Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 105 Gelar Raja Dewa


__ADS_3

"Sialllll, semuanya tahan dengan semua kemampuan kalian."teriak Jing Hua yang melihat serangan Bo Qin datang kearahnya dan melihat tidak ada kesempatan mengindar. Pertahanan yang dibuat dari gabungan kultivator pun terbentuk


KRETAK......KRETAKKKK DUAAARRR....


Pertahanan yang dibentuk oleh para kultivator itupun meledak dan membuat semua yang ada di dalam perisai itu mati bahkan tanpa meninggalkan jejak debu sedikit pun. Serangan Bo Qin itu membuat seperempat orang yang mengepung Bo Qin menghilang termasuk Jing Hua, tidak ada yang tersisa disana termasuk kultivator aliran putih ataupun hitam bahkan beberapa panitia yang termasuk area serangan Bo Qin juga ikut tewas.


Para penonton yang tidak ikut mengepung Bo Qin dan melihat di kejauhan menjadi tercengang sekaligus ketakutan kini sosok Bo Qin pasti akan teringat terus dibenak mereka, sebagai sosok iblis yang haus darah.


"Se....Sem... semuanya jangan takut dia mengeluarkan serangan sekuat itu tenaga miliknya sudah berkurang jadi ini kesempatan kita sebelum dia memulihkan diri."teriak salah satu penonton yang ikut mengepung Bo Qin


"Itu benar...Seranggg."teriak yang lainnya


Kini pertempuran telah dimulai antara sepasang manusia dengan seekor monyet melawan ratusan orang yang mengepung mereka dimana orang-orang yang mengepung mereka. Yang mana kekuatan orang-orang itu di dunia luar bisa dianggap kekuatan puncak, tetapi saat melawan tiga individu itu mereka seperti rumput yang siap ditebas kapanpun.


"Gila dua orang itu mampu melawan ratusan orang seperti itu, aku yakin jika tidak ada masalah ini mereka sudah pasti juara 1 dan juga 2 pasti ditangan mereka."ucap salah satu penonton lainnya yang menonton dari kejauhan karena takut serangan nyasar dan membuat dirinya mati konyol


Sementara itu Bo Qin dan Hua Jian Shen saling memunggungi dan bertarung melawan orang yang dihadapan mereka, mereka menebas siapa saja yang terlihat dan telah banyak mayat berserakan di sekitar mereka. Sedangkan di samping mereka juga ada seekor monyet raksasa yang dikeryok oleh para kultivator tapi dia terlihat terluka dan malah baik-baik saja bahkan banyak kultivator yang di tangkap dan dimakan oleh monyet itu hidup-hidup


Sementara itu di kursi peserta yang tersisa cuma satu orang berpakaian biksu dia terus mengucapkan kalimat-kalimat sambil memejamkan matanya


"Amithaba... Amithaba."ucap sang biksu sambil terus memejamkan matanya


Pertempuran terus berlanjut banyak mayat telah berjatuhan di arena tapi sepasang manusia dan seekor monyet itu tidak terlihat lelah sedikit pun. Sekarang yang tersisa di atas arena itu cuma ada sepuluh orang dan satu monyet berukuran besar.


"Hahhh.......hahhh...hahhh sial anak itu sebenarnya lebih kuat dari kita semuanya."ucap salah satu panitia yang masih tersisa


"Sekarang yang tersisa cuma enam orang panitia dan dua orang kultivator yang ikut menonton yang masih bertahan hidup, apalagi kita semua telah kelelahan sedangkan dia sepertinya masih baik-baik saja."ucap panitia lainnya


Ditengah keributan itu seorang sepuh alias tetua agung sebelumnya datang kembali ke arena dan mencoba menghentikan pertarungan tersebut.


"Anak muda apakah kau bersedia menghentikan pertarungan ini dan membiarkan mereka hidup."ucap sang tetua agung


"Hahahhahhahha harusnya anda lebih tau akan hal ini pak tua. Apa yang akan kupilih jika kau mau menghentikan diriku silahkan berdiri di barisan mereka aku tidak keberatan sekalian mengehabisi dirimu."ucap Bo Qin dengan lantang


"Hahhhhh yah sudahlah aku paham akan hal itu, silahkan kau lanjutkan pertarungan dirimu."ucap pria sepuh tersebut

__ADS_1


"Tetua agung tolong bantu kami melawan anak tersebut."teriak salah satu panitia yang masih bertahan hidup


"Maafkan aku, aku tidak bisa karena kekuatan kami berbeda terlalu jauh aku hanya akan mengantarkan nyawa diriku jika melawannya."ucap sang pria sepuh


"Tetua memang setinggi apa kultivasi miliknya, atau kau sekarang sudah menjadi pengecut."ucap penatua lainnya


"Aku tidak bisa melihatnya perbedaan antara kami terlalu besar, nak apakah kau mau memberi tahukan kami kultivasi milikmu."ucap sang pria sepuh


"Hmmm tidak masalah lagipula aku juga akan meninggalkan benua ini, aku berada di tahap kasar dewa bintang 3 awal, dan calon istriku ditahap jendral dewa bintang 5 puncak sebentar lagi menerobos raja dewa."ucap Bo Qin sambil melepaskan penahan kekuatan miliknya sehingga menekan seluruh orang yang ada disana kecuali Hua Jian Shen bahkan para penonton yang telah di ungsikan lebih jauh dari arena juga ikut merasakan tekanan tersebu, banyak para penonton yang dari kalangan muda yang masih memiliki kultivasi rendah yang hanya dibawa untuk melihat pertandingan tersebut untuk mencari pengalaman meledak menjadi kabut darah ditempat.


