Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 24 Akhir Kesenangan


__ADS_3

Hii guys!!!


Kalian mau cari kerja, tetapi dalam persyaratannya harus menguasai Microsoft office(World, Excell PowerPoint) dan kalian belum bisa. Mauu kursus tapi gak tau tempatnya, tau tempatnya tapi jauh dan lama, sedangkan kalian perlunya cepat.


TENANG AJA, solusinya satu yaitu kursus aja di Starcom. Selain kursusnya cepat, tempatnya yang dekat harganya juga terjangkau lo


Sekarang StarCom telah buka cabang tempat kursus di baamang lo.


Cukup dengan Rp.500.000 kalian telah bisa kursus di Starcom lo


Materi : Microsoft Office (World, Excell, PowerPoint)


Waktu kursus : 1 bulan


Starcom buka dari Senin-Kamis pukul 09.00 WIB-16.00 WIB, Jumat 13.00 WIB-16.00 WIB, Sabtu 09.00 WIB-16.00 WIB


Bagi yang ingin daftar silahkan hubungi wa di no dibawah ini


085393616591 (Purna)


085651928822 (Jefri)


Atau telp/sms


089630169078 (Irawan)


Atau langsung datang saja ke alamat :


Jl. Cilik Riwut Km 4,5 Gang Setia Kawan Perumahan Citra Mandiri Jalur 3 Baamang Hulu sampit. (Alamat Starcom Cabang Baamang) atau


Jl. Kopi Selatan No 22 RT.40 RW. 04 Kec. MB Ketapang Dekat Masjid Al-Mustofa Sampit Kalteng.


Daftar Sekarang di Starcom cabang Baamang ada diskon 20% lo biaya awal 500.000 jadi 400.000 aja lo gimana murah banget kan


__ADS_1



...****************...


"Inilah dia hukuman buat mu yang telah berani ikut campur dan membela orang-orang yang salah. Lain kali lebih bijaklah."ucap Bo Qin sambil mengayunkan pedangnya ke tangan kanan Walikota seribu bunga


"Arrgghh..... tanganku apa yang kau lakukan."


"Itu cuma hukuman buatmu akibat membela orang yang salah, dan itu cuma hukuman pertama buatmu dan hukuman keduanya adalah ini."ucap Bo Qin sambil mengangkat tangannya


TAPAK PENGHAKIMAN


Teriak Bo Qin lantang seketika banyak awan hitam berkumpul di atas kediaman walikota. Awan hitam yang telah berkumpul perlahan membuka dan dari balik awan itu keluar sebuah telapak tangan berwarna merah darah dan seketika melesat ke arah kediaman walikota saat Bo Qin menurunkan telapak tangannya, orang-orang yang di kediaman walikota hanya bisa berteriak ketakutan dan ingin lari tetapi mereka tidak bisa lari seakan-akan kaki mereka terpaku ketanah.


DUAAARRRR


Walikota seribu bunga yang melihat kejadian itu hanya termenung menatap dengan kosong kearah kediamannya tempat keluarganya berkumpul, dia sudah tidak memperdulikan lagi keadaan tangannya yang terpotong.


"Apa yang kau lakukan, seharusnya kau membunuhku saja."ucap Walikota seribu bunga masih dengan mata yang kosong sambil menatap kediamannya


"Hahahaha tenang saja keluargamu baik-baik saja mereka tidak ada yang mati bahkan pelayan keluargamu tidak mengalami luka sedikitpun. Yahhh walaupun keluargamu baik-baik saja tetapi mereka mengalami cidera jadi kau harus menggunakan hartamu untuk mengobati mereka ouh ya sebagian harta keluarga kalian di gudang juga ikut hancur jadi kau harus bisa berhemat."ucap Bo Qin dengan muka tidak bersalah malah dia mengungkapkan sambil tersenyum seperti membuat suatu keluarga hampir hancur hanya masalah kecil buatnya.


Sebenarnya dari orang-orang yang berkumpul ada tetua dari keluarga Qin, saat mendengar keluarga Jin di hancurkan karena ingin merampok orang akibat mereka tidak mendapatkan barang yang mereka inginkan di pelelangan ia segera kembali ke keluarganya untuk melaporkan hal tersebut karena dia juga mendengar keluarganya juga ada mengirim beberapa orang untuk merampas barang milik orang misterius namun memiliki banyak harta.


Bo Qin yang telah menyadari hal tersebut hanya tersenyum dan berharap akan sesuatu yang lebih menyenangkan. Bo Qin juga sengaja terus berbicara menggunakan salah satu jurusnya yang bisa membuat suara terdengar luas yaitu gema dewa, agar semua orang tahu kebusukan para keluarga besar itu. Ia juga sengaja mengatakan selanjutnya dia akan menghancurkan keluarga Qin sehingga membuat gempar orang-orang sekitar.


Sementara itu di keluarga Qin sedang terjadi kehebohan akibat orang yang mereka singgung ternyata memiliki kekuatan yang sangat besar. Apalagi setelah kedatangan salah satu tetua yang mengabarkan bahwa kediaman keluarga Jin rata dengan tanah bahkan walikota yang mencoba menghentikannya juga gagal.


