
Liang Chu yang melihat Zhu Luoning menyerahkan pedangnya ke Bo Qin jadi bingung, apakah Bo Qin juga mempunyai ilmu blacksmith yang hebat tetapi dia hanya diam saja dan menyimpan semua pertanyaan di dalam hatinya.
Setelah menerima pedang milik gurunya itu ia segera kembali ke kamarnya. Sesampainya di dalam kamar miliknya Bo Qin segera memasang pelindung agar dirinya tidak terganggu saat proses menempa.
"Hmm.... sepertinya sudah cukup sekarang aku akan mulai menempa pedang milik guru terlebih dahulu."ucap Bo Qin sambil mengeluarkan pedang milik Zhu Luoning dari sarungnya
"Baiklah akan aku mulai."
Bo Qin segera memulai menempa pedang milik Zhu Luoning, tetapi Bo Qin tidak menempa seperti para blacksmith - blacksmith lainnya yang pada awalnya harus melelehkan besi lalu kemudian memasukkan ke dalam cetakan lalu kemudian ditempa untuk membentuk senjata yang di inginkan. Bo Qin hanya mengangkat jari telunjuk dan tengah sebelah kiri miliknya di depan wajahnya setelah itu dengan cepat dia melesatkan kedua jarinya ke depan. Segera di depan Bo Qin terbentuk api berwarna hitam yang cukup besar, setelah api terbentuk dia segera melemparkan pedang milik gurunya itu beserta beberapa bahan lainnya seperti batu bintang, Core hewan buas tingkat epic, dan beberapa mineral langka.
Setelah semua bahan meleleh, Bo Qin segera menarik tangannya kembali dan mengepalkan tangannya di depan wajahnya sambil mengucapkan kata
"Berkumpul..."semua bahan yang telah meleleh kini menjadi satu, setelah semua bahan menyatu Bo Qin segera mengarah kedua jari telunjuk dan tengah kiri dan kanan miliknya ke arah api hitam yang mana semua bahan telah bersatu
"Formasi pembentukan : Pengembalian bentuk.... AKTIFKAN."ucap Bo Qin lalu bahan bahan yang telah bersatu itu kemudian membentuk sebuah pedang yang terlihat sama seperti sebelumnya. Setelah melalui beberapa waktu Bo Qin segera menghentikannya api hitam perlahan mulai menghilang dan pedang itu melayang ke tangan Bo Qin.
"Akhirnya selesai juga, kalau dilihat sekilas pedang ini adalah pedang yang sama dengan sebelumnya tetapi jika di perhatikan lebih teliti bilahnya ada tambahan ukiran kecil bewarna emas berbentuk gelombang."
"Sekarang punya guru telah selesai tapi sayang tingkatnya hanya sampai tingkat dewa kelas rendah, waktunya memperbaiki pelindung lengan ini."ucap Bo Qin sambil mengeluarkan sebuah pelindung tangan dari cincin ruang miliknya
"Panah-panah kecil ini sangat lemah lebih baik aku buat sendiri, tetapi kalau kubuat dengan bahan yang bagus jika ini terus kupakai cepat atau lambat panah-panahnya akan habis dan aku akan rugi."
"Ouhh baiklah aku punya ide tinggal ku gunakan batu energi semesta saja sebagai bahan panahnya. Batu energi semesta semakin lama akan menyerap energi Qi dari alam. Walaupun batu energi semesta tidak bisa di serap oleh makhluk hidup tetapi batu ini sering digunakan untuk sumber formasi. Akan ku buat Formasi penyerap energi dan pembentukan energi, untuk menyerap Qi dari batu energi semesta dan membentuknya menjadi panah energi. Jadi tinggal membuat mekanismenya saja lagi agar mengaktifkan formasi tanpa perlu Qi."
Setelah mendapatkan cara agar bisa menembakkan tanpa perlu energi Qi ataupun panah-panah kecil, Bo Qin segera memodifikasi pelindung lengan miliknya itu. Sekarang ketahanan pelindung lengan itu setara pusaka bintang tingkat tinggi. Ditengah-tengah pelindung lengan itu juga terpasang mutiara berwarna merah darah. Mutiara itu bernama kristal batu dewa, kekerasan mutiara itu setara dengan pusaka dewa tingkat tinggi jadi batu itu tidak akan mudah hancur.
Bo Qin segera keluar untuk menyerahkan pedang milik gurunya yang telah selesai di perkuatnya, pelindung lengan miliknya kini juga telah dipasang dia di lengan kirinya. Pelindung lengan itu tersembunyi dibalik lengan jubah muridnya yang longgar.
"Guru dimana ya, ahh lebih baik aku cari dengan Indra spritual ku saja."ucap Bo Qin sambil mengedarkan aura Qi miliknya ke seluruh kediaman
"Ahh..ketemu ternyata guru ada di belakang."
__ADS_1
Bo Qin segera menemui Zhu Luoning, setelah sampai di tempat Zhu Luoning Bo Qin segera menyapa gurunya itu.
