Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 61 dua mayat


__ADS_3

"Baiklah sekarang kita hanya bisa berharap kalau muridmu baik-baik saja Ning'er, dan untukmu Yan'er mulai sekarang kau harus belajar dengan lebih giat agar menjadi kuat. Juga jangan terlalu banyak mencari masalah yang tidak perlu kemungkinan seniormu itu bertemu dengan musuh yang hebat."ucap patriak Zhu


"Baik patriak."ucap Lin Shu Yan


"Hehh Yan'er buat apa kamu jadi penakut jika ada yang menggangu dirimu langsung pukul saja atau langsung bunuh juga boleh setelah itu hancurkan seluruh keluarga dan orang dekatnya."ucap Zhu Luoning


"Sudah Ning'er jangan mempengaruhi muridmu, kita sebagai aliran putih harus mengajarkan hal-hal yang baik dan penuh maaf. Jangan seperti aliran hitam yang gemar membunuh."ucap patriak Zhu


"Ya....ya.....ya terserah intinya jika ada yang menggangu langsung sikat saja Yan'er jangan kau dengar tua bangka bau tanah itu."ucap Zhu Luoning sambil berlalu pergi


"Ouh ya Yan'er kau ingin tahu rahasia kenapa tanaman milikku sangat suburkan karena aku membuat pupuknya dari mayat para kultivator yang kubunuh atau yang dibunuh oleh seniormu."ucap Zhu Luoning yang tiba-tiba menghentikan jalannya dan menoleh sambil tersenyum kearah tiga orang itu


"Ouh ya orang tua bau tanah kau mencari salah satu tetuamu kan, yah karena keponakannya menyinggung Qin'er jadi keponakannya terbunuh oleh Qin'er. Dia ikut campur jadi dia juga dibunuh oleh Qin'er, sekarang dia sudah menjadi pupuk buat tanaman ku. Hahahahahahahha."ucap Zhu Luoning kemudian melanjutkan jalannya lagi sambil diiringi tawa dan di ikuti Lin Shu Yan dibelakangnya


"Ternyata anak anda dan salah satu muridnya sangat sinting patriak, mereka seperti dua serigala yang hidup di tengah kawanan domba."ucap tetua penjaga Batu jiwa


"Haiss itulah dia mungkin karena kebencian yang menutup dirinya, dan aku yang kurang memberikan perhatian pada dirinya dia jadi seperti ini."ucap patriak Zhu


"Sudahlah patriak mungkin tetua Zhu nanti akan sadar kembali, mungkin tetua Zhu hanya perlu menemukan orang yang mencintai dia."ucap tetua penjaga batu jiwa

__ADS_1


"Hahahaha berapa banyak pria yang ingin melamar putri ku itu, banyak dari sekte-sekte bahkan ada juga dari kerajaan dan berakhir ditolaknya. Bahkan jika ada yang tetap mengejar dirinya dia tidak akan segan membunuh pria itu."ucap patriak Zhu


"Ahhhh itu ........."


"Sudahlah sekarang sebaiknya kita pergi terlebih dahulu, semoga saja muridnya itu bisa selamat."ucap patriak Zhu


Patriak Zhu dan sang tetua segera pergi dan kembali ke tempat masing-masing.


"Semoga kau baik-baik saja Qin'er."ucap Zhu Luoning yang melihat secara diam-diam kepergian patriak Zhu dan sang tetua penjaga batu jiwa


"Kaka senior pasti baik-baik saja guru, mungkin Kaka senior lagi latihan ditempat yang tidak biasa saja."ucap Lin Shu Yan


"Mungkin dirimu benar, ya sudah kamu kembali lagi latihan."ucap Zhu Luoning


Sementara itu Bo Qin yang terus menjelajah tempat dia terdampar akibat badai dimensi dia tidak menemukan satupun makhluk hidup selain tanaman dan buah-buahan yang penuh akan aura langit dan bumi.


"Buah-buahan disini sangat lezat dan lumayan berguna bagi yang memiliki kultivasi rendah tapi ini semua tidak berguna bagiku."ucap Bo Qin


Saat Bo Qin masih berjalan menyusuri hutan itu Bo Qin menemukan sebuah gua yang cukup besar, karena penasaran dia mencoba memasuki gua itu. Alangkah terkejutnya Bo Qin saat memasuki gua tersebut dan memasuki area terdalam gua itu, ia menemukan dua mayat yang masih memiliki kulit dan daging yang utuh dan juga saling berdiri berhadapan. Salah satu mayat itu seperti memakai armor naga dengan kepala naga di pundak kanannya sedangkan salah satu mayat lainnya memakai armor bermotif Phoenix dengan semacam main merah yang menutupi lengan sebelah kirinya

__ADS_1


"Eh mayat-mayat itu sepertinya mayat dari orang kuat pada jamannya, dan sepertinya mereka mati akibat saling bertarung. Ucap Bo Qin sambil mengamati kedua mayat tersebut


"Sepertinya armor yang mereka pakai merupakan salah satu jurus mereka jadi tidak bisa kuambil dan sepertinya tidak ada yang berharga disini."ucap Bo Qin setelah selesai mengawasi kedua mayat tersebut dan juga area sekitarnya


Sesaat Bo Qin ingin pergi meninggalkan ruangan itu, Bo Qin tiba-tiba merasakan aura pembunuh yang kuat juga aura yang menekan dirinya yang berasal dari kedua mayat itu


"Ahhh.....sialan sepertinya kedua mayat itu tak akan membiarkan aku pergi ya, kalau begitu tinggal kuhancurkan saja."ucap Bo Qin sambil melesat ke mayat yang memiliki armor bermotif Phoenix tetapi sebelum sempat mendaratkan serangan tekanan yang lebih besar kembali menekan Bo Qin sehingga membuat dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


Arggggh..


Tekanan itu terus saja menekan Bo Qin bahkan sampai membuat lantai yang dipijaknya menjadi retak


"Sialan apakah aku akan mati disini.....tidak aku belum boleh mati. Arggggh."teriak Bo Qin dan dengan segera dia mulai berdiri kembali walaupun tertatih-tatih.


'lumayan juga ya dirimu anak muda bisa bertahan dari tekanan dari kami.'sebuah suara tiba-tiba terdengar di dalam pikiran Bo Qin


"Siapa dirimu tunjukkan dirimu, jangan jadi pengecut keluarlah."teriak Bo Qin


'hahahahaha tenanglah nak kami berdua adalah dua mayat yang ada di depan dirimu. Aku adalah mayat yang memakai armor naga, sedangkan yang berbicara dengan dirimu diawal tadi adalah si Phoenix itu.'ucap suara yang baru saja terdengar di dalam kepala Bo Qin

__ADS_1


...SEKIAN DULU YA EPISODE KALI INI SAMPAI JUMPA DI NEXT EPISODE TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA SELAMA INI...


...JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAUPUN BISA HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI...


__ADS_2