
"Tunggu kita sebaiknya diskusikan bagaimana caranya menghancurkan mereka denga sangat sadis, kalau sembarang bunuh jika orang itu tidak puas kita tetap akan bertahan selama satu minggu. Dari serangan itu aku yakin dia orang yang sama dengan menghancurkan keluarga Nangong walikota kota ini sebelumya."ucap tuan kota
"Eh tuan kota apakah anda tidak ingin melindungi keluarga Chi bukannya anda ada perjanjian pernikahan dengan keluarga Chi putra anda dengan putri keluarga Chi."ucap salah satu tetua
"Masa bodoh dengan perjanjian pernikahan dan jangan sekali-sekali kau mengungkapkan itu lagi, aku tidak ingin keluarga ini ikut kena imbasnya. Saat ini juga kita harus memikirkan cara menghancurkan empat keluarga itu atau semakin banyak orang di kota ini tewas."ucap tuan kota
Saat mereka sedang berdiskusi tiba-tiba masuk seorang prajurit dengan tergesa-gesa.
"Ada apa prajurit."ucap tuan kota
"Itu didepan ada keluarga Chi yang ingin bertemu dan juga ada perwakilan dari tiga keluarga besar lainnya juga ingin bertemu anda saat mereka berpapasan mereka langsung bertarung dan anggota keluarga Chi itu sebagian tewas sebagian berhasil melarikan diri."ucap sang prajurit
"Biarkan perwakilan ketiga keluarga itu masuk."ucap tuan kota
"Salam tuan kota."ucap serempak para perwakilan keluarga besar
"Yaaaaa..... Kebetulan ketiga patriak telah datang sebenarnya aku juga ingin mengundang kalian untuk membahas hal yang menimpa kota kita baru-baru ini, apakah diantara kalian ada yang tahu awal permasalahannya."ucap tuan kota
"Masalah awalnya adalah begini, semuanya bermula di sekte pedang naga."ucap salah satu patriak
__ADS_1
"Sekte pedang naga...apa maksudnya patriak Gin tolong dilanjutkan."ucap tuan kota
"Sebenarnya para pemuda dari keluarga yang disebutkan oleh suara itu mereka berkumpul di depan salah satu kediaman tetua karena murid tetua tersebut termasuk jenius dan salah satu yang paling cantik disana tapi mereka disana mulai bertengkar untuk memperebutkan tempat yang bagus untuk melihat. Yang tidak mereka ketahui adalah bahwa murid pertama tetua tersebut telah kembali dari perjalanannya, dia tidak menyukai keributan jadi dia mengusir mereka. Sedangkan tuan kota sendiri tahu akan kesombongan pemuda sekarang jadi mereka tidak mau pergi malah menantang dengan murid pertama sang tetua, mereka semuapun mati dalam sekali serang bahkan mayat mereka dijadikan sebagai makanan hewan buas oleh murid pertama tetua tersebut. Sehingga perwakilan keluarga yang mati kesal dan meminta pertanggungjawaban dan hasilnya mereka juga dibunuh oleh murid pertama tetua itu."ucap patriak Gin
"Ouh ya murid pertama tetua tersebut memang terkenal dengan kekejaman dirinya dan tidak kenal ampun."lanjut patriak Gin
"Darimana patriak Gin mengetahui semua itu."ucap patriak Ling
"Ya itu benar darimana anda mendapatkan informasi yang selengkap itu patriak Gin aku juga penasaran."ucap tuan kota
"Anakku baru pulang, sehingga dia memberi tahu diriku saat mendengar suara yang mengaku dirinya Bo Qin itu."ucap patriak Gin
"Sayangnya itu benar tuan kota, kata putraku yang baru pulang itu semua ucapan yang dia ucapkan akan dia lakukan makanya sekarang dia berusaha mencari cara melarikan diri dari kota dan hasilnya nihil."ucap patriak Gin
"Apakah disekte itu membolehkan pembunuhan, kalau seperti itu akan kumasukkan putraku kesekte itu."ucap patriak long dengan semangat
"Tidak tapi khusus untuknya tidak ada yang berani melarangnya bahkan tetua balai hukuman saja bisa seimbang dia melawannya, awal masuk saja dia banyak membunuh murid balai hukuman dan juga banyak membuat mereka terluka dengan fatal. Yah itu akibat mereka lebih condong membela musuhnya."ucap patriak Gin
Sementara itu Bo Qin yang telah menyelesaikan urusannya di kota daun gugur dia segera kembali ke kota seribu bunga, dia melihat banyak orang kebingungan kenapa mereka tidak bisa keluar dari kota seperti ada dinding yang menghalangi mereka.
__ADS_1
"Hahahaahhahah halo semuanya penduduk kota seribu bunga sepertinya kota ini banyak sekali membuat masalah dengan diriku ya, sekarang yang membuat masalah adalah keluarga Ma, keluarga Yi, keluarga Qu, keluarga Bai. Tetapi yang menanggung akibatnya yah harus kalian semua dan orang yang berada di kota ini."ucap suara Bo Qin menggunakan jurus gema dewa miliknya sehingga menyebar ke seluruh kota seribu bunga
"Pertama aku akan menggunakan serangan skala besar yang setiap harinya akan meningkat sampai seluruh kota ini beserta orang-orang yang ada di dalamnya musnah ataupun seluruh anggota keluarga yang kusebutkan tadi mati dengan cara yang sangat kejam dan brutal baru serangan akan kuhentikan. Jika kalian menghancurkan ke empat keluarga itu hanya dengan cara yang biasa yah serangan diriku akan terus berlanjut selama satu minggu setelah kehancuran ke empat keluarga itu. Yah itu saja yang ingin kuberi tahukan, kalau kalian penasaran dengan diriku, namaku Bo Qin, sekarang aku akan memulai serangan pertama ku."ucap Bo Qin
Tapak penghakiman
Langit yang cerah secara tiba-tiba menjadi gelap gulita dan banyak petir yang menyambar, dari balik awan gelap itu juga keluar sebuah tapak tangan berwarna merah darah yang besar dan melesat ke arah pemukiman penduduk yang ramai.
Saat telapak tangan itu menimpa tanah terjadi getaran yang mengguncang kota seribu bunga, sementara itu tuan kota seribu bunga yang menyaksikan serangan itu langsung mengetahui siapa yang menyerangnya bahkan tubuhnya sekarang gemetar mengingat sosok anak kecil yang memiliki kekejaman menyamai para iblis.
"Rupanya anak itu telah kembali, dan kekuatannya sepertinya telah meningkat. Kesombongan membawa petaka bagi dirimu sendiri dan orang sekitarmu, ungkapan itu sepertinya benar dengan kejadian hari ini. Kemarahan seorang yang berada di tingkat dewa surgawi tidak akan bisa ditangani oleh mereka tapi mereka masih saja sombong. Haisss memang pangkat membuat dirimu sombong dan tidak bisa melihat orang yang berada lebih tinggi darimu."ucap kakek tua yang sedang duduk di salah satu ruangan yang terlihat mewah di dalamnya
...SEKIAN DULU YA UNTUK EPISODE KALI INI SAMPAI JUMPA DI NEXT EPISODE JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAUPUN BISA HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI...
...DAN...
...TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA SELAMA INI DARI KALIAN SEMU...
...SEE YOU NEXT TIME...
__ADS_1