
Setelah merasa cukup mengamati Bo Qin segera memasang pelindung keseluruh kota daun gugur agar orang-orang keluarga nanggong yang menjabat menjadi tuan kota tidak bisa kabur keluar kota walaupun dia bisa mengejar yang kabur tapi dia tidak mau repot akan hal itu.
"Baiklah Lin Shu Yan saatnya kita menemui mereka."ucap Bo Qin kepada Lin Shu Yan
Mereka berdua segera turun tepat di depan kediaman tuan kota daun gugur atau lebih tepatnya kediaman keluarga nangong, tanpa memperdulikan para penjaga Bo Qin segera membawa Lin Shu Yan menuju gerbang keluarga nangong, tapi saat mereka ingin masuk mereka segera dihadang oleh dua orang penjaga gerbang
"Berhenti, siapa kalian ada urusan apa kemari."ucap salah satu penjaga itu dengan memasang wajah garang ke pada Bo Qin dan Lin Shu Yan
"Minggir sebelum kepalamu lepas dari tubuhmu."ucap Bo Qin dengan melirik tajam kearah penjaga gerbang tersebut
Melihat tatapan tajam Bo Qin penjaga itu menjadi ketakutan akan tetapi dia segera berhasil menguasai dirinya dan kembali membentak Bo Qin
"Kurang ajar bocah tengik berani sekali kau mengancam diriku."ucap penjaga tersebut dengan marah dan segera melayangkan pukulan ke arah Bo Qin.
Bo Qin segera mencabut pedangnya akan tetapi tidak seberapa lama dia kembali memasukkan pedangnya kesarungnya, itu membuat orang-orang di sekitar menjadi heran. Disaat orang-orang masih kebingungan dengan apa yang di lakukan Bo Qin tubuh penjaga yang menyerang Bo Qin tiba-tiba terpotong-potong
"Dasar semut, masih saja berani melawan sudah tahu lemah."ucap Bo Qin
Lin Shu Yan yang melihat kakak seniornya yang seperti itu masih merasakan kengerian, sedangkan penjaga yang satunya dia telah berdiri kaku ketakutan
"Lin Shu Yan segera bunuh penjaga itu."ucap Bo Qin sesaat setelah sampai di depan gerbang kediaman keluarga nangong
Duarrrrr
__ADS_1
Pintu gerbang keluarga nangong ditendang oleh Bo Qin sampai hancur, tetapi saat dia menoleh ke arah Lin Shu Yan dan penjaga gerbang itu dia jadi memasang wajah kesal
"Lin Shu Yan apa kataku segera bunuh pengawal itu."ucap Bo Qin sambil mengeluarkan auranya yang mencekam
Deeegggg
"Tapi...tapi senior dia hanya menj.."sebelum sempat menyelesaikan ucapannya Bo Qin telah memotong ucapannya
"Tidak ada tapi-tapian siapapun yang terlibat dengan musuhmu kau harus menyingkirkannya, kalau kau tidak bisa membunuhnya kau hanya akan menjadi kultivator naif yang bisa diperdaya."
"Bai...baik senior."ucap Lin Shu Yan gemetaran tetapi walaupun dia gemetaran dia tetap menebas kepala penjaga gerbang tersebut
"Bagus....itu permulaan yang sangat bagus lanjutkan."ucap Bo Qin sambil tersenyum
"Hahahhahah ternyata kalian sudah menyambut diriku ya, tidak sia-sia aku menyuruh prajurit itu kembali."
"Bagaimana apakah kalian mau memberi kompensasi atas kelakuan nangong len nangong lemah atau apalah itu aku sudah lupa soalnya cuma semut saja eh bukan semut kok tapi sampah jadi tidak pantas diingat oleh tuan muda ini."ucap Bo Qin santai
"Bajingan jadi kau yang membunuh anakku hah, aku akan membalaskan dendam nya. Arrrrrrggghhhh."teriak patriak nangong sambil menyerang Bo Qin
"Eh ternyata sampah itu anakmu pantas saja, ternyata disini hanya tempat pembuangan sampah. Sampai-sampai aku jijik berada di sini."ucap Bo Qin dengan nada sarkas
"Bajingan ayo semuanya serang dia."ucap tetua pertama keluarga nangong
__ADS_1
Para petarung keluarga nangong segera menyerang Bo Qin, sementara itu Bo Qin yang melihat semuanya menyerang dirinya malah tersenyum bahagia."
"Hahahahh menyenangkan...lagi...lagi lebih banyak lagi biar aku bisa membunuh kalian lebih banyak lagi."teriak Bo Qin
Orang orang yang menjadi penonton merinding melihat keganasan Bo Qin, yang seperti iblis haus darah. Bahkan Lin Shu Yan saat ini tidak bisa lagi menahan kedua kakinya sekarang dia telah terduduk menyaksikan Bo Qin yang membantai musuh-musuhnya.
Setelah beberapa waktu semua telah dibantai habis dan hanya menyisakan patriak keluarga nangong itu sendiri
"Hahhh....hah....hah.... tidak kusangka keluarga nangong akan hancur hari ini di tanganku, di kehidupan selanjutnya aku akan mendidik anakku dengan baik."ucap patriak keluarga nangong yang telah sekarat
"Ya itu harus kau lakukan di kehidupan selanjutnya jadilah lebih baik."ucap Bo Qin dengan tenang dan bersiap menebaskan pedangnya ke arah leher patriak nangong
"Kalau begitu bisa kah kau tidak membunuh keluarga yang bersembunyi, hanya itu keinginan terakhir ku yaitu keluarga ku tetap aman."ucap kepala keluarga nangong
"Maaf pak tua aku tidak bisa, lebih baik memotong rumput dari akarnya."ucap Bo Qin
"Tak bisa kah kau menyelamatkan beberapa saja."ucap pak tua itu lagi
"Kita lihat saja kedepannya nanti."ucap Bo Qin sambil menebas kepala patriak nangong
...**SEKIAN DULU YA SEMUANYA SAMPAI JUMPA DI EPISODE SELANJUTNYA...
...OUH YA JIKA ADA KRITIK DAN JUGA SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL**...
__ADS_1