Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 43 Paviliun bintang


__ADS_3

"Ouh ya kalian para orang tua bau tanah dimana tempat membeli bahan penempaan di kota ini."lanjut Bo Qin


"K...ka..kau bisa mencari di paviliun bintang disana menjual berbagai jenis barang carilah disana."ucap tuan kota seribu bunga sambil menahan rasa sakit


"Ouh baiklah kalau begitu aku pergi dulu semoga hari kalian menyenangkan, sampai jumpa lagi."


'Menyenangkan gundulmu ini hari tersial dalam hidup kami.'tentu saja ucapan mereka itu hanya mereka ucapkan dalam hati masing-masing mereka tidak akan berani berbicara secara langsung mengingat sikap Bo Qin


Sementara Bo Qin saat ini menuju paviliun bintang Liang Chu saat ini telah tiba di depan gerbang kota seribu bunga. Ia melihat sekitar seperti bekas pertarungan ia segera memiliki pirasat pasti itu olah Bo Qin.


"Sepertinya bocah itu berbuat ulah lagi sepertinya dia itu harus masuk kelas etika dan kesopanan agar dia bisa mengendalikan dirinya. Akan kuusulkan ke Ning'er nantinya, bagaimanapun dia adalah gurunya."ucap Liang Chu


Liang Chu terus memasuki kota dia mengikuti jejak-jejak bekas kerusakan yang ada, ia bisa melihat bekas kerusakan yang ada karena Bo Qin yang asal menyerang yang tidak mau memperkirakan akan merusak sekitarnya pula. Bagi Bo Qin jika ada salah seorang dari suatu kelompok yang menggangu dirinya, maka kelompok di belakangnya pun harus merasakan akibatnya pula.


Tak lama Liang Chu akhirnya tiba di depan kediaman tuan kota, ia melihat kerusakan yang parah dari kediaman walikota. Liang Chu akhirnya mengerti kenapa banyak rumah penduduk di kota ini hancur.


"Ouh sepertinya orang kediaman tuan kota ini yang membuat masalah dengan bocah itu, pantas saja rumah penduduk dan beberapa penduduk ikut terluka. Mengingat sifat bocah itu yang akan menyerang apa saja yang berhubungan dengan musuhnya, berhubung yang mencari masalah adalah tuan kota ini jadi dia tidak peduli jika serangannya juga akan berdampak pada penduduk sekitar."gumam Liang Chu


Sementara Liang Chu yang masih melihat keadaan sekitar dan menolong para penduduk yang terkena dampak serangan Bo Qin sebisa dirinya, Bo Qin bersama Lin Shu Yan telah tiba di paviliun bintang. Orang-orang sekitar yang melihat kedatangan mereka langsung mengindari dirinya dan dari ekspresi mereka jelas terlihat bahwa mereka ketakutan. Lin Shu Yan yang melihat semua itu hanya bisa menghela nafas, ia paham kenapa semua orang bisa ketakutan setelah melihat pertarungan Kaka seniornya yang seperti iblis bahkan dia sebenarnya juga sangat ketakutan. Lin Shu Yan melihat semua orang mulai menjauh dari mereka mulai khawatir jika Kaka seniornya tersinggung dan mulai menengok ke arah muka Bo Qin dan yang ia lihat ternyata berbeda dari pikirannya, Bo Qin ternyata malah tersenyum lebar menunjukkan ekspresi bahagia.


Menyadari ada yang mengawasi dirinya Bo Qin menengok kearah Lin Shu Yan

__ADS_1


"Ada apa, apakah dirimu berpikir aku akan terpengaruh oleh keadaan ini dan aku akan bertarung lagi."


Lin Shu Yan tidak menjawab dan hanya mengganguk


"Tidak akan malah aku senang kita tidak perlu antri dan harus sesak-sesakan."ucap Bo Qin


Mendengar jawaban Kaka seniornya itu Lin Shu Yan jadi lega, mereka pun segera menuju meja resepsionis untuk menanyakan barang yang mereka cari. Sesampainya di sana dia hanya melihat seorang tua yang tertidur dan seperti tidak memperdulikan keadaan sekitarnya bahkan orang-orang di sekitarnya yang menanyakan barang tidak dia perdulikan sampai para pelayan toko yang disampingnya terus kewalahan, tapi anehnya tidak ada yang membangunkan dirinya. Ketika Bo Qin dan Lin Shu Yan datang orang tua itu tiba-tiba bangun dan menatap tajam ke arah Bo Qin


"Kau terlalu banyak membunuh anak muda, tanganmu telah penuh akan darah."ucap pria tua tersebut


"Tidak masalah pak tua walaupun tanganku telah penuh darah tapi aku hanya membunuh orang-lorang yang menggangu diriku, yah termasuk orang dekat mereka sih."ucap Bo Qin santai


"Apakah dirimu ingin menjadi iblis anak muda."


"Hahahaha........ hahahahhaha..."tawa lantang pak tua itu, tapi anehnya walaupun pak tua tersebut tertawa seperti orang gila tidak ada yang berani mengejek dirinya bahkan menoleh sekalipun mereka tidak mau


"Pak tua bisa hentikan tawamu itu, itu mengganggu."ucap Bo Qin


"Menarik-menarik kalau begitu akan kutanya apakah dirimu akan berani melawan orang-orang dengan pendukung besar yang menggangu dirimu."


"Selama mereka masih memiliki nyawa aku masih bisa menghilangkannya. Jangankan keluarga besar bahkan seluruh dunia sekalipun jika menyinggung diriku aku akan memusnahkannya walaupun harus mengorbankan diriku sendiri."ucap Bo Qin dengan tegas.

__ADS_1


"Ekhemm....ekhemmm.....Baiklah jadi kita kembali ke bisnis kau sedang mencari apa disini."ucap pak tua


"Aku mencari bijih yang bagus untuk membuat pedang."


"Itu untuk dirimu atau bukan."balas pak tua itu lagi


"Itu untuk adik seperguruan ku ini."ucap Bo Qin sambil menarik Lin Shu Yan yang dari tadi bersembunyi di belakang Bo Qin


"Hmmmm hanya orang biasa-biasa saja tidak ada aura haus darah seperti dirimu. Nona kecil kedepannya jangan terlalu mengikuti jejak kakak seperguruanmu, kalau bisa bujuk juga Kaka seniormu untuk lebih bisa bersabar."


"B..ba....baik senior."ucap Lin Shu Yan dengan gemetar


"Akan kuambilkan sesuatu yang cocok untuk dijadikan senjata bagimu."ucap pak tua itu pada Lin Shu Yan


"Ini dia batu baja dingin, batu meteor, dan juga mitrhil semuanya sepuluh ribu koin emas."ucap pak tua itu pada Bo Qin


"Baiklah ini ambillah."ucap Bo Qin sambil menyerahkan 10 Batu roh tingkat rendah.


"Baik...dan juga ini untukmu bocah bijih ini tidak mampu kami cairkan tetapi batu ini bisa menyerap darah mungkin ini cocok untuk tambahan bahan senjata dirimu. Anggap saja itu hadiah pertemuan dariku."ucap pak tua pada Bo Qin


"Baiklah terimakasih"

__ADS_1


......Sekian dulu ya semuanya maaf lama gak update ada sedikit kesibukan. jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar atau bisa hubungi sosmed author di deskripsi novel ini......


......SEE YOU NEXT TIME......


__ADS_2