Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 34 Dua Iblis


__ADS_3

Tetua long dibantu tetua Yin beserta tetua Kong segera menyiapkan hal yang dikatakan dewa obat sedangkan tetua Yan hanya disana bersama dewa obat berjaga-jaga kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan.


Setelah beberapa saat semua perlengkapan selesai dipersiapkan, sebuah bak air besar yang terbuat dari tanah liat dan terisi penuh dengan air yang masih terlihat asap keluar darinya menandakan itu masih panas.


"Baiklah kali ini untuk penyembuhan akan memerlukan 1 hari penuh, jadi selama itu aku akan tetap disini menstabilkan suhu airnya."


"Baiklah kalau begitu dewa obat, kami juga akan secara bergantian untuk menemani anda untuk mencegah sesuatu yang tidak kita semua harapkan. Untuk sementara putri dewa obat bisa menginap di kediaman saya."ucap tetua Yan


"Baiklah kalau begitu tolong jaga dengan benar, terutama kita harus menghindari kelakuan dua bocah nakal itu agar tidak mengacau proses pengobatan."ucap dewa obat yang bisa mengerti kenakalan Bo Qin dan Zhu Luoning karena waktu itu dia pernah ke sekte pedang naga dan dikerjain oleh Zhu Luoning kecil. Oleh sebab itu dia bisa membayangkan betapa sulitnya jika tambah 1 pengacau lagi


"Itu sudah pasti."ucap tetua long geram akibat mengingat kelakuan Bo Qin dan Zhu Luoning yang membuat dia tidak bisa sesantai biasanya.


Setelah berpamitan tetua Yan segera pergi membawa putri dewa obat ke kediamannya yang terletak tidak terlalu jauh dari kediaman patriak dan aula pengobatan.


"Nah gadis kecil kali ini kau tidur disini ya."ucap tetua Yan setelah sampai di depan sebuah kamar


"Baik paman."


"Ouh ya gadis kecil siapa namamu, walaupun kami mengetahui kamu anak dewa obat kami tidak tau namamu. Bahkan kami baru saja melihat dirimu, kalau saudara laki-lakimu kami tau dan dia juga pernah dibawa dewa obat kesini."


"Nama saya An Xue paman, Abang saya sekarang masih dirumah kali ini saya yang menemani ayah. Ini juga jadi pengalaman pertama saya ke dunia luar."jawab anak dewa obat atau An Xue


"Ouh pantesan, ya sudah kamu tidur saja sana dahulu paman akan menemui ayahmu lagi."ucap tetua Yan


Tetua Yan lalu beranjak pergi dari kamar An Xue lalu kembali lagi ke aula pengobatan.


Sementara itu Bo Qin dan Zhu Luoning kini tengah duduk di depan meja makan yang telah penuh dengan aneka ragam jenis makanan, mereka berdua tengah makan dengan lahap hanya satu orang yang makan dengan tenang siapa lagi kalau bukan Lin Shu Yan.


Lin Shu Yan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah guru dan Kaka seniornya ini.


"H ahahaha....ini baru enak guru tidak seperti buatanmu yang kuyakin iblis sekali pun tidak akan mau memakannya."ucap Bo Qin lantang


"Hehhh setidaknya buatanku lebih baik daripada dirimu."ucap Zhu Luoning dengan tersenyum sinis


"Ohh benarkah, tapi dari segi rasa punyaku masih bisa dimakan sedangkan punya guru sudah rasanya tidak enak malah menjadi racun pula. Untung saja tubuhku memiliki ketahanan yang kuat dari racun jadinya cuma sakit perut, jika tidak bisa mokad aku."ucap Bo Qin dengan menatap tajam kearah Zhu Luoning

__ADS_1


Terjadilah aksi saling tatap menatap, Lin Shu Yan yang melihat itu semua melihat seperti ada kilatan petir yang saling beradu dari mata mereka berdua.


"Guru....Kaka senior sebaiknya kalian berhenti bertengkar nanti makanan kalian akan dingin."ucap Lin Shu Yan yang berusaha menengahi.


"Hmmmmm baiklah berhubung perutku lagi lapar semua masalah hari ini akan kulupakan."ucap Zhu Luoning


"Mau tidak melupakan juga tidak masalah, mau membalas kapanpun aku tunggu."ucap Bo Qin santai


"Sudahlah Kaka senior sebaiknya kalian jangan bertengkar lagi."ucap Lin Shu Yan


"Baiklah kali ini akan kuturuti, oh ya ini untukmu ambillah." ucap Bo Qin sambil melemparkan sesuatu ke arah Lin Shu Yan.


Secara reflek Lin Shu Yan segera menangkap apa yang dilemparkan Bo Qin


"Senior kita berdekatan kenapa memberi sesuatu dengan cara melemparkan itu tidak baik."ucap Lin Shu Yan sambil melihat barang apa yang dilemparkan seniornya setelah melihatnya dia terkejut


"Ya sudah itu cuma biar terlihat keren."ucap Bo Qin


"Senioorrr...iini...ini cincin penyimpanan."


