
"Sepertinya disini cocok untuk rebahan."setelah menemukan posisi yang tepat dia segera mengeluarkan buah sisa bekal dia di berlatih di dalam bola kristal.
"Ahhh enak seperti biasa, sayang sekali buah ini sangat langka diluar padahal dulu di dalam bola kristal ini merupakan salah satu buah favorit ku."ucap Bo Qin sambil memakan sebuah apel bewarna ungu dengan sedikit corak garis-garis warna merah. Jika para kultivator melihat Bo Qin makan dengan santai pasti membuat mereka iri sampai mati, karena buah yang dimakan Bo Qin itu bisa membuat seorang yang tidak berbakat menjadi jenius nama buah itu adalah apel ungu penentang takdir.
"Ternyata malam ini sangat indah, bintang dan bulan bersinar dengan terang. Pemandangan dan suasana ini mengingatkanku pada ayah dan ibu."ucap Bo Qin
"Ayah ibu apakah kalian disana melihat diriku ini, sekarang aku sudah menjadi kultivator seperti harapan kalian. Apa kalian bangga dengan diriku."
"Tenanglah Qin'er orang tuamu pasti bangga, sekarang kau sudah menjadi kultivator kuat."ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja datang dan berjalan kearah pohon tempat Bo Qin tiduran.
"Hei cepat turun, daripada duduk disana lebih baik turun. Aku tau tempat yang bagus untuk melihat keindahan malam."ucap wanita itu lagi yang tidak lain adalah Zhu Luoning
"Benarkah dimana itu guru."ucap Bo Qin
"Sudah ikuti saja aku."ucap Zhu Luoning sambil melesat pergi.
Melihat gurunya langsung pergi Bo Qin segera melesat menyusul Zhu Luoning, tak berapa lama kemudian Bo Qin melihat gurunya sedang berdiri di atap suatu bangunan sambil melihat ke arah murid-murid yang sedang patroli.
"Ada apa guru kenapa berhenti."ucap Bo Qin
"Kita harus keluar sekte kalau mau kesana, jadi kita harus keluar diam-diam jika harus keluar lewat pintu akan ribet."sahut Zhu Luoning
Setelah menunggu beberapa saat murid-murid itu akhirnya lewat, mereka segera melesat dengan cepat tanpa sepengetahuan murid-murid tersebut. Sesampainya mereka di atas tembok sekte dan ingin melompat keluar tiba-tiba ada sebuah suara yang menghentikan mereka
"Berhenti, kalian mau kemana."
Merasa kepergian mereka telah ketahuan Zhu Luoning segera berbalik ingin memukul orang yang melihatnya, tetapi beda dengan Bo Qin dia tetap tenang karena sudah mengetahui siapa yang datang.
"Siapa yang berani menghentikan diriku apa kau sudah bosan hidup."ucap Zhu Luoning sambil berbalik. Setelah melihat siapa yang menghentikan Zhu Luoning segera terkejut
"Ahh Chu ge'ge, sedang apa disini."
"Aku awalnya ingin menemui kalian berdua karena kalian pasti belum makan jadi aku membawakan kalian makanan, tapi saat aku sampai kalian malah pergi dengan cepat aku tidak tahu tujuan kalian jadi aku ikuti saja kalian mau kemana. Tapi ternyata kalian malah ingin keluar sembarangan."ucap Liang Chu
"Ayolah Chu ge'ge, aku hanya ingin membawa Bo Qin keluar dan melihat pemandangan malam di bukit bunga."
__ADS_1
"Itu akan ribet sedangkan aku ingin cepat."
"Baiklah silahkan pergi, anggap aku tidak melihat kalian."ucap Liang Chu sambil berbalik ingin pergi, tapi sebelum pergi dia di hentikan oleh Bo Qin
"Tunggu senior Chu."ucap Bo Qin
"Ada apa Qin'er."
"Bukankah senior Chu ingin mengantarkan makanan buat kita jadi sekalian mana makanannya, setelah itu senior Chu baru boleh pergi."ucap Bo Qin santai
"Ugghh....aku melupakannya."ucap Liang Chu sambil menyerahkan sebuah kotak berisi makanan ke Bo Qin. Ternyata anak ini tidak lupa akan makanan pikir Liang Chu.
"Terimakasih senior Chu, sekarang kami akan pergi tapi apa senior Chu mau ikut kita karena lebih banyak orang lebih seru."ucap Bo Qin
"Baiklah aku juga akan ikut kalian."ucap Liang Chu
"Kalau begitu ayo kita segera pergi nanti keburu ada yang melihat kita."ucap Zhu Luoning sambil melesat pergi diikuti oleh Bo Qin lalu Liang Chu
Setelah beberapa saat mereka telah sampai di tempat tujuan mereka.