"Apa bahkan di benua tengah hanya Segelintir orang yang setingkat dengan dirinya, hanya orang kepercayaan 7 kaisar yang memiliki kekuatan seperti dirinya."ucap salah satu panitia yang masih hidup


"Sepertinya kita telah menendang plat baja yang keras."ucap salah satu penonton yang ikut menyerang Bo Qin


"Baiklah sudah cukup, bicara nya saatnya mengakhiri ini."ucap Bo Qin dengan santainya


".........SERIBU PEDANG MENGGUNCANG SEMESTA........"


Teriakkan Bo Qin menggema terlihat banyak bayangan pedang dibelakang Bo Qin dengan aura gelap dan tekanan yang mengerikan.


"Sialll jangan menahan diri gunakan semuanya untuk bertahan jika kalian ingin hidup."teriak salah satu panitia yang ikut menahan Bo Qin


Wuuuzzzzzzzz


Perlindungan gabungan mulai terbentuk dengan berbagai harta pertahanan dan jurus pertahanan terkuat yang mereka miliki


Duarrrrrrrr.....


Sebuah ledakan besar terjadi dipenuhi oleh kepulan debu, setelah debu itu menghilang ternyata disana tidak ada seorang pun yang selamat. Dan hanya kawah besar yang tersisa.


Setelah semuanya selesai kembali Bo Qin menoleh ke pak tua yang sebelumnya


"Bagaimana anda tidak keberatan bukan dengan tindakan diriku."ucap Bo Qin dengan santainya


"Yahhh harus kuakui kau yang jadi pemenangnya seharusnya tapi kau telah didiskualifikasi."ucap tetua agung tersebut

__ADS_1


"Yahhh baiklah tidak masalah."ucap Bo Qin dengan santainya


"Baiklah untuk pemenang pertandingan gelar dewa pemenangnya adalah Han Yao dan dilanjutkan Ning Hua Lan, selanjutnya Qiu Bao. Silahkan naik karena dan menerima hadiah."ucap tetua agung dengan menggema keseluruh arena sampai juga ketempat perlindungan


Patriak keluarga Yan yang mendengar itu menjadi tersenyum


"Juara 1 Han Yao walaupun kau menjadi juara 1 di pertandingan ini kau hanya memiliki gelar raja dewa ke 4 saja, begitupula Ning Hua Lan hanya menerima gelar raja dewa ke 5, begitupula Qiu Bao menerima gelar raja dewa ke 6. Kalian paham."ucap tetua agung


"Kami mengerti tetua agung."ucap ketiganya serempak


"Jika kalian sudah berkata begitu ini ambillah hadiah kalian dan segera turunlah."ucap tetua agung sambil memberikan tiga buah cincin penyimpanan ke tiga orang didepannya


"Terimakasih tetua agung, kami undur diri." Ucap ketiganya serempak


Setelah ketiga orang itu turun dari arena tetua agung kembali melanjutkan pengumuman miliknya dengan suara yang menggema keseluruh arena tersebut hingga bisa didengar oleh semua orang


"Baiklah seperti yang kalian ketahui pertandingan gelar dewa kali ini banyak membawa insiden, tapi itu tidak akan membuat kita meninggalkan aturan lama. Pertandingan gelar dewa sepenuhnya mempertaruhkan nyawa kalian jadi kalau kalian lemah sebaiknya tidak ikut."ucap tetua agung


"Sekarang saatnya kalian tunggu pengumuman gelar raja dewa, raja dewa pertama yaitu Bo Qin, Raja Asura Sang Dewa Pembunuh, selanjutnya Hua Jian Shen ratu bunga darah, sang Dewi kematian, selanjutnya raja dewa ketiga Jing Hua, selanjutnya Han Yao raja keteguhan dewa kebijaksanaan, selanjutnya Ning Hua Lan Ratu Melodi sang dewi nada, selanjutnya Qiu Bao raja ketangkasan sang dewa ketenangan, selanjutnya Yan Bai dan Yan Guang raja kombinasi dewa kembar, selanjutnya Mei Yin ratu alam Dewi kesabaran, selanjutnya ratu dewi kesepuluh Ning Ruo Yan."ucap Tetua agung


"Dengan berakhirnya pengumuman ini pertandingan gelar dewa kali ini resmi berakhir, untuk para penonton dan peserta silahkan kembali melewati portal-portal yang telah kami buka."ucap tetua agung


...**DEMIKIAN UNTUK EPISODE KALI INI YA JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE SHARE DAN KOMEN...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...MAAF AUTHOR MEMANG JARANG UPDATE YAH MAKLUM CUMA BUAT ISI WAKTU LUANG AJA, JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAUPUN BISA CHAT AUTHOR DI WA : 0896-3016-9078 (BAGI YANG MAU BERTEMAN DAN NAMBAH KONTAK🤣)...


...FOLLOW JUGA IG \= Purna_Irn2102...


...Tiktok \= purnairn212 ...


...See You Next Time sampai jumpa di episode berikutnya ya...


...WALAUPUN AGAK TELAT MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN YA SEMUA NYA MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN**...

__ADS_1


__ADS_2