PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Rana Dideportasi Dari Thailand.


__ADS_3

POV Rana.**


Pelayan tampan berkewarganegaraan Indonesia, telah melaksanakan tugasnya. akan tetapi Rana memintanya untuk mengantarkannya ke kamarnya.


"jam berapa kamu selesai kerja?"


"sudah selesai ibu, sekarang saya free. apa yang bisa saya bantu?"


"ajak aku jalan-jalan dong, ntar saya kasih fee buat mu."


"saya bersedia ibu."


"jangan panggil ibu, untuk sementara kamu panggil aja beb."


"baik beb, kalau begitu saya mau ganti pakaian dulu ya, ntar kita bareng pergi nya. ntar aku di lobi."


Pelayan tampan itu keluar dari kamar Rana, dan segera Rana mengenakan pakaian terbaiknya.*


Sang pelayan yang bernama Ramses, melambaikan tangannya ke arah Rana yang baru tiba di lobi hotel.


Rana menyambut lambaian tangan itu dengan senyuman Nya dan mereka langsung pergi menggunakan taksi.


"beb....


Aku membawa mu ketempat yang paling asyik di kota ini.


Surga kesenangan duniawi berada di kota ini dan mari kita nikmati."


Rana yang mendengar nya, sangat begitu girang karena impiannya untuk menikmati hidup dan bersenang-senang akhirnya terwujud yang ditemani oleh pria tampan nan muda disampingnya.


Taksi itu berhenti di depan gedung yang mewah, dengan menggandeng tangan Ramses dan mereka berdua masuk ke dalamnya.


"waouuuuu......"


Seketika kata itu keluar dari mulut Rana, saat melihat pemandangan nya.


Club malam yang gemerlap dan berbagai minuman beralkohol tertata rapi di rak-rak yang menampilkan minuman terlihat elegan.


"di bar ini, kita bisa melakukan apa saja bahkan begituan, jika risih di liatin yang lain maka tempat khusus dan lebih seru."


Rana yang mendengarnya sangat begitu kegirangan dan langsung meraih tangan Ramses dan menuju bar tersebut.


Lalu Ramses memilih meja yang kosong dan memesan minuman yang beralkohol tentunya.


Minuman sudah tersedia dan Ramses, menuangkan minuman itu ke gelas Rana dan seketika langsung di teguk olehnya.


'ahhhhhh......'


Rana berteriak seolah-olah jiwa bar-bar nya meronta-ronta di tempat itu.


Ramses menuangkan minuman itu lagi dan lagi di teguk nya dan minuman itu dituang lagi.


Lalu pelayan tampan mulai beraksi dan mencumbui leher Rana.


ahhhhhh......

__ADS_1


Ranah mendesah kenikmatan dan Ramses mengehentikan nya, kemudian meminta tamunya itu untuk minum kembali.


"aku pengen beb, tapi jangan disini."


"yuk ketempat khusus."


Rana setuju untuk pergi khusus, jalan yang sudah mulai sempoyongan dan mereka berdua langsung menuju ruang khusus itu.


Ternyata di ruangan itu tersedia kasur kecil dan juga berbagai minuman.


"beb....


sebelum kita mulai bersenang-senang, harap terlebih dahulu memberikan jaminan uang dengan cara menggesek kartu debit visa atau kartu kredit."


"oke beb...


kamu yang gesek deh, karena ingin segera kita bergesekan."


Lalu Rana mengeluarkan dompetnya dari tas dan memberikan kartu debit visa itu kepada Ramses.


"pin 115000..."


Ucap Rana yang memberitahu pin kartu debit itu dan terlihat Ramses tersenyum.


Terlebih dahulu Ramses mengecek saldonya dan.....


"waouuuuu.....


saldo yang fantastis, saya tidak perlu lagi melayani perempuan-perempuan gila seperti ini, dan saatnya pulang kampung."


Ujarnya dengan sangat pelan, dan kemudian memberikan jaminan uang dengan cara menggesek kartu itu.


Dengan buru-buru Rana melepaskan pakaiannya begitu dengan pelayan tampan itu.


Ramses memberikan minuman lagi kepada sang tamu VIP itu dan lagi-lagi langsung di teguk olehnya.