"Ba..ba.baiklah senior."ucap Lin Shu Yan tergagap dia tidak menyangka bahwa akan mendapatkan cincin penyimpanan yang harganya sangat mahal dan tidak hanya itu dia juga mendapatkan kitab tingkat bintang.


Lin Shu Yan segera meneteskan darahnya kecincin tersebut, setelah itu dia segera mengeluarkan satu-satunya kitab diantara sumberdaya-sumberdaya kultivasi.


"Ini dia senior."


"Baiklah akan kubuka sekarang."ucap Bo Qin setelah mendapatkan kitab tarian dewi


Segera Bo Qin mengalirkan tenaga dalamnya untuk memeriksa formasi yang menyegel kitab itu


"Ouh jadi seperti ini, ternyata formasi yang menyegel kitab ini tidak sehebat yang aku bayangkan. Menghancurkannya semudah membalikan telapak tangan."ucap Bo Qin dengan santai


"Kalau begitu cepat hancurkan."ucap Zhu Luoning


Bo Qin segera mengalirkan energi Qi miliknya ke pusat formasi dan menghancurkannya, setelah beberapa saat segel itu segera hancur. Kitab itu yang awalnya hanya mengeluarkan aura yang lemah kini menjadi mengeluarkan aura yang kuat.

__ADS_1


"Ouh ternyata ini bukan tingkat bintang tetapi tingkat semesta, lumayan juga."ucap Bo Qin sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Lin Shu Yan yang mendengar Bo Qin mengatakan teknik tingkat semesta hanya lumayan menjadi terkejut, sedangkan Zhu Luoning dia tidak terkejut lagi karena menurutnya jurus-jurus yang dimiliki Bo Qin pastilah tingkat tinggi semua jadi jurus biasa akan dianggap tidak berguna olehnya.


"Be..be.benarkah ini semua untuk ku senior."ucap Lin Shu Yan dengan agak sedikit gugup takut tidak jadi diberikan kepadanya


"Tentu saja Yan'er kakak seniormu itu memiliki banyak sekali harta lagipula yang dia berikan itu aku yakin hanya barang tidak berguna bagi dia dan aku yakin itu pasti milik salah satu dari dua keluarga yang dia hancurkan di kota seribu bunga."ucap Zhu Luoning datar


"Menghancurkan dua keluarga, apa benar itu guru."


"Itu benar dan dia membunuh semua orang yang ada di keluarga tersebut."ucap Zhu Luoning


"Semuanya guru bahkan para wanita dan anak-anak disana..?"tanya Lin Shu Yan


"Tidak aku tidak membunuh mereka semua, aku hanya menggunakan serangan area besar jadi tidak sengaja terkena. Ada sih yang selamat baru aku membunuhnya, lebih baik memotong rumput dari akarnya."jawab Bo Qin yang langsung menjawab tanpa membiarkan Zhu Luoning kesempatan bersuara lagi


"Ouh ya esok kita akan ke kota seribu bunga buat mencari tambahan bahan senjata untukmu."ucap Bo Qin pada Lin Shu Yan


"Guru akan ikut tidak."ucap Lin Shu Yan


"Mungkin tidak karena guru akan ada urusan yang harus diurus disini."ucap Bo Qin sambil tersenyum penuh makna pada Zhu Luoning


"Hahahaha Qin'er benar aku sedikit ada urusan."ucap Zhu Luoning sambil menggosok-gosok tangannya


Hahahahahahaahaha


Tawa Bo Qin dan Zhu Luoning bersamaan, dibenak mereka telah banyak rencana untuk menambah penderitaan patriak Zhu mereka berencana memberikan penawar pada patriak Zhu tetapi harus melakukan proses yang memalukan agar bisa sembuh, tentu saja itu bukan penawar yang sebenarnya mereka hanya ingin mengerjai patriak.


Bo Qin yang tidak ingin mengerjai patriak secara langsung dan memilih untuk kejora sebenarnya telah mengetahui bahwa ada seseorang yang menyembuhkan patriak oleh sebab itu dia akan membiarkan gurunya lah yang menanggung semua beban masalahnya.


Begitu pula Zhu Luoning dia berpikir kalau Bo Qin tidak ikut dia bisa menggunakan nama Bo Qin dan mengatakan semua itu adalah buatan Bo Qin.


Kini mereka berdua sama-sama saling tatap dan tersenyum dengan dalam hati mengatakan "kena kau"


...SEKIAN DULU YA SEMUANYA TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA BAGI YANG MEMILIKI KOMENTAR DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA HUBUNGI SOSIAL MEDIA AUTHOR DI SINOPSIS NOVEL INI...

__ADS_1


...SEE YOU NEXT TIME...


__ADS_2