
Farel melotot kearah Lusi dan dibalas oleh gadis belia itu, hal itu juga mengundang gelak tawa yang memeriahkan aula.
"perkenalkan nama saya Adam, dari tim produksi.
Lusi.....
berikan kami alasan mengapa hasil desain kamu ini berjumlah sepuluh, dan berikan kami alasan mengapa kami harus memproduksi massal desain mu ini.
Satu lagi, desain mu seperti bertema daerah yaitu Batak ya.
Jika seandainya desain mu ini di produksi massal, bagaimana caranya memperkenalkan produk mu ini ke pasar."
Lusi malah cengengesan dan kemudian berusaha tenang.
"maaf ya kak Adam, aku grogi...."
haaaaa......
Lusi menarik napasnya dan kemudian menghembuskan napas pelan-pelan dan terlihat Lusi baru tenang.
"baiklah kakak-kakak, sebelumnya Lusi mengucapkan terimakasih kepada kak Desi, dan semuanya.
Desain ini berasal dari satu ide yaitu desain Lusi yang berjudul si mentel.
Akan tetapi itu seperti doktrin yang hanya digunakan di acara tertentu dan bahan nya sangatlah mahal.
Kita tidak memaksa pasar untuk menerimanya, oleh karena itu Lusi membuat sub cabang dari si mentel ini.
kita mulai dari si mentel satu, tetap berbahan ulos atau kain tenun khas Batak, dan itu hanya sebagai pemanis saja.
Atau sebagai detail tambahan, dan pakaian ini cocok untuk gadis muda seperti Lusi.
Dengan desain elegan nan simpel serta perpaduan kain tenun khas batak, cocok di kenakan untuk formal dan juga semi formal.
Hanya perlu menambahkan puring berbahan katun agar menyerap keringat, dan liris sudah cukup mendetail."
Demikian ujar Lusi dan lanjut dengan menjelaskan detail mentel selanjutnya, penguji dari tim produksi, marketing dan bagian humas terlihat sangat kagum dengan persentase dari Lusi.
"begitu penjelasan dari si mentel satu sampai si mentel sepuluh.
Motif kain tradisional negara kita sangat kaya, dan semuanya punya ciri khas yang unik-unik dan kali ini Lusi mengangkat kain tenun khas Batak Toba yaitu ulos.
Ulos adalah kain tenun khas Batak Toba, yang mempunyai daya tarik tersendiri.
Ulos itu bagian dari budaya, yang bisa menambah kesan elegan pada suatu produk fashion kita.
Tentunya kita semua bisa mengenakannya, tanpa memandang suku, ras dan juga agama.
Dulu almarhumah mama ku adalah penjahit, dan itu dilakukan setelah selesai berjualan di pasar pagi.
Mama memperkenalkan hasil jahitan melalui mulut ke mulut dan sengaja mempamerkan produk nya ke orang lain.
Berhubung Binsar fashion adalah produksi fashion yang besar dan juga inovatif.
__ADS_1
Maka langkah yang lakukan untuk yang pertama kalinya adalah memperkenalkan produk ke masyarakat luas.
Dengan cara fashion week yang tempat keramaian tanpa menggunakan pihak lain, misalnya di pusat perbelanjaan.
Kemudian iklan di televisi dan memberikan diskon spesial, setelah melakukan perhitungan merger pengeluaran.
Berikut ini juga sudah Lusi buatkan biaya pembuatan saru produk desain berikut dengan perhitungan laba yang akan diperoleh.
Seperti prinsip dagang Cina, untungnya sedikit tapi barang dagangan berputar terus.
Bapak-ibu sekalian, suatu produk fashion tidak bisa di timbun terlalu banyak dan perputaran harus sesegera mungkin.
Kenapa?
karena model produk fashion akan terus-menerus berganti mengikuti perkembangan zaman.
Intinya adalah kita harus memikirkan berapa jumlah produk yang harus kita produk, kemudian desainnya, lalu pemasaran nya.
