
"Pantas saja firasat ku buruk rupanya ini sebabnya, Yang enak dipandang belum tentu aman aku akan mengingatnya."
Sementara itu Bo Qin dengan gurunya sedang asik makan di bawah pohon persik yang sedang mekar dengan sebuah kain yang cukup besar untuk alas mereka makan. Mereka makan dengan lahap disana.
"Ini baru namanya makanan."ucap Bo Qin sambil menggosok perutnya yang membesar akibat kekenyangan
"Sialan...apa maksudmu makanan buatan ku bukanlah makanan."ucap Zhu Luoning
"Iya..... itu bukan makanan sama sekali melainkan hanya racun."ucap Bo Qin dengan santai
"Cihh sialan seperti makanan buatan mu lebih enak daripada buatanku, padahal buatanmu lebih buruk daripada buatanku."ucap Zhu Luoning yang sebelumnya pernah mencoba masakan Bo Qin saat giliran Bo Qin yang memasak makanan untuk mereka
"Ya sudahlah, sepertinya kita berdua memang tidak berbakat dalam hal ini. Esok kau ikut aku untuk menyaksikan pertandingan pemilihan murid baru dan hanya 50 orang teratas yang akan diterima."lanjut Zhu Luoning
"Ouh baiklah, apa guru akan mencari murid lainnya nanti. Sebaiknya cari yang pandai memasak saja."ucap Bo Qin
"Sebenarnya 10 tetua teratas bisa memilih 2 murid dari 50 orang teratas, atau saat pertandingan jika ada yang menarik minat 10 tetua teratas tetua itu akan mengajukan tawaran untuk menjadi muridnya tetapi itu akan mengurangi jatah dari 50 orang yang bakal diterima."
"Kalau begitu jika ada yang pandai masak kita akan memilihnya."ucap Bo Qin
"Terserah kau."ucap Zhu Luoning
Setelah selesai berbincang Bo Qin menarik seruling yang dia selipkan dari ikat pinggangnya dan segera melompat ke salah satu cabang pohon sakura yang cukup besar di belakangnya. Setelah menemukan posisi yang nyaman untuk dia duduk Bo Qin segera memainkan serulingnya, ia memainkan lagu ketenangan dengan sedikit campuran energi Qi miliknya sehingga suaranya dapat terdengar di seluruh sekte pedang naga.
Semua orang yang mendengarnya menjadi tenang dan menikmati permainan Bo Qin, bahkan Zhu Luoning dibuat terkagum-kagum.
"Ternyata kau juga memiliki sisi seperti ini muridku."
Setelah merasa puas Bo Qin segera menghentikan permainan serulingnya.
"Ahh sudah cukup lama aku tidak memainkan seruling."ucap Bo Qin sambil memutar-mutar serulingnya dengan jarinya
__ADS_1
"Hebat juga permainan serulingnya, ouh ya ambil ini aku yakin ini cocok untukmu. Aku sebagai guru selama ini tidak ada yang kuajarkan, jadi anggap ini pembelajaran dari ku."ucap Zhu Luoning sambil melemparkan sebuah buku berwarna hitam.
"Terimakasih guru."
"Yah sama-sama aku yakin tekhnik itu tidak sekuat tekhnik milikmu tetapi kau bisa menggunakan jurus itu di pertempuran kecil."ucap Zhu Luoning
"Baik guru."
Bo Qin segera membaca buku itu, tidak lama kemudian dia segera terkejut dan segera memandang Zhu Luoning
"Benar kata guru jurus ini sangat bagus, walaupun ini cuma tingkat kuno tetapi efek jurus ini sangat bagus. Jurus ini mampu menyiksa jiwa lawan, bahkan mampu mengrusak jiwa lawa dan yang lebih hebatnya lagi mampu membuat mereka melihat hal paling menakutkan baginya. Sungguh menyenangkan melihat musuh menderita sebelum mendapatkan kematiannya."
"Ya kau benar jurus jari jiwa asura itu akan langsung menyerang ke jiwa lawan dan mampu membuat mereka melihat hal paling menakutkan baginya selain itu jurus tertingginya mampu menandai jiwa orang lain sehingga dia harus menaati kamu jika tidak jiwa mereka akan tersiksa sampai hancur. Saat kau menggunakan jurus jari jiwa asura bagi mereka yang memiliki mental lemah mereka akan jadi gila, akibat sebagian jiwanya yang hancur hahahaha bagaimana menyenangkan bukan?"
"Hehehe guru memang yang terbaik."
Sementara Bo Qin sedang mengagumi jurus yang dia dapatkan para murid masih asik membicarakan tentang siapa yang memainkan seruling dengan indah, bahkan yang lagi berkultivasi ataupun memahami jurus baru pikiran mereka menjadi lebih tenang sehingga mereka mengalami peningkatan. Bagi yang melatih jurusnya menjadi mengerti kekurangan mereka dan memperbaikinya
"Hei siapa ya yang memainkan seruling tadi, berkatnya aku berhasil memahami jurus yang baru aku pelajari. Aku ingin mendengarkan lagi musiknya."
