangnya kearah Tangan kiri Tetua Gang


Arrgghhh


"Ayolah jangan berteriak cepat gunakan tenaga dalammu untuk menghentikan pendarahannya dan mengurangi rasa sakitnya."ucap Bo Qin dengan tatapan menatap orang bodoh.


Tetua Gang segera menggunakan tenaga dalamnya untuk menghentikan dan mengurangi pendarahannya, melihat tangannya yang terpotong membuat tetua Gang sangat marah walaupun di dunia kultivator menumbuhkan tangan yang terpotong bukan hal yang mustahil tapi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit


"Sialan kau bocah setan jika aku tidak bisa membalasmu maka namaku bukanlah Nangong Gang."


"Terus apa dong kau kan tak akan bisa membalas...? Apa kalau kau tidak bisa membalas namamu berubah menjadi babi sombong, tidak tahu diri, buta, lemah, hidup pula bagaimana dengan nama itu cocok kan dengan dirimu?." Ucap Bo Qin dengan senyuman mengejek


"Bocah sombong, kali ini kau akan mati tapi kau harusnya bisa bangga karena akan mati dengan pusaka andalan ku ini."ucap tetua Gang sambil mengeluarkan sebuah pedang dengan gagang bewarna merah dan bilah yang bewarna biru


"Pedang ini bernama pedang Langit Darah, pedang ini merupakan pusaka tingkat bintang peringkat rendah. Senjata ini merupakan rahasiaku yang bahkan patriak tidak tahu."ucap tetua Gang dengan bangga

__ADS_1


Melihat senjata yang dikeluarkan tetua Gang Bo Qin segera tersenyum, dalam pikirannya dia sedang memikirkan tidak perlu mencari susah-susah sudah ada satu bahan yang cocok untuk membuat pedang adik juniorku. Sepertinya junior ku itu memiliki keberuntungan yang tinggi, itulah pikiran Bo Qin. Tentu saja hanya Bo Qin yang berpikir begitu sedangkan yang lainnya berpikir Bo Qin akan mati, Lin Shu Yan juga yang melihat pedang yang dikeluarkan tetua Gang wajahnya segera menunjukkan perubahan dia takut terjadi apa-apa pada seniornya.


"Hahahaha pak tua Gang jika kau masih ingin melihat matahari besok cepat berikan pedang itu, pedang itu sepertinya cocok untuk kulebur untuk membuat senjata untuk adik seperguruanku."


Melihat sikap Bo Qin yang tidak peduli bahkan masih mengancam tetua Gang banyak orang yang berpikir Bo Qin adalah orang yang bodoh, seharusnya orang sekuat tetua Gang ditambah pusaka tingkat bintang harusnya kesempatan Bo Qin untuk menang telah kecil bahkan kemungkinan besar Bo Qin akan mati.


"Hahahaha bocah ternyata kau tidak kenal takut ya, atau kau sangking ketakutannya sehingga tidak bisa berpikir jernih hahahaha."tawa tetua Gang meledek Bo Qin


"Hahh membuatku takut, memangnya dirimu dan mainanmu itu bisa melakukan apa terhadap diriku."ucap Bo Qin dengan santai


"Arrgghhh kurang ajar terima ini."ucap tetua Gang sambil mengarahkan ujung pedangnya ke dada Bo Qin


"Apa bagaimana mungkin senjata tingkat bintang ku, apa yang kau lakukan pada senjata ku."ucap tetua Gang menatap kosong ke arah senjatanya yang telah patah 2


Belum selesai tetua Gang meratapi kehilangan senjatanya dia berteriak kesakitan dan jatuh ke tanah, akibat kedua kakinya telah ditebas dan terpotong oleh serangan pedang Bo Qin.


"Aaarrgghhh....bunuh saja aku."ucap tetua Gang

__ADS_1


"Membunuhmu itu boleh saja tapi nanti."ucap Bo Qin sambil tersenyum manis tapi bagi orang-orang yang berada di sana mereka seperti melihat iblis tersenyum


Sementara itu di sekte pedang naga Zhu Luoning memulai rencananya dia mendatangi aula pengobatan karena dia yakin ayahnya pasti dirawat di sana. Sesampainya di sana dia di cegat oleh tetua Kong dan tetua Yin.


"Hai paman berdua kenapa paman menghalangi diriku, aku hanya ingin membantu ayah untuk menghilangkan efek serbuk gatal milik murid ku itu."ucap Zhu Luoning


"Maaf Ning'er kami dilarang tetua Yan untuk mengijinkan siapapun mengganggu patriak, hanya kami yang boleh menemui patriak."ucap tetua Yin ramah


"Ahhh paman berdua aku hanya ingin menyerahkan obat serbuk gatal tidak ada maksud lain kok."Ucap Zhu Luoning sambil mengeluarkan sebuah bungkusan kecil


"Baiklah kami akan menyerahkan ini ke tetua long, semoga dengan ini patriak cepat sembuh."ucap tetua Yin mengambil bungkusan itu dari tangan Zhu Luoning. Tetua Yin segera masuk dan menemui tetua Yan yang lagi bersama tetua long dan dewa obat, dia segera menceritakan kedatangan Zhu Luoning dan memberikan bungkusan yang kata Zhu Luoning adalah penawar.


...SEKIAN DULU YA SEMUANYA TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA HUBUNGI SOSIAL MEDIA AUTHOR DI DESKRIPSI/SINOPSIS NOVEL INI....


......OH YA INI EPISODE TERAKHIR UPDATE UNTUK BULAN INI AKAN UPDATE KEMBALI SETELAH IDUL FITRI H-3 ......


......MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN......

__ADS_1


......SEE YOU NEXT TIME......


__ADS_2