Pemasaran melalui mulut ke mulut seperti yang dilakukan oleh mama Ku, lalu fashion week, serta iklan.
Jangan lupa tentang harga dan harus benar-benar kompetitif.
Untung sedikit, tapi barang dagangan banyak yang terjual sehingga roda perputaran produk berjalan seiring waktunya tanpa di libas perkembangan model baru."
prok.... prok..... prok.....
Kalimat terakhir dari Lusi, langsung disambut tepuk tangan yang meriah.
tentunya itu akan memakan biaya yang besar, selain dari sewa tempat dan akomodasi lainnya.
Menurut Lusi, apa yang dilakukan untuk mengurangi bajet agar harga produk kita bisa bersaing dengan kompetitif."
"terimakasih kak Lili cantik...
Binsar fashion adalah anak usaha dari Binsar Batara group.
Binsar mall, Binsar square dan ada beberapa mall lagi di kota ini yang merupakan aset milik Binsar group.
Manfaat aja itu, artinya bisa geretongan lah alias gratis untuk tempat.
Kalau bisa gratis kenapa harus bayar? kan Binsar fashion juga anak usaha Binsar Batara group?
Janganlah main mata sebelah....."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Jawaban yang kocak membuat semuanya tertawa dan sejenak Lusi berhenti bicara karena tawa.
"untuk modelnya gampang.....
ngak usah menyewa model yang mahal-mahal itu.
kan ada Lusi, kak Desi kak Diana dan yang lainnya.
__ADS_1
Kami semua ngak kalah cantik dari model-model itu, kami juga seksi, cantik dan mempesona.
Masalah jalan di catwalk? ada kak Farel yang siap mengajari kami.
ya kan kak Farel?"
Farel mengganguk setuju lalu tersenyum sinis ke arah Lusi, tapi itu tidak menjadi masalah bagi gadis belia itu.
"bagiamana jika para calon model ngak mau? .......
ya berikan bonus yang terbaik, jika tidak mau lagi? ya pecat...."
prok..... prok.....prok.....
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Tepuk tangan yang meriah dan disertai oleh suara gelak tawa yang membuat susana semakin meriah.
Sepertinya mereka sudah cukup memberikan pertanyaan kepada Lusi dan kini giliran yang lainnya untuk presentasi.
Setelah beberapa jam kini tibalah puncak penentuan, jeda untuk beberapa menit sebelum keputusan.
"terimakasih untuk waktu yang baik ini dengan ini juga saya Farel kepala bagian desainer akan mengumumkan desain yang di produksi massal.
Berdasarkan kebijakan dari segenap tim dengan ini mengumumkan akan memproduksi massal semua hasil desain tanpa terkecuali."
prok....prok....
hikkkkkkkk........
Tepuk tangan meriah yang dibarengi jeritan keras karena bahagia dari Lusi dan jeritan itu langsung disambut tawa oleh yang lainnya.
Lalu naiklah seorang pria ke panggung dan dengan segera Farel memberikan mickropon itu kepada pria itu.
"saya Imam sebegitu kepala bagian marketing, berdasarkan hasil diskusi kami dengan segenap tim, akan melaksanakan strategi yang Lusi sampaikan.
Pertama kita akan melakukan fashion week setelah tim produksi menyelesaikan beberapa produk desain.
untuk itu kami meminta kepada kak Farel untuk memilih dan mengurus modelnya, dan sisanya adalah urusan tim marketing.
Lusi....
apakah ada tambahan atau koreksi atau apapun itu?"
"ada pak Imam, kalau bisa di awal acara fashion week ada hiburan, misalnya mengundang penyanyi top dan serta iring-iringan penari dengan tarian tradisional dari tarian yang dari suku Indonesia."
"ide yang bagus, nanti akan dipertimbangkan.
baiklah lah bapak-ibu, saatnya kita akhiri voting dan diskusi kita ini.
selamat siang dan tetap semangat."
Tepuk tangan yang meriah memenuhi aula dan satu persatu membubarkan diri untuk kembali bekerja.
__ADS_1