
"Baiklah Xiao Houzi saatnya kita kembali ke sekte aku ingin lihat apa mereka sudah melupakan aku."ucap Bo Qin dengan tenang.
Dengan kultivasi Bo Qin yang sekarang yang awalnya dari tempat tinggal dia dulu menuju sekte pedang naga memerlukan waktu delapan hari sekarang dia hanya memerlukan waktu beberapa tarikan nafas dia telah tiba di sekte pedang naga. Bo Qin berhenti agak jauh dari depan pintu gerbang sekte pedang naga
"Tak terasa padahal aku hanya bilang beberapa bulan, tapi ternyata empat tahun aku pergi dari sini. Haisss baiklah aku juga ingin melihat bagaimana perkembangan adik seperguruanku itu dengan kitab tingkat semesta seharusnya dia akan menjadi salah satu jenius di sekte."ucap Bo Qin sambil terus berjalan menuju sekte, diapun tidak lupa memasang topeng tengkorak miliknya dan juga jubah tudung miliknya serta caping miliknya telah terpasang sempurna. Sebuah kayu juga yang aslinya adalah pedang juga telah digenggamnya.
Setelah sampai di depan gerbang Bo Qin segera ingin memasuki sekte tetapi dia ditahan oleh dua penjaga gerbang
"Berhenti siapa kau ada urusan apa ke sini."ucap salah satu penjaga gerbang
Mendengar ucapan sang penjaga gerbang Bo Qin hanya terdiam dia lalu mengambil sesuatu dari balik pakaiannya dan memperlihatkan kepada dua penjaga gerbang, setelah itu para penjaga gerbang baru memperbolehkan dia masuk
Setelah kepergian Bo Qin kedua penjaga gerbang itu lalu saling berbincang
"Hisss ternyata dia murid langsung tapi pakaiannya kok seram amat ya."
"Sudahlah jangan bicarakan dia lagi, kuyakin dia itu pasti orang yang tidak akan ragu dalam membunuh orang yang menyinggung dia jadi sebaiknya kau diam."
"Baiklah."
Sementara itu dengan kedatangan Bo Qin yang memakai topeng tengkorak menggunakan jubah tudung serta bercaping menjadi pembicaraan hangat murid-murid sekte. Ada yang menduga bahwa Bo Qin adalah pendekar kuat ada juga yang menduga Bo Qin hanyalah sampah yang tak bisa berkultivasi tetapi ingin terlihat kuat.
Bo Qin yang mendengar ucapan orang-orang tentang dirinya dia hanya diam dan terus berjalan saja menuju kediaman Zhu Luoning dulu, akibat kediaman Zhu Luoning yang lumayan jauh sedangkan Bo Qin hanya berjalan santai jadi berita tentang kedatangannya sampai menyebar ke telinga Lin Shu Yan yang masih berlatih
Mendengar bahwa Kaka seniornya yang telah datang Lin Shu Yan segera menghentikan latihannya dan segera menemui sang kakak seniornya
"Aku harus cepat menemui kakak senior sebelum dia merasa terganggu dia pasti akan membunuh lagi."gumam Lin Shu Yan pada dirinya sendiri
__ADS_1
Setelah beberapa waktu melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya dia akhirnya melihat sang kakak senior yang tengah berjalan santai, dia langsung melesat dan menghampiri Bo Qin
"Kaka senior akhirnya kau kembali selamat datang kembali di sekte."ucap Lin Shu Yan
Hmmmm
Ucapan Lin Shu Yan yang hanya dibalas dengan anggukan saja oleh Bo Qin membuat Lin Shu Yan menjadi canggung
'Ternyata kakak senior tidak berubah sikapnya.'ucap Lin Shu Yan di dalam hatinya
Sedangkan murid-murid yang melihat kejadian itu menjadi terkejut ternyata pria bertopeng dan tidak memiliki aura kultivasi itu ternyata adalah kakak senior dari salah satu Dewi yang mereka idolakan
Beberapa orang mulai mengumpat di dalam hatinya kenapa orang yang tidak memiliki aura kultivasi malah dekat dengan Dewi mereka
