Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 93 Cerita Hua Jian Shen II


__ADS_3

" Yah semua senjata diriku termasuk pedang, kitab, sumberdaya ikut aku bereinkarnasi karena aku menyimpan semuanya bukan di cincin ruang melainkan di ruang jiwa yang terkait dengan jiwaku."ucap Hua Jian Shen


"Jadi begitu, jadi sebenarnya kita itu bisa membuat ruang jiwa yang memiliki fungsi hampir sama dengan cincin ruang ya, dan itu terkait dengan jiwa jadi orang-orang tidak akan tahu kita menyimpan barang-barang berharga kita. Lumayan berguna."ucap Bo Qin dalam telepatinya


"Baiklah sekarang aku sudah memberitahukan kisahku semuanya jadi sebaiknya kita berbicara biasa saja, liatlah dua orang itu sepertinya kebingungan dengan kita yang hanya diam dan tidak menghiraukan mereka."ucap Hua Jian Shen kemudian memghakhiri telepatinya.


Zhu Luoning dan tetua Mei yang melihat Bo Qin dan Hua Jian Shen telah sadar, mereka segera menanyakan apa yang terjadi kepada mereka


"Qin'er apa yang terjadi pada kalian, sepertinya kalian akhir-akhir ini sering termenung."ucap Zhu Luoning


"Ouh itu tidak masalah, aku tidak apa-apa."ucap Bo Qin dengan acuhnya


"Ehhh baiklah kalau seperti itu, perkenalkan ini sahabat guru namanya Mei Yin biasanya dia dipanggil tetua Mei."ucap Zhu Luoning


"Ouh, baiklah."jawab Bo Qin


"Ennnnn begitulah sikap murid kuini saudari Mei terkadang dia banyak bicara terkadang dia acuh. Tapi saat dia banyak bicara itu akan memancing emosi orang lain."ucap Zhu Luoning sambil tersenyum masam


"Tidak masalah aku memaklumi sikap dirinya, karena aku selama ini juga berhadapan dengan orang yang seperti itu."ucap Mei Yin atau tetua Mei sambil melirik Hua Jian Shen


"Ouh ya Qin'er dimana hewan spritual milikmu, saat kamu bertarung aku tidak melihatnya."ucap Zhu Luoning


"Xiao Houzi ada disini, ini merupakan salah satu kemampuan barunya saat berevolusi."ucap Bo Qin sambil memperlihatkan punggung tangannya yang terlihat sebuah tato seperti kepala monyet

__ADS_1


"Dia bisa menyatu dengan dirimu."tanya Zhu Luoning yang hanya dibalas anggukan oleh Bo Qin


"Kalau begitu kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian."tanya tetua Mei


"Apakah itu perlu, kurasa tidak terlalu diperlukan bukan."ucap Hua Jian Shen


"Itu harus dilakukan biar semua orang tahu kalau kau telah bertunangan dan akan segera dinikahkan."ucap tetua Mei


"Ouh ya setelah kalian bertunangan kamu akan tinggal di sini atau kembali ke Sekte pedang naga Qin'er, atau bisa juga shen'er yang ikut kami ke sekte pedang naga. Tapi bisa juga kalian melakukan perjalanan terlebih dahulu biar lebih akrab."ucap Zhu Luoning


"Hmmmm kalau begitu aku aka......."


"Sebaiknya shen'er ikut calon suaminya ke sekte pedang naga atau lebih baik kalian melakukan perjalanan terlebih dahulu untuk menambah pengalaman kalian."ucap seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan mereka


"Eh ayah......"ucap tetua Mei


Sementara orang-orang menyapa patriak Bo Qin dan Hua Jian Shen hanya memandang sekilas dan kembali ke mode dingin mereka.


"Ucapan diriku belum selesai sudah kau potong saja pak tua apa kau tidak punya sopan santun hahh."ucap Hua Jian Shen dengan pandangan mata tajam


'haahhh seorang bocah tanpa sopan santun mengatakan tentang sopan santun dihadapan ku apa dunia ini tidak terbalik."ucap patriak sekte pedang utara didalam hatinya


"Itu hanya untuk menambah pengalaman dirimu saja shen'er jika kau terus didalam sekte kau tidak akan punya pengalaman."ucap patriak sekte pedang utara

__ADS_1


Hua Jian Shen tetap diam dan hanya mengangguk saja, padahal didalam hatinya dia tahu bahwa patriak sekte pedang utara ingin membuat dirinya segera bebas dari tekanan yang disebabkan oleh Hua Jian Shen sendiri jadi dia memaklumi itu.


"Baiklah sudah diputuskan kalian berdua akan ikut ke sekte pedang naga terlebih dahulu baru kalian melakukan perjalanan."ucap Zhu Luoning


'syukurlah calon suaminya shen'er tidak tinggal di sekte ini juga jika tidak aku yakin masalah yang disebabkan oleh kedua pasangan ini akan membuat diriku menderita lebih parah.'pikir patriak sekte pedang utara


"Tapi sebelum kembali Bo Qin kau akan mengikuti pertandingan gelar dewa, dan kalian bisa mengikuti pertandingan itu bersama-sama."ucap Zhu Luoning


"Itu ide yang bagus, dengan kekuatan kalian sepertinya itu adalah hal yang mudah. Tapi kalian harus ingat juga jangan meremehkan lawan."ucap patriak sekte pedang utara


"Hmmm baiklah.... tapi kapan pertandingan itu dimulai."ucap Bo Qin


"Seminggu lagi, jadi sebaiknya kalian segera pergi mendaftarkan diri kalian."ucap patriak sekte pedang utara


"Jadi pertandingan gelar dewa diadakan sebelum pertandingan jenius muda yang diadakan oleh sekte langit ya."


"Begitulah karena sepertinya banyak orang tingkat dewa yang berdatangan ke ibukota kekaisaran Lang ini, selain orang yang berada di tingkat dewa mereka juga membawa junior mereka yang mereka anggap jenius untuk pertandingan."ucap sang patriak


"Jadi banyak kekuatan yang menunggu saja untuk unjuk kekuatan, sepertinya mereka ingin pamer kekuatan dengan memenangi kedua pertandingan."ucap Zhu Luoning


"Ingin pamer bisa saja kalau mereka mampu mengalahkan diriku, di pertandingan nanti siapapun yang berhadapan dengan diriku aku akan membunuhnya. Saat mereka telah naik keatas ring artinya mereka telah siap mati."ucap Bo Qin


"Terserah kau saja, di pertandingan nanti akan ada 2 jenis pertandingan yang pertama yaitu pertandingan kelompok yaitu akan ada 2 orang dalam satu kelompok yang melambangkan raja dan ratu ataupun dewa dewi. Setelah pertandingan kelompok kelompok yang masih bertahan akan melakukan pertandingan satu lawan satu tapi orang yang telah bergabung dalam satu kelompok di awal tidak akan saling bertarung."ucap Zhu Luoning

__ADS_1


"Pertandingan pertama itu seperti mengandalkan kekuatan koneksi dan keluarga walaupun kau lemah jika kau memiliki orang yang kuat kau akan mampu mendominasi, pertandingan kedua melambangkan sekuat apapun koneksi dan keluarga kalian jika kalian lemah kalian akan tetap mati jika kalian tidak memiliki kekuatan yang cukup intinya kekuatan koneksi kalian tidak akan berguna menghadapi kekuatan absolute."ucap patriak sekte pedang utara


......SEKIAN DULU YA SEMUANYA EPISODE KALI INI SAMPAI JUMPA DI NEXT EPISODE JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAUPUN BISA HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI......


__ADS_2