"Guru..... pedang milikmu telah selesai ini."ucap Bo Qin sambil melemparkan pedang milik Zhu Luoning ke arahnya
"Heiii hati-hati jangan di lempar sembarangan, sekarang berada di tingkat apa pedang ini."ucap Zhu Luoning sambil mengecek pedang miliknya
"Itu cuma sampai pusaka dewa tingkat rendah, aku kekurangan bahan yang bagus untuk menguatkan lebih jauh."ucap Bo Qin
"Apa ini sudah menjadi pusaka tingkat dewa, bahkan ayah hanya memiliki pusaka semesta kelas menengah. Bukannya senjata dewa hanya dianggap mitos."
"Ekhmmmm....apa guru lupa sesuatu."ucap Bo Qin sambil memegang caping yang saat itu dia pakai.
"Ehhh aku lupa dirimu, y sudah kalau begitu sebaiknya kita makan saja dulu sesuai perjanjian kali ini aku yang masak makanan cobalah."
"Senior Chu dimana, kenapa dia tidak terlihat."
"Saat aku mengajaknya makan bersama, dia tiba-tiba saja bilang ada urusan penting yang sangat mendesak. Jadi dia segera pergi."
Bo Qin segera mencicipi makanan buatan Zhu Luoning, tetapi sesaat setelah dia memakainya dia segera memuntahkan kembali makanannya
"Sialll.....ini makanan apa racun, rasanya sangat tidak enak. Pantas saja senior Chu langsung pergi."ucap Bo Qin dengan lantang
"Apa kamu bilang harusnya kamu makan saja jangan banyak komentar. Lagipula jangan sembarangan bicara Chu ge'ge mengatakan masakan ku enak."
"Cihh.. sialan dengan sifat senior Chu sudah pasti dia akan bicara begitu. Dia tidak mau menyakiti perasaan orang lain."
"Tidak....ini benar-benar enak."
"Apa guru tidak pernah mencoba memakan makanan buatan guru sendiri."
"Tidak.."
__ADS_1
"Kalau begitu guru sendiri saja yang makannya, saya akan makan ditempat tetua Yan."ucap Bo Qin sambil mengambil satu makanan dan segera memasukkan makanan ke mulut Zhu Luoning yang ingin melanjutkan perkataannya.
"Hueekkk apa yang kau berikan, rasanya sangat tidak enak."
"Rasakan masakan mu sendiri, sekarang aku pergi ke tempat tetua Yan terlebih dahulu."ucap Bo Qin
"Tunggu aku ikut."
"Baiklah tapi sebelum itu, kita harus membawa semua makanan ini. Dari tampilannya terlihat sangat enak jadi ini akan ditukarkan dengan makanan di tempat tetua Yan."
"Baiklah setuju, lagipula mencuri tidak baik. Kalau bertukar itu masih baik."ucap Zhu Luoning
Bo Qin segera memasukkan semua makanan yang di buat oleh Zhu Luoning, setelah itu mereka berdua segera pergi ke tempat tetua Yan secara sembunyi-sembunyi. Setelah memasuki kediaman tetua Yan mereka berdua segera bergerak menuju ruang makan milik tetua Yan yang telah tersedia banyak makanan.
"Baiklah aku akan mengambil semuanya."ucap Bo Qin sambil mengibaskan tangannya seketika semua makanan itu menghilang. Bo Qin segera mengibaskan tangannya lagi dan seketika ada lagi makanan bahkan terlihat lebih enak daripada yang sebelumnya.
"Nah selesai, saatnya pergi guru."ucap Bo Qin sambil di iringi oleh anggukan oleh Zhu Luoning
Tak berapa lama mereka pergi tetua Yan segera memasuki ruangan
"Entah kenapa firasat ku tak enak."ucap tetua Yan
"Wahhhh.... makanan hari ini terlihat enak, mereka pasti sudah bekerja keras untuk membuatnya. Aku akan memberikan mereka bonus nantinya."ucap tetua Yan sambil mengambil makanan yang ada dan langsung menelannya.
"Siaall makanan apa ini, apa ada yang berniat meracuni aku."umpat tetua Yan sambil mengibaskan tangannya dan semua makanan terjatuh dari meja. Saat sudah bersih dari makanan Tetua Yan melihat kertas kecil yang bertuliskan
"Selamat malam Yan tua, aku telah memasak makanan buat dirimu. Tetapi sudah ada makanan di meja jadi kami membawanya dan menggantinya dengan masakan ku, semoga kau suka. Salam hangat dari wanita paling cantik dan baik hati Zhu Luoning."
"Pantas saja firasat ku buruk rupanya ini sebabnya, Yang enak dipandang belum tentu aman aku akan mengingatnya."
......SEKIAN DULU YA SEMUANYA, MAAF AUTHOR JARANG UPDATE SOALNYA NULIS INI EMANG SEKEDAR HOBI AJA. DAN TERIMAKASIH ATAS SEGALA SARAN DAN MASUKKAN NYA......
__ADS_1