Mereka segera bergerak menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Zhu Luoning, sesampainya disana Bo Qin segera merebahkan dirinya di atas rerumputan di bawah pohon tersebut sambil memandang langit malam yang penuh dengan bintang.
"Bagaimana Qin'er bukankah disini lebih nyaman dan jika kau melihat kebawah kau bisa melihat padang bunga yang indah."ucap Zhu Luoning sambil menunjuk ke arah hamparan bunga yang bewarna warni
"Guru benar padang bunganya pun luas sekali, saat siang hari pasti disini juga indah."ucap Bo Qin
"Kau benar."ucap Zhu Luoning
"Chu ge'ge kami akan sampai pagi disini apa Chu ge'ge akan ikut sampai pagi juga."ucap Zhu Luoning
"Ehh...sepert........."belum sempat Liang Chu menyelesaikan ucapannya sudah dipotong duluan oleh Zhu Luoning
"Yyyeeyyy.....Chu ge'ge akan menemani kami sampai pagi."ucap Zhu Luoning
"Iya aku akan menemani kalian sampai pagi disini."ucap Liang Chu
__ADS_1
Padahal aku cuma ingin sebentar saja, aku ingin menolak tapi sebelum selesai ucapanku udah dipotong duluan dasar gadis ini tak pernah berubah ucap Liang Chu dalam hati
"Haaahhhh sepertinya aku akan menemani 2 pembuat onar malam ini."ucap Liang Chu sambil menghela nafas
"Apa maksudmu Chu ge'ge siapa pembuat onar. Aku tidak pernah buat onar."ucap Zhu Luoning
"Aku juga selalu jadi anak baik dan tidak pernah berbuat onar."ucap Bo Qin sambil mengambil salah satu makanan yang diberikan Liang Chu sebelumnya
"Sudahlah tidak usah dibahas lebih lanjut."ucap Liang Chu sambil mengingat sifat mereka, mereka tidak akan pernah mengakui kalau mereka telah berbuat onar.
Setelah agak lama hening dan hanya menatap bintang Bo Qin akhirnya bicara
"Suasana seperti ini mengingatkan ku dengan keadaan diriku yang dulu, dimana aku ayah dan ibuku bersama-sama melihat bintang sambil asik bercanda."ucap Bo Qin
"Walaupun diriku yang dulunya tidak bisa berkultivasi tetapi mereka tetap saja menyemangati diriku. Kata mereka suatu saat pasti aku akan bisa berkultivasi."lanjut Bo Qin yang tanpa sadar air mata miliknya menetes
"Tenanglah Qin'er orang tuamu diatas sana pasti bahagia karena anak mereka telah menjadi kultivator yang hebat."ucap Liang Chu sambil mengelus kepala Bo Qin
"Ya kuharap begitu, aku ingin menjadi seperti mereka nantinya menjadi kultivator yang hebat."
"Apakah orang tuamu juga kultivator Qin'er, siapa nama mereka Qin'er"ucap Liang Chu
"Nama ayahku Bo Chang dan ibuku Yan Xue."ucap Bo Qin
"Pendekar Pedang bayangan dan pendekar pedang bulan perak."
"Huummm iya mereka sempat mengatakan itu gelar mereka di dunia persilatan."
"Apa kau tidak tahu yang lainnya lagi Qin'er tentang sepak terjang orangtuamu di dunia persilatan ini."ucap Zhu Luoning
"Mereka hanya bilang itu saja, mereka tidak mengatakan yang lain. Mereka juga melarang diriku mengatakan gelar mereka ke orang lain. Karena itu akan membahayakan diriku kata mereka, apalagi diriku yang tidak bisa berkultivasi."
"Keputusan mereka itu sudah benar Qin'er mereka berdua adalah pendekar yang hebat. Kabarnya mereka telah mencapai tingkat God Saint, tetapi sayangnya mereka mengalami cidera parah pada suatu pertempuran dan setelah itu mereka tiba-tiba lenyap dari dunia persilatan. Banyak yang mengatakan mereka telah tewas karena tidak tahan dengan cidera mereka, ada juga yang mengatakan mereka hanya bersembunyi untuk memulihkan diri."
...Sekian dulu ya, Terimakasih semuanya atas dukungan dan sarannya semua. mohon maaf bagi yang minta update cepat saya masih belum bisa menuhi.saya kedepannya akan lebih mengusahakannya lagi....
__ADS_1
...sekali lagi terimakasih bagi yang telah mendukung saya ...