"Baiklah tidak usah khawatir, pasang formasi pertahanan terkuat. Hari ini kita biarkan dunia melihat siapapun yang melawan keluarga Qin bahkan orang yang kuat sekalipun tidak akan mampu melawan keluarga Qin."


"Baik patriak."


"Gunakan juga semua kartu tersembunyi kita."


"Baik patriak."

__ADS_1


Bo Qin yang telah melihat semua kejadian itu dari atas langit hanya tersenyum, dan membiarkan mereka menyiapkan segala hal untuk menyambutnya.


"Baiklah biarkan mereka menyiapkan segalanya, lebih baik aku mencari tahu tempat ruang hartanya."ucap Bo Qin sambil menggunakan Qi nya untuk memindai keluarga Qin


"Ouh sudah ketemu, mereka lama sekali padahal pertahanan yang mereka siapkan sangat lemah. Baiklah akan ku hancurkan saja sekarang."ucap Bo Qin


TAPAK PENGHAKIMAN


Awan-awan hitam seperti sebelumnya kembali berkumpul tetapi kali ini area yang ditutupi awan hitam lebih besar. Sebuah telapak tangan berwarna hitam keluar dari balik awan hitam, seiring dengan Bo Qin menurunkan tangannya telapak tangan itu kembali melesat ke arah kediaman keluarga Qin


DUUAAARR


Ledakan kembali terdengar, debu-debu beterbangan di udara menutupi kediaman keluarga Qin. Setelah debu-debu menghilang kini kediaman keluarga Qin beserta seluruh keluarga Qin telah lenyap digantikan sebuah lubang berbentuk telapak tangan yang memiliki kedalaman 100 meter.


Ha...ha...ha sepertinya aku terlalu banyak mengeluarkan kekuatanku jadi sayang aku tidak bisa mengambil harta mereka juga, haisss sepertinya aku mengalami kerugian yang mengganggu diriku tiga keluarga tapi harta milik 2 keluarga saja yang bisa kuambil.


Karena Bo Qin yang dari awal sampai akhir selalu menggunakan jurus gema dewa sehingga suaranya masih terdengar ke seluruh kota seribu bunga. Walikota yang telah kembali ke kediamannya mendengar ucapan Bo Qin hanya bisa berucap pada diri sendiri


"Rugi darimana dirimu, yang mengalami kerugian itu harusnya kota ini. Bahkan sebagian kediaman milikku juga hancur mana sebagian gudang harta keluargaku juga ikut hancur beserta isinya. Banyak orang-orang ku yang terluka parah, sebagian kekuatan kota ini juga menghilang. Sekarang sungguh keajaiban kota ini tidak akan diserang."ucap Walikota seribu bunga


"Ha..ha..ha.. sekarang aku akan menunggu di kota ini jika ada yang ingin balas dendam silahkan cari aku di kota ini. Kalian yang ingin balas dendam cukup datang ketengah kota dan berteriak TUAN PENDEKAR PEDANG NAGA KEGELAPAN aku menantangnya bertarung. Tapi ingat setiap yang menantang diriku artinya telah siap kehilangan segalanya karena jika kalian kalah seluruh keluarga atau orang-orang di belakang kalian akan kuhabisi. Contohnya jika yang balas dendam adalah salah satu dari keluarga yang dihancurkan tadi dan dia merupakan murid salah satu sekte juga saat dia balas dendam dia membawa salah satu orang sekte maka sekte itu akan ikut kuhancurkan."ucap Bo Qin


"Ouh ya selama aku di kota ini jangan ribut ya soalnya berisik, kalau kalian tetap ribut aku akan membunuh kalian."lanjut Bo Qin lagi


Walikota yang mendengar ucapan Bo Qin hanya bisa tersenyum, setidaknya kotanya akan aman karena mata-mata dari kota atau kelompok lain yang ingin menyerang kota itu harus berpikir dua kali jadi dia bisa memulihkan kondisi kota dengan tenang. Itulah pikir walikota seribu bunga.


Begitu pula orang-orang dari kelompok yang ingin menyerang kota seribu bunga memanfaatkan keadaan kota yang melemah jadi membatalkan niat mereka menyerang kota.


Sementara itu Bo Qin yang masih terbang di atas tempat yang dulunya kediaman keluarga Qin segera menambah ketinggian terbangnya sampai terlindung di balik awan dan segera melesat ke arah Sekte Pedang Naga, tetapi di tengah-tengah jalan Bo Qin segera kembali ke arah kota seribu bunga dan kembali menggunakan jurus gema dewa miliknya untuk mengeraskan suaranya


"Ouh ya kalau ingin balas dendam segera ya, soalnya tidak memukuli orang selama sehari saja itu membosankan."ucap Bo Qin sambil sedikit mengeluarkan aura dominasi miliknya


Banyak kultivator yang tertekan dan orang-orang biasa pingsan. Walikota yang juga merasa tertekan hanya bisa mengumpat dan berpikir baik atau buruk dia berada di kota seribu bunga.


......SEGINI DULU AJA YA, BTW AUTHOR SEKALIAN ***PROMOSI YA. JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR.......

__ADS_1


......TERIMA KASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA SELAMA INI......


...SEE YOU NEXT TIME***...


__ADS_2