Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps. 31 Murid Baru Zhu Luoning


__ADS_3

Bo Qin yang mendengar bahwa yang bertanding merupakan koki, ia segera melompat ke arena dan menghentikan pertarungan.


"Berhenti, apakau benar hanya seorang koki."ucap Bo Qin sambil menatap mata perempuan tersebut dengan tajam saat menghentikan pertandingan


"Y..ya..ya senior nama saya Lin Shu Yan saya memanglah hanya seorang koki di restoran kecil."


"Baiklah kau tidak usah bertanding kau sudah di terima dan akan menjadi murid langsung tetua Zhu."ucap Bo Qin


"Terus bagaimana dengan saya kalau dia yang menjadi murid apa artinya saya tidak lolos."ucap pria yang menjadi lawan Lin Shu Yan


"Kau silahkan lolos ke babak selanjutnya, sedangkan kau ikuti aku."ucap Bo Qin


Tetapi sebelum Bo Qin dan Lin Shu Yan meninggalkan arena ada suara teriakan wanita dari kursi peserta


"Tunggu senior aku juga seorang koki bisakah aku ikut juga, aku juga merupakan anak pemilik restoran terkenal di tempatku."


"Hmmm itu tergantung guru apa mau menerima dirimu atau tidak karena kami awalnya cuma pingin mencari satu."


"Lebih baik saya saja kalau begitu senior, restoran kami lebih baik dari restoran peot miliknya. Bakat saya juga lebih baik dari dia


"Guru bagaimana ini yang mana yang harus dipilih."teriak Bo Qin kepada Zhu Luoning tanpa memperdulikan orang-orang yang melihatnya dengan aneh, sedangkan tetua yang menjadi pengawas juga diam saja karena sudah dari dulu pertandingan akan dihentikan oleh tetua yang tertarik dengan seorang murid


"Terserah kau saja."ucap Zhu Luoning dengan datar


"Tunggu senior apa dia tetua Zhu itu."ucap wanita dari kursi peserta yang mengatakan bakat dirinya lebih baik dari Lin Shu Yan.


"Iya memangnya kenapa ada masalah."ucap Bo Qin sambil tersenyum sinis, satu lagi orang bodoh yang akan kehilangan nyawanya hahahaha pikir Bo Qin dalam hatinya


"Aku tidak jadi mau murid dia, liatlah tetua itu bahkan seperti orang gila wajahnya saja penuh coretan jadi cocoklah dengan wanita bodoh itu."ucapnya sambil menunjuk Lin Shu Yan


"Kurang ajar kau mengatai aku orang gila sepertinya orang tua sialan mu itu tidak pernah mengajarkan dirimu sopan santun, jadi biarkan aku yang mengajarkan dirimu sopan santun."ucap Zhu Luoning sambil mengibaskan tangannya


Slaassshh.....


Duk

__ADS_1


Aaaaahhhhh


Kibasan tangan Zhu Luoning membentuk bilah angin dan segera memotong tangan yang menunjuk ke arah Lin Shu Yan.


"Apa yang kau lakukan, apa kau ingin sekte kalian ini menjadi tidak memiliki murid lagi. Kalian para tetua sekalian kenapa pada diam melihat wanita jalang ini."


Slaassshh...


Ahhhhhrhh


"Kakiku."


"Kau itu perlu diajarkan supaya tidak boleh terlalu sombong nak dan merendahkan orang lain."ucap tetua Yan


"Tetapi menurut kami itu sudah cukup untuk menghukumnya Ning'er, sebaiknya sudahi saja Ning'er."lanjut tetua Yan


Bertepatan dengan ucapan tetua Yan Bo Qin segera membuat perlindungan disekitar Zhu Luoning dan wanita yang telah meringis kesakitan, agar orang luar tidak bisa mengganggu gurunya menyiksa wanita sombong itu. Aku perlu tontonan yang menarik, dan sekarang aku akan mendapatkannya pikir Bo Qin.


"Kerja bagus Qin'er."ucap Zhu Luoning sambil mengacungkan jempol ke arah Bo Qin


"Hehehe tentu."


Slaassshh


Slaassshhhhh


Duk


Duuk


Kali ini Zhu Luoning langsung memotong tangan dan kaki yang tersisa


Arrgggghhhh....


Saat masih berteriak Zhu Luoning segera menarik ilat perempuan itu dan mengirisnya secara perlahan dengan tangannya yang dialiri nya energi Qi.

