
Bo Qin yang melihat Lin Shu Yan tertinggal segera mengurangi kecepatannya dan segera mengimbangi kecepatan Lin Shu Yan
Setelah beberapa saat melesat dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh masing-masing walaupun itu cuma cepat bagi Lin Shu Yan dan sangat lambat bagi Bo Qin akhirnya mereka sampai di depan gerbang kota seribu bunga, terlihat banyak orang mengantri di depan gerbang membentuk sebuah barisan yang panjang.
Bo Qin dan Lin Shu Yan segera ikut berbaris, setelah berbaris cukup lama tibalah akhirnya giliran mereka, para prajurit yang menjaga gerbang menjadi terkejut ketika melihat yang datang adalah seseorang yang pernah membuat gempar seisi kota, bahkan yang telah memotong tangan tuan kota mereka sehingga tuan kota harus menggunakan banyak sekali harta untuk mengundang seorang alkemis tingkat tinggi untuk membuat pil yang bisa meregenerasi tubuh yang telah terpotong.
"Tu...tua..tuan mohon tunjukkan kartu pengenalnya."ucap prajurit penjaga kota dengan terbata-bata
Bo Qin segera mengeluarkan lencana yang menunjukkan dia adalah murid sekte pedang naga, tetapi saat Bo Qin ingin menyerahkan tanda pengenalnya segera terdengar teriakan dari belakang yang berasal dari orang-orang yang berkuda dengan cepat
"Minggir.... minggir...beri jalan tuan muda Nangong mau lewat."ucap salah satu orang yang berada di barisan terdepan.
Orang-orang yang melihat segera menyingkir tetapi ada juga yang terlambat menyingkir sehingga tertabrak kuda-kuda yang sedang berlari, melihat banyak yang terluka parah akibat mereka, mereka segera mencaci orang-orang yang terjatuh itu.
"Hehh dasar orang rendahan disuruh minggir malah tidak minggir rasakan akibatnya."ucap seseorang yang berada di paling tengah dengan pakaian yang bagus.
Mereka terus melaju tetapi saat mereka sudah dekat dengan Bo Qin mereka semua segera terjatuh dari kudanya dan telah terlihat kuda mereka kali ini semuanya telah terpotong keempat kakinya
"Arrgghhh sialan siapa yang berani melakukannya keluarlah."teriak orang yang memiliki pakaian paling bagus diantara rombongan itu
Saat itulah Bo Qin bersuara
"Aku memang kenapa, ada masalah. Sebaiknya kau kembali ke belakang dengan merangkak dan memasuki kota ini dengan merangkak, kalau tidakkkkk....."ucap Bo Qin
__ADS_1
"Kalau tidak kenapa, aku adalah Nangong Lan putra tuan kota daun gugur. Aku adalah tunangan putri tuan kota ini, jadi kau mau apa hah."ucap orang yang memiliki pakaian paling bagus itu yang ternyata bernama Nangong Lan.
"Aku tidak peduli, dan kalau kamu mau tau jawabannya karena tidak mematuhi perkataanku yaitu matiii."ucap Bo Qin sambil ingin menebaskan pedangnya yang telah dia pegang ditangannya
"Tuan berhenti kumohon lepaskan dia, kalau tidak kota ini dan kota sebelah akan berperang."ucap penjaga kota yang sepertinya pemimpinnya di grup tersebut
"Aku tidak peduli itu lagipula setelah ini aku akan mengunjungi keluarga Nangong untuk meminta ganti rugi atas gangguan mental yang disebabkan tuan muda mereka ke adik seperguruanku."ucap Bo Qin tersenyum tipis
"Tapi tuan dia tetaplah anak..."
