
"Ahhh akhirnya tiba sekarang aku akan istirahat dulu kamu jangan mengganggu diriku, jika kamu menggangu diriku liat aja akibatnya."ucap Bo Qin
Setelah mengucapkan hal itu Bo Qin segera menuju kamarnya dan segera merebahkan dirinya, tidak lama kemudian dia tertidur dan mulai memasuki alam mimpinya. Tak terasa rupanya Bo Qin tertidur hingga larut malam, saat dia kembali terbangun langit telah gelap.
"Ahh sudah malam rupanya, ternyata aku ketiduran lumayan lama."ucap Bo Qin
UU...AA..UU..AA
Terdengar suara kera kecil disamping Bo Qin
"Eh Xiao Houzi ternyata kau juga ikut terbangun, bagaimana kalau kita keluar saja dahulu. Aku ingin menikmati pemandangan bintang malam."ucap Bo Qin sambil melepaskan jubah tudung beserta capingnya dan menggantikannya dengan jubah murid langsung sekte pedang naga dan kembali mengenakan caping miliknya. Kini Bo Qin hanya memakai topeng dan juga caping miliknya.
Setelah berada di luar ruangan dia segera melesat dengan Xiao Houzi di pundaknya, mereka melesat ke arah suatu pohon persik yang paling besar diantara pohon-pohon lainnya.
"Nah Xiao Houzi disinilah pohon kesukaanku selain buahnya paling enak ini juga merupakan pohon terbesar sehingga bisa untuk bersantai, yah perawatannya juga tidak mudah pupuk yang kami gunakan juga terdiri dari mayat kultivator yang aku dan guru bunuh."ucap Bo Qin sambil memandang bintang-bintang yang bertebaran di langit
"Xiao Houzi sekarang aku mulai mengantuk lagi, aku akan tidur disini."ucap Bo Qin sambil merebahkan badannya di dahan yang lumayan besar itu, sedangkan caping miliknya dia tudungkan kewajahnya. Sementara itu Xiao Houzi sang kera juga mulai merebahkan diri di dada Bo Qin
Hanya beberapa saat mereka berdua telah tertidur, bahkan sampai pagi sekalipun mereka tidak bangun. Akibat saking lebatnya bunga pohon persik itu sehingga sinar matahari tidak mengenai mereka, bahkan angin pagi yang sejuk malah menambah tidur nyenyak Bo Qin dan Xiao Houzi.
Tapi tak seberapa lama mereka tertidur, mereka terganggu dengan suara bising orang-orang yang ramei berkumpul di depan kediaman Zhu Luoning
"Hahaha kali ini aku dapat tempat yang bagus untuk melihat dewiku berlatih."
"Hei minggir itu tempatku, lihatlah ada namaku tertulis ditanahnya."
"Mana tidak ada."
__ADS_1
"Kau hapus G08l0k."
"Hei itu tempat ku dulu bahkan dari dulu aku sudah disitu cepat minggir."
"Kau jiga sana minggir, aku ingin melihat dewiku berlatih."
"Hei kau melindungi araah pandangku, cepat minggir."
Sementara Bo Qin yang mendengar suara gaduh itu segera berubah wajahnya jadi merah, dia segera berteriak dengan lantang juga mengeluarkan sedikit Qi nya agar suaranya terdengar nyaring.
"Lin Shu Yannnn segera keluar urus para penggemar dirimu itu, suara gaduh mereka mengganggu tidurku. Jika tidak aku bisa menjamin penggemar dirimu akan berkurang."teriak Bo Qin
Sementara itu orang-orang yang sedang berkumpul menjadi terkejut melihat ternyata di atas pohon di kediaman Zhu Luoning ada seorang pria bertopeng dan seekor kera kecil bertengger di bahunya.
"Apa kalian lihat-lihat kalian mengganggu tidurku, sebaiknya kalian pergi dengan diam atau kalian tinggal di sini selamanya."ucap Bo Qin
"Hei siapa dirimu melarang kami, apa kau ingin kami keroyok."
"Sudahlah jangan terpancing ucapannya, dia hanya ingin kita memasuki batas yang ditetapkan oleh tetua Zhu biar bisa menemaninya di hukum tetua Zhu."ucap salah satu orang yang berkerumunan
"Huh untung saja dirimu mengingatkan diriku jika tidak aku sudah masuk kesana, biar kita tunggu tetua Zhu menghukumnya."
"Kalian tidak pergi juga, apakah kalian ingin mati."ucap Bo Qin
"Heh emangnya dirimu berani."ucap seseorang yang berkerumunan memancing emosi Bo Qin
"Ouh kalau begitu kita lihat saja."ucap Bo Qin sambil melompat turun dari pohon di ikuti Xiao Houzi di bahunya.
__ADS_1
Setelah sampai di bawah dia segera menarik pedangnya, belum sempat keluar semua pedangnya dari sarungnya sebuah suara menghentikan Bo Qin
"Kaka senior, hentikan itu."
"Maaf saja Lin Shu Yan ketika aku telah menarik pedangku, tidak ada yang bisa menghentikan diriku."ucap Bo Qin sambil terus menarik pedangnya
Sesaat sebelum Bo Qin mengeluarkan serangannya Lin Shu Yan segera melesat menyerang Bo Qin dan berusaha mengehentikan, agar Bo Qin tidak menyerang dan berhasil mengulur waktu.
"Kalian semua pergilah dari sini jika kalian masih sayang nyawa kalian."teriak Lin Shu Yan dan segera mengeluarkan salah satu jurus dari tiga jurus yang dia kuasai dari kitab tarian dewi
"Seni pertama tarian dewi : Sang Dewi Turun dari Kahyangan."Teriak Lin Shu Yan sambil menyerang Bo Qin dengan ujung pedangnya yang mengarah ke Bo Qin
"Lemah....yah padahal aku ingin melihat ekspresi mereka saat mereka merasa akan menang padahal mereka sebentar lagi mati. Tapi kau menghentikan kesenangan diriku Lin Shu Yan, kau harus di hukum."ucap Bo Qin dengan santai
"Tebasan Kegelapan."
Duaaarrrr
Serangan Bo Qin membuat Lin Shu Yan membuatnya terpental dan menabrak tembok pagar kediaman hingga hancur dan menimpa dirinya. Setelah agak lama tidak ada pergerakan dari Lin Shu Yan, ia melihat ke arah kerumunan yang tertegun dan tidak sempat melarikan diri akibat keterkejutan mereka
"Hahhh adik junior yang mengecewakan, dia terlalu lemah sekarang giliran kalian."ucap Bo Qin
"Tebasan abadi."
Sekelebat cahaya putih berbentuk bulan sabit melesat kearah kerumunan dengan cepat membuat mereka tidak bisa bereaksi sehingga membuat badan mereka terbelah dua.
"Xiao Houzi sekarang giliran dirimu, semua tubuh itu bisa menjadi makanan dirimu. Aku akan melihat keadaan adik junior diriku dulu."
__ADS_1
Setelah menyingkirkan semua batu yang menimpa Lin Shu Yan dia mulai memeriksa keadaan Lin Shu Yan
"Ouh sepertinya tidak parah hanya beberapa tulang rusuk patah, kedua tangan dan kaki patah tidak terlalu parah. Sepertinya adik juniorku ini memiliki keberuntungan yang besar jika itu orang lain mungkin dia mati, lumayan."ucap Bo Qin