"Andai dia wanita aku ingin dia menjadi kekasih ku."ucap salah satu dari mereka dengan keras
"Memangnya dia mau dengan kamu yang jelek itu."ucap salah satu dari mereka menimpali
"Tidak itu pasti cowok yang tampan dan nantinya akan jadi jodohku."ucap salah satu wanita yang ikut nimbrung pembicaraan mereka
"Heh emangnya kamu cantik sehingga dia mau dengan mu."ucap salah satu wanita yang lain
"Kalau kami sudah jodoh tidak ada yang tidak mungkin."ucap wanita sebelumnya dengan sinis
Sementara para murid yang lagi sibuk menebak-nebak identitas siapa yang memainkan seruling yang sangat merdu patriak dan 4 tetua sedang memandang dengan tatapan terpana ke arah bola kristal berbentuk bundar yang berada di tengah mereka
__ADS_1
"Tidak kusangka anak ini bisa memainkan seruling dengan sangat indah bahkan bisa mempengaruhi jiwa kita, aku yakin pasti semua murid Sekte pedang naga juga merasakannya. Lagu yang dia mainkan bisa menenangkan jadi aku yakin pasti banyak murid yang mengalami peningkatan."ucap patriak
"Anda benar patriak, tetapi aku bingung kitab apa yang diberikan Ning'er kepadanya sampai membuat dia senang seperti itu."
"Ayolah kuyakin paling diberikan kitab tingkat merah atau hitam kitab itu sudah sangat tinggi jelas dia merasa senang."ucap tetua ke 4 atau tetua Yin
"Ucapan tetua Yin ada benarnya apalagi sekte kita cuma sekte menengah aja di kekaisaran lang ini, kitab tingkat segitu memang sudah tinggi semua murid pasti akan senang."ucap tetua Yan
"Kalian benar juga, tetapi melihat dari sifat keduanya apa ada sesuatu yang normal bisa membuat mereka senang."ucap patriak Zhu
"Patriak benar, bahkan kita berempat sengaja mengundang ahli formasi untuk memasang formasi yang bisa mengawasi seluruh sekte dan 100 meter dari sekte agar saat mereka mengacau kita segera bisa menghentikannya. Selain mengawasi mereka kita juga bisa mengawasi murid-murid yang suka mengacau."ucap tetua Kong
"Hahahaha ucapan tetua Kong benar, bocah itu bahkan berani melumpuhkan atau bahkan membunuh orang yang menyinggungnya di dalam sekte. Bahkan orang yang dianggapnya membela musuhnya juga mendapatkan imbasnya, padahal dia cuma ingin mengembalikan wajahnya."ucap tetua Long sambil tersenyum mengejek kearah tetua Kong
"Apa maksud senyuman mu itu apakau mengejekku."ucap tetua Kong
"Sudahlah tidak usah membahas masalah ini lagi. Apa persiapan untuk pertandingan esok telah beres."
"Semua persiapan telah siap patriak."ucap tetua Yan
"Baguslah, sekarang lebih baik kita lanjutkan minum esok pasti hari yang sibuk."ucap patriak sambil mengeluarkan beberapa guci arak dari cincin penyimpan miliknya
Kembali lagi ke Bo Qin dan gurunya mereka saat ini sedang melakukan persiapan untuk makan malam walaupun sebagai kultivator mereka tidak perlu makan tetapi bagi mereka berdua itu adalah hal yang wajib, nikmatilah hidup dengan makan mungkin itulah pikiran mereka tapi sayangnya makanan yang mereka hadapi saat ini terlihat sangat buruk, banyak yang gosong atau sudah tidak berbentuk makanan lagi.
"Qin'er kau yakin memberi makan gurumu ini dengan makanan tidak dengan kotoran kan..?"ucap Zhu Luoning
"Sepertinya aku kenyang aku akan keluar menikmati bintang, mau ikut."lanjut Zhu Luoning
"Tidak."ucap Bo Qin
Setelah Zhu Luoning keluar Bo Qin juga ikut keluar dia segera melompat ke salah satu dahan pohon yang cukup besar di depan kediaman Zhu Luoning, setelah tiba di atas pohon ia segera mengatur posisi yang enak untuk rebahan.
__ADS_1
"Sepertinya disini cocok untuk rebahan."setelah menemukan posisi yang tepat dia segera mengeluarkan buah sisa bekal dia di berlatih di dalam bola kristal.
......Sekian dulu ya terimakasih atas segala dukungannya semuanya. Terimakasih juga atas segala dukungannya. Saya memang jarang update karena menulis cuma sekedar hobi aja.......