Rana yang terus-menerus menggodok anu Ramses dan jiwa laki nya langsung bangkit.


Prak....


Botol minuman yang dipegang oleh Rana terjatuh karena sudah dipengaruhi oleh alkohol.


"sebelum menghabiskan seluruh uang mu, terlebih dahulu aku mencicipi bodi mu yang sudah mulai usang ini."


Ucap Ramses dan kemudian melampiaskan nafsunya kepada Rana.


Rana yang sudah setengah tidak sadar karena pengaruh alkohol tetap menikmati servis dari Ramses.


Setelah puas melampiaskan hasratnya, lalu Ramses membawa tamu VIP itu pulang ke hotel dan setelah sang tamu tertidur, mulailah Ramses bereaksi.


"ini kartu atm-nya, dan pasti ada perhiasan atau cash lainnya."


Ucap Ramses dan kemudian menggeledah barang-barang milik Rana.


"yesss......

__ADS_1


sudah saatnya mengakhiri semua kegelapan ini, dengan uang yang banyak, dan perhiasan dari perempuan dajjal ini, aku tidak perlu kerja lagi dan saatnya pulang kampung.


Dikampung nantinya akan mulai membuka usaha dan ini sebagai modal nya.


Tapi sekali lagi ya, mumpung perempuan gila ini belum sadar."


Lalu sang pelayan itu menggagahi sang tamu VIP dan setelah merasa puas, lalu pergi dari kamar tersebut setelah mendapatkan semua uang cash dan kartu debit, dimana pin nya sudah diketahui olehnya.***


Pagi harinya Rana terbangun tanpa mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya, dan merasakan sedikit ngilu di **** *************.


Banyak bercak putih yang sudah mengering di area itu dan.....


"Ramses....."


Dirinya baru teringat bahwa semalam dia menghabiskan waktu dengan pelayan spa yang tampan.


Kemudian memeriksa semua barang-barangnya dan ternyata......


"haaaaaaaa.......


dimana kartu debit ku? dimana uangku?...


haaaaaaaa........"


Rana berteriak sekuat mungkin, dan pegawai hotel yang sedang bekerja mendengarkan dan memanggil atasannya lalu mendobrak pintu kamar Rana.


Menurut penjelasan pihak hotel, kemarin itu adalah hari terakhir Ramses kerja di hotel karena kontraknya sudah berakhir begitu juga dengan visa milikinya.


Artinya Ramses sudah kembali ke Indonesia, karena pegawai itu adalah tenaga kerja dengan sistem kontrak.


Pihak hotel menyarankan untuk menghubungi pihak perbankan Indonesia, agar memblokir kartu debit nya.


Hal yang lebih mengejutkan bahwa saldo di rekening bank itu sudah terkuras habis, karena penarikan uang tunai berupa uang Thailand.


Melakukan transaksi pembelian barang-barang berharga seperti emas dan barang lainnya.


Tarik tunai dan kemudian belanja, yang menyebabkan saldonya terkuras habis. itu artinya bahwa Rana menjadi gelandangan di negeri orang.


Mengetahui hal itu, pihak hotel mengirimkan Rana ke kantor kedutaan Indonesia untuk negara Thailand.


Sesampainya di kantor kedutaan Indonesia, dan jalan terakhirnya adalah deportasi dikarenakan Rana tidak memiliki jaminan apapun di negeri orang ini.


Mau tidak mau, suka tidak suka dan akhirnya Rana menyetujui deportasi itu dan harus berada di tahanan untuk sementara sampai semua administrasi selesai di urus.


Tibalah akhirnya Rana di deportasi menggunakan kendaraan kapal laut, dan tentunya itu memakan waktu yang lama sampai tiba di Indonesia.


Di dalam kapal laut ini, dengan fasilitas seadanya, Rana seperti meratapi nasibnya yang malang karena ulahnya sendiri.


"dasar bodoh...bodoh......


Kenapa aku percaya dengan percaya sama penipu itu?


jadi itu artinya, kalau penipu itu berkata sudah berakhir masa tugasnya?


bodohnya diriku ini.....

__ADS_1


dasar bodoh......


Berulangkali Rana memaki dirinya sendiri, dan menyalahkan dirinya, walaupun dia tahu kalau itu tidak akan mengembalikan keadaan.


__ADS_2