Sementara itu mereka masih mengumpat di dalam hati mereka tiba-tiba terdengar suara yang nyaring dari belakang kerumunan
Setelah kerumunan membuka memberi jalan keluar tiga orang dengan tampang angkuh
"Cih dia lagi dia lagi dia selalu mengejar-ngejar Dewi kita walaupun sudah ditolak terus dasar tidak tahu malu."ucap orang-orang di kerumunan
Ketiga orang itu segera menghampiri Bo Qin dan Lin Shu Yan, Lin Shu Yan yang melihat kedatangan ketiga orang itu merasa yakin sekali jika seniornya itu terganggu hari ini pasti hari terakhir mereka. Lin Shu Yan segera ingin menarik Bo Qin untuk pergi, tetapi segera ditahan oleh salah satu diantara ketiganya
"Ayo kakak senior kita pergi saja."ucap Lin Shu Yan
"Aaaii...Yoo...Yoo mau pergi kemana nona, tuan muda kami ingin berbicara denganmu."ucap orang yang mehalangi Lin Shu Yan dan Bo Qin
"Pergilah sebelum kalian menyesal."ucap Lin Shu Yan
__ADS_1
"Pergi.. kenapa kami harus pergi."ucap seorang yang berada ditengah dan tampaknya adalah pemimpin kelompok tersebut
"Nona jika kau ingin kami pergi, maka terimalah cintaku ini padamu. Dan juga yang seharusnya pergi itu dia. Hanya aku Guan Ling yang pantas untukmu."lanjutnya lagi sambil menunjuk Bo Qin
"Ouh berani menunjukkan jarimu padaku, banyak yang melakukan seperti itu sekarang sudah menemui raja Yama loh. Yah kecuali satu orang sih."ucap Bo Qin sambil mengingat Zhu Luoning sang guru yang mereka saling mengejek
"Heehhe bocah nyalimu besar juga, kalian berdua serang dia."ucap Guan Ling
Jangannn...
Teriak Lin Shu Yan dia ingin segera melesat untuk menghentikan kedua orang itu menyerang Bo Qin tetapi dia segera dihentikan oleh Guan Ling
Saat kedua orang itu telah dekat dengan Bo Qin segera saja Bo Qin menghilang dan muncul lagi dalam beberapa saat tetapi yang anehnya kedua orang yang menyerangnya tiba-tiba berhenti, dan tak seberapa lama tubuh mereka terpotong-potong menjadi bagian kecil.
Orang yang melihat kejadian itu segera berteriak bahkan Guan Ling yang memerintahkan untuk menyerang Bo Qin langsung mulai mundur
"Jangan-jangan membunuh diriku aku adalah murid langsung, juga peraturan di sekte dilarang saling membunuh."ucap Guan Ling sambil berjalan mundur dengan nada ketakutan
"Ouh sayang sekali aku sudah lebih tahu peraturan itu daripada dirimu. Dan awal aku masuk sekte dulu aku juga sering membunuh murid lainnya juga bahkan aku ada membunuh tetua yang menggangu diriku."ucap Bo Qin dengan santai dan sesaat kemudian dia menghilang dan muncul kembali di depan Guan Ling dan langsung menusukkan tangannya kedada sebelah kiri Guan Ling hingga menembus tubuhnya sekarang ditangan Bo Qin terdapat jantung Guan Ling dia terus meremas Hinga hancur.
"Lin Shu Yan terus terang aku kecewa padamu, bukannya kau membunuh semua orang yang membuat dirimu terganggu kau malah membiarkan saja. Bukannya sudah kubilang siapapun yang berani mengganggu, membuat kesal, ataupun kau benci artinya orang itu harus dibunuh."ucap Bo Qin dengan tegas bahkan orang sekitar yang mendengar ucapan Bo Qin langsung terhenyak mereka berpikir untung mereka tidak maju tadi sehingga mereka masih selamat.
...**SEKIAN DULU YA EPISODE KALI INI SAMPAI JUMPA DI NEXT EPISODE YA...
...JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM YANG KOMENTAR ATAUPUN BISA HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI YA...
...TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA SELAMA INI**...
__ADS_1