Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 104 Pertandingan Raja Dewa ll


__ADS_3

Sementara itu diatas arena urutan pertandingan telah ditentukan yaitu Bo Qin melawan Jing Hua, sedangkan Hua Jian Shen melawan Ning Hua Lan.


"Kali ini pertandingan akan diadakan di satu arena saja secara bergantian pertandingan pertama Hua Jian Shen melawan Ning Hua Lan, dan nanti dilanjutkan Bo Qin melawan Jing Hua."ucap sang panitia yang kemudian segera turun dari panggung


Setelah panitia turun wasit segera naik arena dan segera memanggil kedua peserta


"Silahkan Hua Jian Shen dan Ning Hua Lan menaiki arena."teriak sang wasit


Hua Jian Shen dan Ning Hua Lan pun menaiki arena bersama dan saling berhadapan. Hua Jian Shen yang melihat nama marga lawannya sama seperti yang baru saja dia bantai hanya tersenyum.


"Hehh bagaimana apakah kamu ingin membalas dendam keluarga Ning yang telah kubantai."ucap Hua Jian Shen dengan santainya


"Buat apa aku balas dendam, mereka yang lemah dan hanya mengandalkan nama hanya mencoreng wajah keluarga saja."ucap Ning Hua Lan


"Ouh begitu, tetapi salah satu jenius kalian juga aku bunuh. Bahkan para penonton dari keluarga mu juga ikut terbunuh."ucap Hua Jian Shen


"Dia yang tidak bisa mengenali lawan dan selalu menganggap remeh lawan pantas mati."ucap Ning Hua Lan


"Ouh begitukah artinya sekarang ini kamu juga siap mati?."tanya Hua Jian Shen


"Tentu jika aku melawan dirimu, tapi aku tidak akan melawan dirimu. Aku sadar kekuatan kita jauh berbeda, musikku tidak akan mampu menggangu ritme mu."ucap Ning Hua Lan


"AKU MENYERAH..."teriak Ning Hua Lan lantang


"Haisss inilah perbandingan antara melawan kultivator musik dan yang lainnya."ucap Hua Jian Shen kemudian dia langsung menuruni arena


Setelah Hua Jian Shen dan Ning Hua Lan menuruni arena, juri segera menaiki arena dan memulai pertandingan selanjutnya antara Bo Qin melawan Jing Hua.


"Baiklah pertandingan selanjutnya antara Bo Qin melawan Jing Hua akan segera dimulai, untuk kedua peserta silahkan langsung naik ke atas arena."


Ketika Bo Qin dan Jing Hua menaiki arena banyak terdengar ucapan penonton yang mengomentari tentang mereka berdua.


"Sekarang pemuda itu melawan Jing Hua, apakah dia mampu menang. Yah soalnya Jing Hua terkenal bukannya hanya ilmu tombaknya saja yang hebat tetapi ilmu racunnya tidak kalah hebat."ucap salah satu penonton


"Yah dia pasti memiliki kemampuan racun yang hebat, soalnya dia merupakan murid Raja ular sang dewa racun. Dan kabarnya sebelum kematiannya raja ular sang dewa racun, Jing Hua merupakan murid kesayangannya."celetuk penonton lainnya


"Yaa bahkan kabarnya semua pengetahuan tentang racun yang dimiliki oleh raja ular sang dewa racun telah diberikan ke Jing Hua, Jing Hua merupakan calon terkuat untuk meneruskan Raja ular sang dewa racun."


"........"

__ADS_1


........


Bo Qin yang mendengar semua ocehan penonton menjadi berang. Bo Qin yang saat ini sedang bertatap dengan Jing Hua, sekarang ini menatap Jing Hua dengan tajam dan penuh niat membunuh.


" Baiklah sepertinya kalian sudah tidak sabar, pertandingan di mulai."ucap sang juri


Diiringi dengan di mulai nya pertandingan Bo Qin berteriak dan segera melesat kearah Jing Hua.


"Aku Bo Qin putra Raja bayangan sang dewa malam dan ratu perak sang Dewi bulan darah, atas nama orang tuaku kau pasti akan kubunuh argggghhh."teriakkan Bo Qin yang menggema keseluruh arena membuat orang tercengang


Duarrrrrrrr....


Suara ledakan terdengar keras dari atas arena bahkan sampai menghancurkan perlindungan yang melindungi sekeliling arena agar para penonton aman, mereka telah meantisipasi kejadian ketika Hua Jian Shen membunuh penonton dari keluarga Ning.


"Huhhhh serangan sangat kuat, jika aku terkena serangan dirmu aku pasti mati. Untungnya saja aku sempat menghindar. Jadi kau punya dendam dengan guruku, dan melihat reaksi dirimu orang tuamu pasti telah tiada. Aku turut berdukacita tapi tenanglah aku tidak seperti guruku, yang senang berbuat kejahatan."ucap Jing Hua


"Hahhahahha apa gunanya kau menjelaskan ke diriku, aku tidak peduli. TEBASAN ABADI."teriak Bo Qin sambil menyerang ke arah Jing Hua lagi tapi serangan itu berhasil di hindari oleh Jing Hua dan serangan Bo Qin tetap melesat dan mengarah ke bangku penonton


DUARRRRRRRR.....