"Aku tidak peduli bahkan jika dia kaisar sekalipun atau bahkan dewa sekalipun jika menyinggung diriku mereka harus mati, sekali lagi kau menghalangi diriku kau yang akan mati duluan sebaiknya pikirkan tindakan mu selanjutnya keluarga mu tidak ingin berduka kan."ucap Bo Qin dengan tenang tetapi penuh aura penindasan
Prajurit penjaga gerbang itu segera terdiam, merasa prajurit tersebut telah diam Bo Qin segera mendekat kearah Nangong Lan itu dengan pedang terhunus
"Apa yang akan kau lakukan, prajurit cepat serang dia."ucap Nangong Lan memerintahkan anak buahnya
"Maafkan kami, kami diperintahkan untuk tidak menyinggung tuan ini oleh tuan kota apapun yang terjadi."ucap pemimpin prajurit penjaga gerbang
Prajurit Nangong Lan dengan cepat menerjang kearah Bo Qin, tapi tiba-tiba saja Bo Qin menjentikkan jarinya dan seketika itu juga prajurit-prajurit itu meledak menjadi kabut darah dan hanya menyisakan 2 orang
"Kau beritahu tuan kota seribu bunga bahwa pertunangan putrinya dengan tuan muda Nangong Lan dibatalkan, dan memberi tahukan semua alasan dibalik dibatalkan karena Nangong Lan telah mati ditanganku."ucap Bo Qin pada salah satu prajurit yang tersisa
"Dan kau segera kembali ke kota mu dan suruh tuan kota mu itu untuk menyiapkan ganti rugi akibat anaknya telah menyebabkan adik seperguruanku terkena gangguan mental, lihatlah dia gemetar ketakutan seperti itu."ucap Bo Qin yang menunjuk Lin Shu Yan yang gemetaran. Tetapi sebenarnya Lin Shu Yan tidak gemetar Nangong Lan dan rombongannya tetapi karena melihat Bo Qin yang membunuh. Tepat di depan mereka sekarang banyak organ dalam manusia yang berceceran.
__ADS_1
Nona muda ini aku yakin tidak gemetar karena rombongan tuan muda Nangong Lan tetapi dengan temannya sendiri. Pikir ketua prajurit penjaga gerbang kota
"Kenapa masih diam cepat laksanakan apa yang kuperintahkan kalau tidak ingin mati."ucap Bo Qin kembali kepada kedua prajurit itu yang masih terdiam gemetar ketakutan
"Ba.. baik."ucap kedua prajurit yang segera berlari dengan arah berbeda, tetapi saat prajurit itu melewati Bo Qin, Bo Qin kembali menendang prajurit itu sehingga terpental kebelakang
"Kalau masuk antri dong."ucap Bo Qin
Arrgghhh
Teriakan prajurit itu yang merasakan kesakitan, sementara temannya telah segera mempercepat larinya. Sementara salah satu prajurit itu masih menggenang kesakitan Bo Qin kembali bersuara
"Kenapa kau masih tiduran cepat laksanakan perintahku."
"Taapi kata tuan harus antri."ucap prajurit yang ditendang Bo Qin tadi
"Eh maaf kalau begitu aku lupa, seharusnya kau bilang tadi kalau ada yang penting jadi aku tidak menendang dirimu. Ayo silahkan duluan."ucap Bo Qin dengan senyuman polos dan dengan pose seperti mempersilahkan seseorang masuk
Prajurit itu segera bergegas melewati Bo Qin, tetapi saat tepat lewat di hadapan Bo Qin, Bo Qin segera menendangnya ke depan, jadi dia masuk kedalam gerbang akibat tendangan Bo Qin. Para prajurit yang menjaga gerbang hanya menggeleng saja melihat kelakuan Bo Qin.
"sangat kejam."ucap salah satu prajurit penjaga gerbang tanpa sadar
"Kejam??? Tidak ini bukanlah kejam tapi menghukum seseorang yang pantas dihukum."ucap Bo Qin
__ADS_1
...SEKIAN DULU YA SEMUANYA TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGANNYA, BAGI YANG MEMILIKI KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA HUBUNGI SOSIAL MEDIA AUTHOR DI SINOPSIS/DESKRIPSI NOVEL INI HITUNG-HITUNG NAMBAH TEMA...
......SEE YOU NEXT TIME......