
Bo Qin dan Zhu Luoning terus saja berbicara tanpa memperdulikan para murid yang pingsan dan terluka dalam, karena bagi mereka jika kau hanya beban mau mati sekalipun mereka berdua tidak peduli lagipula mereka yang pingsan tidak ada hubungannya dengan mereka itulah pikiran mereka. Walaupun Lin Shu Yan yang merupakan muridnya juga ikut pingsan tapi Zhu Luoning tidak peduli, selagi dia masih hidup.
Setelah semua murid sadar mereka menjadi ketakutan saat melihat Bo Qin, apalagi saat mereka mengingat hanya dengan aura Bo Qin saja mereka sudah pingsan dan terluka dalam yang lumayan parah. Hanya Lin Shu Yan saja yang masih seperti biasa saja terhadap sikap seniornya itu, bahkan An Xue sekarang merasa ketakutan dengan Bo Qin yang awalnya dia tidak percaya akan rumor kekejaman Bo Qin yang menyebar di sekte dan menganggap itu hanya dilebih-lebihkan. Tapi sekarang dia yakin bahwa rumor yang menyebar di sekte sudah banyak dikurangi bukan di lebih-lebihkan.
"Lin Shu Yan seniormu itu jahat jadi jangan dekat-dekat dengannya."ucap An Xue dengan badan gemetaran
"Tidak sebenarnya senior itu baik cuma sedikit suka membunuh, bahkan banyak jurus dan latihan yang selama ini kulatih mengalami kenaikan pesat karena dibantu senior. Yah walaupun saat latihan beberapa bagian tubuhku terpotong-potong, tapi senior memberikan pil regenerasi jadi tubuhku yang terpotong tumbuh kembali."ucap Lin Shu Yan dengan senyum yang dipaksakannya
"Pil regenerasi, seberapa sering kamu memakannya."ucap An Xue dengan ekspresi yang terkejut
"Yah setiap habis latihan, karena hampir setiap habis latihan ada saja tubuhku yang dipotong senior."ucap Lin Shu Yan
"Kamu gila ya, Lin Shu Yan pil regenerasi yang bisa mengembalikan tubuh yang terpotong itu termasuk pil yang langka dan hanya beberapa orang saja di kekaisaran ini yang mengetahui cara pembuatannya, pembuatan nya juga sulit makanya cuma sedikit orang yang bisa. Lagipula pil itu sangat mahal jika dijual dan bahan pembuatannya tidaklah mudah didapatkan."ucap An Xue
"Apakah begitu..."tanya Lin Shu Yan dengan heran
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan apakah begitu, semua yang kukatakan adalah kebenaran."ucap An Xue
"Tapi kata senior pil itu bahannya mudah saja dia dapat, dan pembuatannya tidaklah sulit aku melihat sendiri senior membuatnya dihadapan diriku. Dia membuat ratusan pil untuk latihan diriku hanya dalam beberapa menit."ucap Lin Shu Yan
"Hahhh benarkah itu, bagaimana caranya dia membuatnya."ucap An Xue dengan ekspresi penasaran
"Yah bagaimana menjelaskannya aku juga tidak tahu yang pasti orang biasanya menggunakan tungku untuk membuat pil, sedangkan dia juga menggunakan tungku tapi tungku yang digunakannya seperti berasal dari kekuatan miliknya yang keluar dari tubuhnya dan membentuk tungku. Setelah itu dia hanya melemparkan semua bahan setelah menunggu beberapa saat tungku itu akan menghilang dan menyisakan pil yang telah selesai."ucap Lin Shu Yan
"Tungku jiwa, bagi seorang alkemis kekuatan jiwa sangat penting dan ketika mencapai tingkat tertentu seorang alkemis bisa membuat tungku jiwa yang bisa membuat pil dengan lebih mudah dan juga khasiat yang lebih baik. Biasanya hanya alkemis tingkat langit keatas lah yang bisa membuat tungku jiwa, itupun hanya orang berbakat saja."ucap An Xue
Sebenarnya Bo Qin mengetahui bahwa hanya orang yang memiliki kekuatan jiwa yang tinggi yang bisa membuat tungku jiwa, sedangkan dia bisa membuat tungku jiwa artinya dia memiliki kekuatan jiwa yang cukup kuat. Tetapi dia tidak mengetahui tingkatan dari jiwa dan cara mengukur kekuatan jiwa.
'Ahhh sepertinya aku harus mencari informasi tentang tingkat kekuatan jiwa dan juga cara mengukurnya, mungkin aku akan mencarinya di dataran tengah nanti karena sepertinya informasi disini kurang lengkap.'pikir Bo Qin dalam hatinya
Setelah kejadian Bo Qin mengeluarkan auranya dan membuat semua murid menjadi cidera perjalanan ke ibukota menjadi sangat sepi dan para murid yang merasa awalnya mereka adalah jenius dan lebih baik dari yang lainnya karena dipilih mengikuti pertandingan jenius seluruh kekaisaran menjadi lesu dan tidak ada semangat juang lagi. Melihat kejadian itu tetua Yan mencoba memberikan semangat kepada mereka semua.
__ADS_1
"Kalian semua semangatlah jangan seperti itu, ini bisa menjadi pengalaman kalian kalau kalian kuat di suatu tempat belum tentu kalian kuat di daerah lainnya. Masa kalian kalah dengan perempuan liatlah mereka tetap semangat."ucap tetua Yan sambil menunjuk ke Lin Shu Yan dan An Xue.
Mereka berdua yang melihat tetua Yan menunjuk mereka menjadi bingung, dan menganggap hal itu tidak penting mereka memilih mendalami pikiran masing-masing.
Lin Shu Yan yang berniat mempelajari cara agar menyerang lawan hanya dengan aura saja, ia sudah mengetahui bahwa serangan aura bisa dilakukan tapi tidak akan menyebabkan kerusakan separah itu. Ia yakin itu pasti merupakan salah satu jurus aura yang langka. Sedangkan An Xue yang mendengar Bo Qin bisa mengeluarkan tungku jiwa dia berniat ingin belajar ilmu alkemis dengan Bo Qin, apalagi ayahnya saja masih belum bisa membuat tungku jiwa. Dia berniat untuk menyombongkan dirinya di hadapan ayah dan kakak laki-lakinya, dan mengatakan bahwa dia lebih hebat.
Selesai mereka memikirkan hayalan mereka, mereka menatap kearah Bo Qin dengan mata berbinar-binar.
"Jika ada niat kalian menginginkan sesuatu dariku aku tidak akan memberikannya ."ucap Bo Qin sambil melepaskan capingnya dan menatap Lin Shu Yan dan An Xue
"Tapi senior aku cuma ingin belajar serangan aura seperti senior."ucap Lin Shu Yan
"Aku hanya ingin mempelajari alkemis darimu saja."ucap An Xue
"Lin Shu Yan kau tidak cocok, jurus ku tadi merupakan jurus yang hanya bisa digunakan oleh orang yang sering membunuh. Serangan aura yang dikeluarkan olehku tadi merupakan serangan aura dominasi, yang akan semakin kuat jika kamu membunuh. Sedangkan kau An Xue aku tidak mengajarkan apapun pada orang tidak kukenal dan sebaiknya kalian tidak menggangu diriku aku ingin istirahat."ucap Bo Qin
__ADS_1