Serangan Bo Qin tepat mengenai bangku penonton dan mengakibatkan banyak penonton yang mati dengan tubuh terpotong ataupun tertindih reruntuhan.


"Heiii apa yang kau lakukan."teriak Jing Hua


"Sialllll...."ucap Jing Hua sambil menghindari serangan Bo Qin


Duarrrrrrrr


Kali ini serangannya Bo Qin lebih kuat dan membunuh banyak penonton lagi para panitia yang melihat kejadian itu segera melakukan pemindahan penonton kearah yang lebih aman dan beberapa melesat ke arena untuk menghentikan Bo Qin.


"Hahahaahhahaha bagaimana kau juga tetap menghindari nya juga, jadi bukankah kataku benar buat apa berkorban buat mereka yang lemah dan beban saja."teriak.Bo Qin


Para penonton yang di ungsikan mendengarkan ucapan Bo Qin menjadi marah dan menolak untuk di ungsikan panitia dan banyak dari mereka melesat ke arah arena.


Sementara itu melihat keadaan Bo Qin yang dikepung banyak orang Hua Jian Shen juga ikut melesat ke arena dan berdiri di samping Bo Qin.


"Aku pasti akan ikut bersenang-senang dengan dirimu Qin ge'ge."ucap Hua Jian Shen


"Tentu."balas Bo Qin

__ADS_1


Sedangkan Zhu luoning dan Patriak Sekte Pedang Utara melihat kelakuan Bo Qin dan Hua Jian Shen hanya tercengang dan penuh pikiran masing-masing


"Hahahhaha paman liat murid ku dan murid putrimu cocok banget."ucap Zhu luoning dengan full senyum


"Cocok sih cocok tapi mereka pasti akan mengusut asal mereka dan Sekte Pedang Utara pasti akan terlibat."ucap Patriak Sekte Pedang Utara sambil memijat kepalanya yang terasa mau meledak


"Santai saja paman biarkan mereka menyelesaikan sendiri."ucap Zhu luoning


Sementara itu kembali ke atas arena Bo Qin dan Hua Jian Shen telah dikepung oleh para panitia dan penonton yang marah akan ucapan Bo Qin


"Haahahahahha Jing Hua lihatlah banyak yang akan membantu dirimu dibelakang dirimu, kuharap kau bisa bertahan dan menghindar dari mereka jika tidak kau akan melihat kematian yang lain lagi."ucap Bo Qin dengan santainya


"Hei anak muda kau memang kuat jika kau tidak melakukan semua ini aku yakin kau yang akan memenangkan pertandingan di sini."ucap salah satu panitia


"Yahh aku tidak peduli dengan kemenangan dan kekalahan juga hadiah yang kalian tawarkan juga tidak berguna untuk diriku. Aku hanya tertarik untuk bersenang-senang."ucap Bo Qin


"Dasar bajingan sebaiknya kau mati saja."ucap salah satu penonton yang ikut mengepung Bo Qin


"Tergantung apakah kalian bisa membunuh diriku."ucap Bo Qin enteng sambil meangkat bahunya


"Bajingan kecil walaupun tetua agung datang sekarang dan menghentikan kami untuk membunuh dirimu. Kami pasti tetap membunuh dirimu."ucap salah satu panitia


"Hahahaha dia ikut campur sebelumnya karena dia tau dia tidak akan mampu menghentikan diriku untuk membunuh kalian."ucap Bo Qin santai


"Jadi sebaiknya kita mulai saja pertarungan ini keluarlah Xiao Houzi."lanjut Bo Qin


"TEBASAN PEMBELAH LANGIT DAN BUMI."serangan Bo Qin kearah Jing Hua


"Sialllll, semuanya tahan dengan semua kemampuan kalian."teriak Jing Hua yang melihat serangan Bo Qin datang kearahnya dan melihat tidak ada kesempatan mengindar. Pertahanan yang dibuat dari gabungan kultivator pun terbentuk


KRETAK......KRETAKKKK DUAAARRR....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......**SEKIAN DULU UNTUK EPISODE KALI INI YA , WALAUPUN AUTHOR LAMA GAK UPDATE TAPI AUTHOR YAKINKAN NOVEL INI PASTI AUTHOR TAMATKAN DAN GAK AKAN AUTHOR HENTIKAN DITENGAH JALAN. KECUALI AUTHOR UDAH GAK BISA NGETIK LAGI, SELAMA AUTHOR MASIH BISA NGETIK AUTHOR AKAN TERUS TAMATKAN......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jadi terus dukung author dengan komen dan juga like dan jgn lupa favorit in novel ini ya...

__ADS_1


...jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar ataupun hubungi sosial media author di deskripsi novel ini ya...


...dadah see you next time**...


__ADS_2