
"Baiklah kami akan menyerahkan ini ke tetua long, semoga dengan ini patriak cepat sembuh."ucap tetua Yin mengambil bungkusan itu dari tangan Zhu Luoning. Tetua Yin segera masuk dan menemui tetua Yan yang lagi bersama tetua long dan dewa obat, dia segera menceritakan kedatangan Zhu Luoning dan memberikan bungkusan yang kata Zhu Luoning adalah penawar.
"Sini biar ku lihat apa yang diberikan bocah nakal itu."ucap dewa obat sambil mengingat tentang dirinya terakhir kali berkunjung ke sekte pedang naga dan waktu itu Zhu Luoning masih kecil tetapi dirinya berhasil dikerjai oleh bocah nakal itu
"Ouh ini bukan obatnya ini cuma untuk memperparah keadaan saja, yah awalnya memang benar sih ini akan menghilangkan rasa gatalnya tapi ini selanjutnya akan memperparah keadaan dalam tiga hari. Rasa gatal yang diberikan bahkan akan berkali-kali lipat lebih besar."ucap dewa obat di iringi senyuman licik
"Patriak juga sudah sembuh seperti sedia kala tetapi dia masih belum sadar akibat pengaruh obat tidur yang kuberikan, sebaiknya kita membalas kelakuan bocah nakal itu."ucap dewa obat masih di iringi senyuman penuh makna
"Hahahaha aku setuju."ucap tetua Kong dan Long bersamaan
"Hahahaha sepertinya kalian sudah sangat kesal dengan Ning'er, lakukan saja sesuka kalian aku tidak ikutan."ucap tetua Yan sambil geleng-geleng kepala melihat tiga orang tua yang sedang asik dengan pikirannya masing-masing
"Aku juga tidak ikut."ucap tetua Yin aku juga cuma penjaga perpustakaan jurus bocah nakal itu juga tidak pernah mengacau di tempat ku pikir tetua Yin
"Terserah kalian tetapi jangan ganggu rencana kami."ucap tetua long
"Tentu, tetapi bagaimana rencana kalian."ucap tetua Yan
Tetua Kong dan Long pun terdiam mereka secara bersamaan melihat kearah dewa obat, seakan mengerti apa yang ingin ditanyakan oleh mereka berdua dewa obat segera menjawab
"Tenang saja aku sudah punya rencana, salah satu diantara kalian segera ambil kendi dengan isi teh herbal dan juga empat gelas dan letakkan di meja segera."ucap dewa obat
Tetua long segera ke dapur dan mengambil kendi berisi teh herbal dan empat buah gelas dan segera meletakkan di atas meja. Setelah tetua long meletakkan kendi berisi teh herbal dan empat gelas dimeja dewa obat segera menuangkan teh herbal ke empat gelas dan memberikan ke pada empat tetua
__ADS_1
"Minumlah terlebih dahulu untuk menenangkan pikiran kita."ucap dewa obat sambil tersenyum
Keempat tetua segera meminum habis teh yang diberikan dan meletakkannya kembali diatas meja. Melihat mereka telah selesai meminumnya dewa obat segera mengeluarkan suatu bungkusan dari balik bajunya.
"Nah rencana akan segera dimulai, tetua Kong tolong panggil Bocah nakal itu dan bilang tetua long tidak bisa mengidentifikasi obat yang diberikannya dan minta dia menjelaskan obatnya. Oh ya teh herbal ini jangan kalian meminumnya lagi biarkan bocah nakal itu yang meminumnya, kalian juga jangan meminta dia untuk minum nanti dia curiga biarkan dia sendiri yang meminumnya dan untuk tetua long aku akan pergi ke ruang patriak di rawat dan bersembunyi di sana jangan biarkan bocah nakal itu masuk dan melihat patriak terlebih dahulu."jelas dewa obat panjang lebar
Dewa obat segera pergi keruang patriak Zhu di rawat dan tetua Kong segera memanggil Zhu Luoning untuk masuk.
"Ning'er kau segera ikut masuk tetua Long meminta dirimu menjelaskan tentang obat yang kau bawa."ucap tetua Kong sambil berbalik dan meninggalkan Zhu Luoning
"Hahhh baiklah... baiklah."ucap Zhu Luoning sambil mengikuti tetua Kong dari belakang
Sesampainya di dalam Zhu Luoning segera melihat empat tetua berkumpul
"Dimana ayahku aku ingin melihatnya terlebih dahulu."ucap Zhu Luoning
"Kau tidak di izinkan bertemu, patriak sekarang dalam masa penyembuhan. Jika kau menemuinya siapa tahu rencana apalagi yang kau rencanakan."ucap tetua long
"Hahh baiklah-baiklah terserah kalian aku akan menjelaskan terlebih dahulu apa yang ingin kalian tahu, tapi nanti aku ingin minum terlebih dahulu."ucap Zhu Luoning sambil mengambil kendi yang ada dimeja dekat empat tetua dan menenggak nya sampai habis tak tersisa.
"Haaahh segarrr, jadi kalian para orang tua bangka aku akan jelaskan bahwa aku tidak tahu apa-apa mengenai itu karena obat itu milik muridku. Aku mengambilnya diam-diam akibat kasian sama ayah."ucap Zhu Luoning
"Dah sekarang aku pergi dulu, aku sudah berbaik hati memberikan penawarnya. Aku pergi dahulu."ucap Zhu Luoning
__ADS_1
Hehehehe dia telah masuk rencana kami, walaupun aku tidak tahu apa yang akan terjadi tapi sepertinya itu bisa membalas bocah pembuat onar itu ucap tetua long dalam hati.
Sementara itu kembali ke Bo Qin yang menyiksa tetua Gang, telah terlihat kedua tangan dan kaki tetua Gang telah tidak berada di tempatnya, pakaian tetua Gang juga telah compang-camping.
Arrgghhh
Teriak tetua Gang saat Bo Qin menyayat wajahnya dengan pisau kecilnya.
"Berisik tapi aku suka teriakan mu, cepatlah gunakan Qi milikmu untuk menghilangkan rasa sakitnya."ucap Bo Qin
"Aku sudah tidak bisa lagi..aku sudah kehabisan energi Qi ku."ucap tetua Gang
"Yah kalau begitu mati saja kau."ucap Bo Qin dan dengan segera menebaskan pedangnya ke kepala tetua Gang dan seketika kepala tetua Gang terlepas dari badannya.
...**SEKIAN DULU YA SEMUANYA JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA HUBUNGI SOSIAL MEDIA AUTHOR ADA DI SINOPSIS NOVEL INI....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN YA SEMUANYA MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN......
...SEMOGA DI HARI YANG FITRAH INI BUKAN HANYA BAJU SAJA YANG BARU TETAPI JUGA SIKAP DAN PERBUATAN JUGA IKUT BARU DAN LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA...
......SEE YOU NEXT TIME**......
__ADS_1