Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 85 tiba di kota Tiga Mawar


__ADS_3

"Lin Shu Yan kau tidak cocok, jurus ku tadi merupakan jurus yang hanya bisa digunakan oleh orang yang sering membunuh. Serangan aura yang dikeluarkan olehku tadi merupakan serangan aura dominasi, yang akan semakin kuat jika kamu membunuh. Sedangkan kau An Xue aku tidak mengajarkan apapun pada orang tidak kukenal dan sebaiknya kalian tidak menggangu diriku aku ingin istirahat."ucap Bo Qin


"Hei jangan begitu kalau kau tidak mengajarkan diriku sesuatu aku akan terus mengganggu dirimu."ucap An Xue


"Ouh coba saja dan saat itu aku tidak yakin apakah kepalamu masih ada ditempatnya atau tidak."ucap Bo Qin dengan santai tapi kalau An Xue terus mengganggu dirinya dia pasti akan melakukan ucapannya


Hiiiiiii


An Xue menjadi merinding setelah mendengar ucapan Bo Qin


"Y..y..ya.aa sudahlah aku akan pergi tidak menggangu waktu istirahat dirimu deh."ucap An Xue yang segera menjauhi Bo Qin yang masih asik tiduran di pundak Xiao Houzi


Bo Qin yang melihat kepergian An Xue hanya diam dan melanjutkan tidurnya kembali.


Semua orang telah melakukan perjalanan dengan menggunakan energi Qi nya mereka sekarang memutuskan untuk istirahat dan mengisi kembali energi Qi mereka. Berbeda dengan Bo Qin yang dia terus tiduran di atas pundak Xiao Houzi, dia tidak merasa kelelahan sama sekali dan merasa tidak perlu istirahat.


"Bukannya tujuan masih jauh kenapa malah duduk, bukannya melanjutkan perjalanan."ucap Bo Qin


'kau hanya tiduran di atas hewan buas milikmu mana bisa merasakan lelah.'ucap sebagian besar orang-orang di dalam hatinya


"Iya tuh benar kata Qin'er kenapa harus istirahat aku yang wanita saja masih kuat."ucap Zhu Luoning

__ADS_1


'ya iyalah kau hanya sebentar melakukan perjalanan meminta digendong oleh Senior Chu.'ucap murid-murid tentunya mereka mengucapkan juga didalam hatinya masing-masing


"Kita perlu mengisi kembali energi Qi kita kasian para murid yang terus berjalan menggunakan Qi miliknya pasti berkurang." ucap tetua Yan


"Haiss perjalanan akan bertambah lama deh, hei murid b0d0h bagaimana kalau kita berangkat duluan saja ke ibukota daripada harus menunggu mereka. Lagipula kita dan mereka memiliki tujuan yang berbeda."ucap Zhu Luoning pada Bo Qin


"Dasar kau guru sialan aku tidak bodoh aku adalah orang yang paling cerdas. Tapi baiklah daripada harus menunggu mereka lebih baik duluan."ucap Bo Qin sambil meminta Xiao Houzi untuk melanjutkan perjalanan


"Hei tunggu apakau menyuruh gurumu ini untuk berjalan setidaknya kau harusnya mempunyai cara biar aku bisa naik keatas keramu juga kan."ucap Zhu Luoning


"Hadehh membuat beban saja, ya sudahlah cepatlah naik keatas tangan Xiao Houzi."ucap Bo Qin sambil memerintahkan Xiao Houzi merunduk dan membuka telapak tangannya yang tidak memiliki bulu


Setelah Zhu Luoning naik Xiao Houzi segera melesat dengan kecepatan tinggi, walaupun dia masih memiliki tingkat emperor tahap menengah tetapi kecepatannya bisa menyamai seorang tingkat dewa suci, sehingga membuat tetua Yan beserta para murid hanya diam melongo.


"Ini merupakan tempat asal adik perguruan, sebaiknya kita singgah disini terlebih dahulu guru aku memiliki firasat kita bisa bersenang-senang disini."ucap Bo Qin


"Haahhahah aku setuju lagipula rombongan itu pasti terlambat juga datangnya. Harusnya jika kita bersama mereka kita akan tiba di sini sekita dua Minggu tpi dengan kecepatan kera milikmu kita hanya memerlukan waktu empat jam."ucap Zhu Luoning


Bo Qin dan Zhu Luoning yang masih menaiki kera mereka segera mengarah ke gerbang kota untuk memasuki kota


"Sepertinya kita tidak perlu mengantri, rupanya tempat ini tidak ada orang antri untuk masuk. Tempat ini ternyata sepi."ucap Zhu Luoning

__ADS_1


Bo Qin dan Zhu Luoning segera mendekat ke gerbang kota masih dengan menaik Xiao Houzi, para penjaga gerbang yang melihat itu menjadi terkejut dan ketakutan melihat kera yang besar itu.


"Maaf senior kalau hewan buas sebesar ini dilarang memasuki kota karena bisa menghancurkan kota."ucap sang penjaga gerbang dengan tubuh gemetaran melihat ukuran Xiao Houzi yang cukup besar


"Ouh begitu kah Xiao Houzi, mengecil lah ucap Bo Qin."ucap Bo Qin yang segera melompat dari pundak Xiao Houzi di ikuti oleh Zhu Luoning


"Nah kalau begini bisa kan...? Yah kalau tidak bisa yah tidak apa-apa juga sih."ucap Bo Qin sambil mengelus kepala Xiao Houzi yang telah mengecil dan duduk di pundaknya


"Tentu-tentu bisa senior silahkan masuk, selamat datang di kota Tiga Mawar."ucap sang penjaga gerbang


"Terimakasih kalau begitu, ambillah anggap saja biaya masuk." ucap Bo Qin sambil melemparkan kantong kecil berisi koin emas.


"Eh tumben kamu bisa baik Qin'er."ucap Zhu Luoning terheran-heran


"Yahhh...sekali kali tidak masalah kan lagipula itu berasal dari salah satu keluarga bangsawan yang kuhancurkan."ucap Bo Qin santai


"Ouh begitu kah aku lupa dengan itu."ucap Zhu Luoning


"Hehehehh habisnya di setiap tempat yang ku kunjungi pasti ada saja orang sombong dan sok berkuasa padahal hanya orang-orang bodoh tidak berguna, hanya bersembunyi di balik nama sungguh sampah masyarakat, hidup pula. Jadi lebih baik kuhancurkan saja, daripada merusak pemandangan."ucap Bo Qin


Sementara para penjaga gerbang yang mendengar menjadi merinding, yah walaupun Bo Qin berbicara dengan santai tapi mereka yakin bahwa kota ini pasti akan mengalami hal yang mengejutkan.

__ADS_1


l


__ADS_2