__ADS_1


Sementara para penonton yang menyaksikan jadi gemetaran sedangkan para tetua sedang berusaha menghancurkan penghalang yang di ciptakan Bo Qin. Sementara itu Bo Qin yang telah membunyikan hawa keberadaanya tengah asik duduk di salah satu cabang pohon yang tumbuh di sekitar arena .


Bo Qin hanya duduk dengan manis sambil memakan buah-buahan miliknya dulu, ia tidak memperdulikan para tetua yang mencari dia untuk membuka pelindung yang diciptakannya


Setelah puas menyiksa wanita itu Zhu Luoning segera memengal kepala orang itu. Bertepatan dengan itu Bo Qin segera membuka kembali pelindungnya, dan kembali menampakkan dirinya yang tengah memakan paha ayam goreng yang entah darimana dia mendapatkannya


"Ini juga peringatan bagi kalian agar tidak banyak omong kalau masih sayang nyawa."ucap Zhu Luoning ke arah para peserta


Para peserta yang tidak pernah terlibat akan pembunuhan segera pingsan dan ada juga yang muntah-muntah.


Zhu Luoning hanya mengabaikan saja yang pingsan dan muntah, dia lalu berjalan ke arah murid barunya yang memiliki tatapan kosong.


"Hei kau tidak apa."ucap Zhu Luoning sambil menepuk bahu Lin Shu Yan


"Tidak apa-apa guru, tapi kenapa guru langsung membunuhnya."


"Hmmm kulit dari tatapanmu kau seperti memiliki masalah dengan orang itu dan kau malah menanyakan kenapa dia dibunuh, nak kau masih terlalu lembut. Perlu kau ingat ini kalau ada orang yang membuatmu kesal, marah ataupun benci maka bunuh dia, dia mengolok diriku sedangkan dia tahu dirinya lebih lemah jadi dia pantas mati. Orang yang cuma mengandalkan nama keluarga atau kelompok dibelakangnya itu hanyalah orang-orang pengecut, yang cuma bisa menakuti sekelompok pengecut atau bahkan sampah dunia persilatan. Kau mengambil jalan kultivator kau harus berani, jika kau takut hanya dengan satu nama kau tidak pantas menjadi kultivator."ucap Zhu Luoning dengan menatap tajam ke arah Lin Shu Yan


"Benar guru aku memang memiliki kebencian dengan dia, dia merupakan anak ketiga dari keluarga Shi, namanya Shi Nian Awalnya keluargaku mendirikan restoran kecil yang ramai akan pengunjung dan mengalahkan restoran milik mereka. Mereka lalu mengirim beberapa orang untuk membeli aset kami, kami menolak. Lalu saat orang tuaku melakukan perjalanan mereka diserang segerombolan bandit, dan saat para kultivator datang orang tuaku telah sekarat. Para kultivator itu membunuh para bandit itu dan saat memeriksa mayat-mayat bandit salah satunya memiliki token keluarga Shi. Karena keluarga Shi merupakan keluarga yang menguasai sebagian besar perdagangan mereka memiliki banyak kultivator kuat jadi kebenaran ini hanya ditutupi saja."ucap Lin Shu Yan dengan mata berkaca-kaca


"Kalau begitu berlatihlah jadi kuat dan anggap ini pembelajaran pertamamu, jangan pernah ragu dalam membunuh."lanjut Zhu Luoning


"Sekarang kau jawab pertanyaanku, ada apa di wajahku."ucap Zhu Luoning menatap kearah Lin Shu Yan


Lin Shu Yan yang ditanya menjadi gugup, dalam pikirannya pun dia berucap apakah aku yang selanjutnya yang akan mati.


"Cepat jawab."


"Eh di muka guru banyak coretan dan itu sepertinya itu telah lama jadi susah hilangnya. Coba guru lihat sendiri."ucap Lin Shu Yan sambil menyerahkan cermin kecil yang dia simpan di selipan bajunya.


Saat Zhu Luoning melihat wajahnya, ekspresinya segera berubah jelek.


"BO QINNNN."teriak Zhu Luoning


"Apa berisik ah aku dekat aja pakai teriak segala."ucap Bo Qin sambil menggosok telinganya.

__ADS_1


...SEKIAN DULU YA SEMUANYA TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA. JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU KIRIMKAN KE AKUN MEDIA SOSIAL AUTHOR ADA AJA DI DESKRIPSI NOVEL INI....


...SEE YOU NEXT TIME😘...


__ADS_2