
" Yah mereka semua adalah orang terkenal di dataran ini tapi sikap dan perilaku mereka memang banyak yang aneh itu semua demi mengejar jalan mereka."ucap pria sepuh
"Ouhh begitukah, baiklah sampai jumpa lagi lain waktu."ucap Bo Qin dan di ikuti oleh Hua Jian Shen dibelakangnya menuruni arena.
"Yah muridku si gendut terus membicarakan dirimu, jika dia tahu kau telah tiba di ibukota dia akan mencari dirimu untuk berkeliling ke seluruh restoran yang ada."ucap sang pria sepuh (bagi yang tidak ingat siapa pria sepuh dia merupakan pria tua pemabuk yang dengan dua muridnya Waktu itu makan di kedai misterius, silahkan lihat eps 73 dan 74)
"Baiklah, aku tidak keberatan."ucap Bo Qin
Melihat percakapan Bo Qin dan pria sepuh itu banyak kekuatan besar mulai menebak bahwa latar belakang Bo Qin juga tidaklah kecil, apalagi dia juga berbicara dengan santai dengan seorang yang bahkan harus dihormati oleh para panitia pelaksana pertandingan gelar dewa. Yang mana salah satu panitia itu saja mereka tidak akan berani menyinggung mereka karena kabarnya orang yang berada di belakang pertandingan gelar dewa sangatlah kuat.
*
*
*
"Sepertinya murid mu itu banyak bertemu dengan orang-orang besar saat perjalanannya."ucap Patriak Sekte Pedang Utara kepada Zhu luoning.
"Tidak pernah ada yang tahu apa yang dilakukannya di luar."ucap Zhu luoning menanggapi
Sementara itu pertandingan terus dilanjutkan terlihat di arena 3 dua orang wanita sedang bertarung tetapi yang menarik kali ini kedua wanita itu bertarung menggunakan alat musik, Mei Yin yang mengunakan seruling sedangkan Ning Hua Lan menggunakan kecapi. Semua orang yang melihat pertarungan mereka menjadi kagum karena mereka menyerang hanya dengan nada-nada suara, bahkan serangan suara mereka bisa menjadi bentuk serangan.
"Seruling alam gerakan pertama - ombak pasang."ucap Mei Yin sambil memainkan seruling miliknya di ikuti dengan tiba-tiba serangan ombak menuju ke Ning Hua Lan
"Kecapi langit gerakan pertama - pemecah karang."ucap Ning Hua Lan membalas serangan Mei Yin, serangannya berubah menjadi sebuah telapak tangan dan menghancurkan serangan ombak Mei Yin.
__ADS_1
Serangan telapak tangan Ning Hua Lan juga masih terus melesat ke arah Mei Yin, Mei Yin yang melihat datang nya serangan segera melompat ke samping untuk menghindari Serangan itu.
"Aku menyerah."ucap Mei Yin
"Keselarasan saudari dengan musik, lebih tinggi daripada diriku sudah di pastikan aku akan kalah. Daripada kita buang tenaga untuk bertanding lebih baik kita hemat tenaga untuk pertandingan selanjutnya."ucap Mei Yin
Pertandingan di tiga arena telah selesai dan sekarang tinggal tersisa dua arena saja yang masih bertarung yaitu arena 4 Yan Guang melawan Han Yao dan arena 5 Yan Bai melawan Jing Hua
*
*
*
Banyak orang kagum dengan keluarga Yan karena dua kultivator muda mereka masuk sepuluh besar, tapi dapat dilihat dua kultivator muda mereka sudah mulai terdesak. Orang yang melihat itu semua paham bahwa mereka berdua terkenal karena selalu bertarung bersama dan dikenal sebagai dua petarung kembar, sedangkan pertandingan menunjukkan bahwa mereka harus sendiri.
Dan akhirnya pertandingan di arena 4 dan 5, dimenangkan oleh Han Yao di arena 4 dan Jing Hua di arena 5. Setelah kelima pertandingan itu selesai panitia segera naik lagi ke atas panggung dan segera memulai pertandingan selanjutnya.
"Baiklah pertandingan berikutnya akan segera dimulai tapi diantara kalian berlima yang telah lulus akan ada satu orang yang akan langsung masuk tiga besar tanpa pertandingan, disini kalian ditentukan oleh keberuntungan kalian."ucap panitia tersebut lalu memberikan kode kesalah satu petugas disana dan tidak lama kemudian ada seorang petugas yang membawa satu buah kotak ke atas panggung
"Disini ada nama kalian berlima siapa yang namanya yang saya sebutkan nanti dia akan langsung memasuki perebutan juara 3 besar."ucap sang panitia
"Han Yao.."teriak panitia tersebut
"Baiklah untuk Han Yao tidak akan melakukan pertandingan dan akan langsung masuk untuk memasuki babak tiga besar."lanjut sang panitia
__ADS_1
"Amitabha."ucap Han Yao
*
*
*
"Sepertinya pemuda biksu itu telah banyak mengumpulkan karma baik jadinya dia telah lulus tanpa bertanding."ucap para penonton
"Jika biksu itu bertanding dengan salah satu antara pria dan wanita itu dia bisa saja mati, tidak bukan bisa saja pasti mati."ucap penonton lainnya meralat ucapan dirinya sendiri
"Yah kau benar."ucap penonton lainnya
*
*
*
Sementara itu diatas arena urutan pertandingan telah ditentukan yaitu Bo Qin melawan Jing Hua, sedangkan Hua Jian Shen melawan Ning Hua Lan.
...****SEKIAN**** **DULU YA EPISODE NOVEL INI JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG NOVEL INI DENGAN LIKE KOMEN DAN SHARE...
...HAPPY READING**...
__ADS_1