
"Baik...dan juga ini untukmu bocah bijih ini tidak mampu kami cairkan tetapi batu ini bisa menyerap darah mungkin ini cocok untuk tambahan bahan senjata dirimu. Anggap saja itu hadiah pertemuan dariku."ucap pak tua pada Bo Qin
"Baiklah terimakasih"
Setelah kepergian Bo Qin dan Lin Shu Yan pak tua itu kembali ke kegiatan dia sebelumnya yaitu tidur, sementara itu di luar Paviliun bintang Bo Qin dan Lin Shu Yan segera berjalan kearah keluar kota.
"Kaka senior pak tua itu tadi sangat menyeramkan, aku bahkan seperti merasa ditatap hewan buas yang siap melahap diriku."ucap Lin Shu Yan
"Dia tahap dewa surgawi menengah jadi wajar saja kamu merasa seperti itu, tetapi auranya tidak stabil sepertinya dia memiliki luka dalam."ucap Bo Qin
"Eh dewa surgawi bukankah dia seharusnya sudah ada dipuncak kenapa dia bisa terluka."ucap Lin Shu Yan dengan wajah bingung
"Kan sudah kubilang dia hanya tahap menengah bukan puncak."ucap Bo Qin
"Ehhh....he... hehe..he maaf senior aku tidak fokus soalnya mendengar kata dewa surgawi pikiran ku itu sudah tidak merespon yang lainnya lagi. Aku kapan ya bisa mencapai seperti itu."ucap Lin Shu Yan sambil menatap langit dengan wajah seperti anak kecil yang bermimpi menjadi superhero
"Yah sampai sekarang aku baru saja melihat dewa surgawi lainnya."ucap Bo Qin
"Dewa surgawi lainnya apakah pernah melihat dewa surgawi yang lain, bukannya mereka telah mencapai puncak kultivasi dan biasanya bersembunyi."ucap Lin Shu Yan
"Dewa surgawi bukanlah puncak kultivasi, ada kultivasi yang lebih tinggi dari itu dan biasanya orang yang telah menerobos akan pergi dari benua ini dan tidak pernah kembali lagimakanya pengetahuan hanya sampai tingkat dewa surgawi."ucap Bo Qin dengan santai dan tenang tetapi itu seperti petir di siang bolong yang cerah bagi Lin Shu Yan sehingga dia berteriak
"Apa senior ada yang lebih tinggi dari tingkatan dewa surgawi."teriakan Lin Shu Yan membuat orang-orang yang sedang beraktivitas menghentikan aktivitas mereka dan memperhatikan mereka
"Hei nak.. jangan sembarang bicara kau, kalau kau ingin membual di depan gadis."ucap seorang pria besar berotot dengan kepala yang botak yang tiba-tiba datang dan berdiri di depan Bo Qin
Orang-orang yang melihat sibotak menghadang jalan Bo Qin menjadi kasihan dengan sibotak, tentu saja mereka sudah mengetahui kehebatan Bo Qin, sibotak yang melihat sekitar merasa bingung dengan wajah orang-orang yang tampak mengasihani dia.
"Hei apa yang kalian lihat, apa kalian ingin kutinju"ucap sibotak dengan lantang
__ADS_1
"Berisik....hei botak bisa minggir dari jalanku."ucap Bo Qin dengan tenang
"Apa kau bilang, kau berani memanggilku botak, sepertinya kau memang ingin mati."ucap si pria botak.
"Berisik."ucap Bo Qin sambil mengibaskan tangannya dan seketika juga pria botak itu menjadi kabut darah
Setelah selesai membunuh si pria botak Bo Qin kembali melanjutkan perjalanannya, sesaat sebelum meninggalkan kota Bo Qin bertemu dengan Liang Chu.
"Bo Qin gurumu sepertinya dia terkena racun bau sama seperti saat patriak, segeralah kau kembali."ucap Liang Chu
"Hahhh pasti dia terkena tiga jebakan para orang tua bau tanah itu, sepertinya aku harus menunda perjalananku ke kota daun gugur. Ahhh menyebalkan..... kenapa bisa dia terkena jebakan sih, jadi aku harus menunda kesenangan ku deh. Awas saja akan kubalas dirimu guru sialan."ucap Bo Qin dengan memasang senyum yang mengerikan
Tuukkkk
"Awwww..... Sakit siapa yang berani memukul ku hah."ucap Bo Qin yang sesaat lalu kepalanya terasa ada yang memukulinya
"Baik-baik aku tidak akan berbuat macam-macam, aku hanya akan mengobati saja............hanya akan mengobati."ucap Bo Qin dengan senyum iblis nya kembali
Mereka bertiga segera kembali ke sekte pedang naga, sesampainya di sana mereka segera menemui Zhu luoning
Saat mereka telah tiba di kediaman Zhu Luoning mereka langsung saja ke ruangan Zhu Luoning. Sesampainya di depan kamar Zhu Luoning Bo Qin segera saja ingin langsung masuk tapi dihentikan oleh Liang Chu
"Tunggu dulu kita harus tahu dia ada didalam atau tidak."ucap Liang Chu
"Baiklah terserah kau cepatlah."
Tok..tok..tok
"Ning'er aku kembali bersama Bo Qin apa kau ada didalam apakah kami boleh masuk."ucap Liang Chu
__ADS_1
"Masuklah pintunya tidak dikunci."ucap Zhu Luoning dari dalam
Saat Liang Chu ingin membuka pintu dia tidak bisa karena pintu itu terkunci.
"Ehh Ning'er pintunya terkunci, bisa kamu bukakan."
"Baiklah tunggu sebentar"ucap Zhu Luoning sambil beranjak dari duduknya tetapi sebelum sempat dia membuka pintu
Syutt....syattt....duarr
"Nah begini daripada lama-lama cuma pintu saja berani menghalangi jalan ku."ucap Bo Qin sambil memasukkan pedangnya kesarungnya kembali
"Qin'er apa yang kau lakukan kau merusak pintuku."ucap Zhu Luoning sambil menatap tajam Bo Qin
"Ouh kirain gak ada orang, soalnya sudah lama belum dibukakan."ucap Bo Qin dengan santai
"Hahhhhh ya sudahlah sekarang apa kau ada obat penyembuh untuk racun baumu itu, aku juga terkena walaupun tidak separah punyamu dan kalau kena air juga tidak masalah tapi itu tetap saja mengganggu."ucap Zhu Luoning sambil melihat sekeliling yang banyak dia pasang pewangi ruangan
"Ouh itu mudah saja bisa diobati dalam sekejap tapi ada efek sampingnya atau perlu menunggu selama satu Minggu sembuh sendiri."ucap Bo Qin
"Itu kelamaan, apa efek sampingnya apakah berbahaya."
"Tidak sama sekali, aku bisa menjamin itu. Tapi obatnya harus sekali minum tidak boleh dimuntahkan itu saja syaratnya."ucap Bo Qin
...SEKIAN DULU YA SEMUANYA SAMPAI JUMPA LAGI DI NEXT EPISODE...
......MAAF JARANG UPDATE SOALNYA ADA KESIBUKAN DI REAL LIFE SAYA JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL......
...OUH YA UNTUK SABTU MINGGU TIDAK AKAN UPDATE YA SOALNYA SABTU MINGGU MAU ISTIRAHAT...
__ADS_1