Pendekar Pedang Naga Kegelapan

Pendekar Pedang Naga Kegelapan
Eps 53. Pertempuran Bo Qin bersama Tiga Kakek Tua


__ADS_3

Suara para pasukan yang menyerbu kearah tiga kakek tua, tetapi saat jarak mereka tinggal beberapa meter dari tiga kakek tua suatu serangan energi melesat kearah para pasukan dan berhasil membuat badan para pasukan itu menjadi dua. Sesaat setelah semua pasukan terbelah muncul seorang pemuda berpakaian hitam dan sebuah caping juga mengenakan topeng yang menutupi daerah sekitar mata.


"Hei anak muda, apa maksudmu membunuh semua pasukanku. Sebaiknya kamu pergi dari sini kalau masih sayang dengan nyawamu."ucap sang pemimpin pasukan


"Cih beraninya sama yang sudah tua, dasar tidak tahu malu."ucap Bo Qin


"Anak muda sebaiknya kamu pergi, terimakasih atas niat baikmu menolong kami. Tapi jika kamu tidak pergi sekarang kita semua akan mati."ucap salah satu kakek tua


"Benar anak muda, sebaiknya kamu pergi walaupun kekuatan asli kami lebih kuat daripada dia tapi kami sekarang dalam keadaan terluka. Sekarang kekuatan kami hanya setara dewa surgawi puncak sedangkan dia berada di tahap dewa putih menengah perbedaan yang besar."sambung salah satu kakek tua membenarkan ucapan temannya


"Tenanglah para orang tua, jika kita bekerjasama kita ada kemungkinan menang."ucap Bo Qin santai


"Ouh ya para kakek tua ada yang ingin kutanyakan apakah dewa putih itu tingkatan diatas dewa surgawi."lanjut Bo Qin


"Yahh itu benar jadi bagaimana, apakah kau tetap ingin bertarung."ucap salah satu kakek tua


"Melawan orang yang lebih kuat itu menyenangkan."ucap Bo Qin


"Hei kalian apa sudah selesai bicaranya kalau belum aku masih bisa memberi waktu."ucap sang pemimpin pasukan dengan tatapan menghina ke arah Bo Qin dan tiga kakek tua


"Tidak perlu lagi menunda-nunda kematian dirimu."ucap Bo Qin pada pemimpin pasukan


"Dasar bocah kurang ajar akan kubunuh kamu."ucap sang pemimpin pasukan sambil menebaskan pedangnya kearah Bo Qin


Tingggg....


"Hujhh kau masih bisa menangkisnya rupanya."ucap sang pemimpin pasukan yang melihat Bo Qin masih bisa menangkis serangannya

__ADS_1


'Inikah perbedaannya antara dewa surgawi dan dewa putih walaupun aku berhasil menangkisnya tapi aku tetap terdorong bahkan tanganku terasa kebas.'ucap Bo Qin dalam hatinya


"Hati-hati anak muda, sebaiknya kita serang bersamaan."ucap salah satu kakek tua


"Baiklah, kalau begitu aku akan menyerang dari depan dengan begitu serangannya akan lebih berfokus kearah diriku, jadi kalian lebih leluasa menyerang."ucap Bo Qin


"Tapi nak....."belum selesai salah satu kakek tua itu mengungkapkan kata-katanya sudah di potong Bo Qin


"Lakukan saja, aku percaya diri dengan kemampuan fisik ku lagipula jika salah satu kalian yang menahan apa kalian akan sanggup dengan tulang tua kalian itu. Apalagi sepertinya kalian juga ada terluka."ucap Bo Qin dengan tatapan sinis


"Ehh ucapan dirimu pedas juga nak."


"Hehehe terserah lah."ucap Bo Qin sambil melesat kearah pemimpin pasukan itu di ikuti oleh tiga kakek tua di belakangnya


Tebasan Kegelapan...


Jari pemecah embun...


Pukulan gunung sungai...


Empat serangan dilancarkan oleh Bo Qin dan tiga orang tua dibelakangnya


"Hahahahhaha serangan yang lemah, ini baru nama serangan."ucap sang pemimpin pasukan sambil melepaskan serangannya


Tebasan api membara


Duaaarrrr

__ADS_1


Ketika lima serangan itu bertemu terjadi ledakan yang dahsyat dan juga menciptakan debu yang tebal. Tak seberapa lama Bo Qin keluar dari balik debu dan melesatkan serangan pedangnya


Trang...


Serangan pedang Bo Qin berhasil ditangkis, tapi disaat itulah tiga serangan berhasil dilesatkan kearah pemimpin pasukan itu


Uuhhhhuukkkk...uhhhukk


"Lumayan juga serangan kalian, bisa melukai diriku sepertinya sudah saatnya serius."ucap sang pemimpin pasukan sambil mengambil sebuah pil dari penyimpanan ruangnya dan segera menelannya


"Haaaaaaaas........"teriak sang pemimpin pasukan sambil mengeluarkan aura yang lebih besar


"Sialll dia meningkatkan mwnjadi dewa kuning tahap menengah, dia meningkat 1 tingkat ini sungguh buruk."ucap salah satu kakek tua


"Ya sudahlah serang aja terus, jika ada kesempatan."ucap Bo Qin sambil mengeluarkan jurus-jurus miliknya


"Seribu pedang mengguncang semesta, tebasan pengguncang semesta."teriak Bo Qin


Seribu pedang energi tiba-tiba terbentuk di langit dan segera menghunjam kearah pemimpin pasukan itu dilanjutkan dengan bilah energi berbentuk bulan sabit bewarna hitam yang memiliki tekanan yang mengerikan.


...SEKIAN DULU YA SEMUANYA EPISODE KALI INI OUH YA MAAF JARANG UPDATE AUTHOR SIBUK NGURUSIN MASALAH WISUDA DI LEMBAGA TEMPAT AUTHOR KERJA...


...YAH AUTHOR TERMASUK SALAH SATU YANG DIWISUDA JUGA SIH...


...BAGI YANG MERASA NOVEL AUTHOR JELEK ATAU SEBAGAINYA AUTHOR MINTA MAAF, YAH AUTHOR SEBENARNYA NULIS CUMA SEKADAR NGIKUTIN HOBI DOANG...


...BAGI YANG MEMPUNYAI KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAUPUN BISA HUBUNGI SOSMED AUTHOR DI DESKRIPSI NOVEL INI...

__ADS_1


__ADS_2