
POV Jono.*
Dari Jakarta Indonesia, seorang pria lumpuh yang baru saja mengesot keluar dari kamar dan seluruh tubuhnya basah kuyup dan hanya terduduk di pintu masuk kamar mandi.
tok..... tok..... tok......
"mas Jono..... mas Jono......."
Suara perempuan dari balik pintu, yang memanggil Jono.
"masuk, pintu ngak di kunci....."
Kreeek......
Terdengar pintu di buka, pertanda seseorang telah masuk kedalam rumah.
"mas Jono...... jonoooooo....."
"didepan kamar mandi."
Suara langkah kaki perlahan-lahan terdengar menuju arah kamar mandi.
"Papa.....
tolong bantu bude....."
Zahran yang datang bersama seorang perempuan paru baya dan langsung memapah Jono ke arah ruang tamu.
"Zahran....
ambil handuk dan pakaian Papa mu ya."
"iya bude..."
Anak itu langsung menuju menuju kamar orangtuanya dan tidak berapa lama kemudian, Zahran sudah datang dengan membawa pakaian dan handuk.
Mereka berdua mengganti pakaian Jono yang basah, dan akhirnya selesai juga.
Lalu duduk berhadapan, raut wajah perempuan paru baya yang menggambarkan kesedihan.
"apa yang membawa mu kesini Dila? kamu ingin menertawai Ku?"
"gila kamu ya mas, biar bagaimanapun mas Jono itu satu-satunya saudara Ku.
Zahran yang mendatangi Ku dan meminta ku untuk datang kemari.
Apa yang terjadi mas? lalu dimana Lusi?"
haaaaaaaa......
Jono menghela napasnya, dan kemudian menatap adik perempuannya itu.
"Lusi sudah mengetahui kalau mas bukan ayah kandungnya."
"mas Jono benar-benar bego, egois dan buta mata hatinya.
Mbak mawar, yaitu ibu kandungnya Lusi. adalah perempuan baik-baik mas Jono.
Lusi itu anak kandung mu mas, ini.... ini..... buktinya tes DNA Lusi yang sudah dilakukan mbak Mawar untuk meyakinkan dirimu."
__ADS_1
Saudara perempuan Jono, melemparkan dokumen dan sepertinya dikeluarkan rumah sakit milik pemerintah.
Seketika air matanya mengalir di pipinya, seakan-akan ada penyesalan yang sangat menusuk hati nya.
"sekarang Dila nanya sama mas ya, waktu malam pertama mas dan mendiang mbak Mawar, apakah masih perawan mas?"
Jono mengganguk dan Ia mengakuinya dihadapan adik perempuannya.
"mendiang mbak Mawar tidak pernah selingkuh mas, si mbak selalu kerja dan mengurus anak serta mengurusi keluarga.
Saat itu mbak mengadu ke almarhumah mama, kalau mas ketahuan selingkuh dan seketika itu juga mama pingsang dan akhirnya meninggal dunia.
Mas Jono tahu kan kalau mbak Mawar itu menantu kesayangan mama, bahkan mama jauh lebih sayang kepada mbak ketimbang Dila mas.
Itu karena mbak Mawar adalah istri yang baik dan menantu yang baik untuk mama.
Serta kakak ipar yang sangat baik untuk Diana, berbanding terbalik dengan istri kedua mu itu.
Mas tahu ngak kalau Suci itu bukan anak kandung mu?"
Jono melotot ke arah Dila dibalas tatapan tajam olehnya.
Hanya Zahran anak kandung mu mas, dan ini buktinya..."
Dokumen yang sama diberikan kepada Jono dan begitu terkejutnya Ia mengetahui kabar tersebut.
"Kalau yang ini, Dila yang melakukan nya. karena aku kasihan melihat Lusi yang mas abaikan.
mas Jono lebih anak orang lain daripada anak kandung sendiri.
Sekarang kemana istrimu itu? pergi mas ...
Sementara Suci putrinya sendiri, masih dirawat di rumah sakit, dirawat karena di keroyok oleh para istri dimana suaminya di goda olehnya.
Lebih tepatnya Suci itu adalah perempuan simpanan bagi pria-pria hidung belang itu, dan akhirnya ketahuan dan di keroyok hingga wajahnya hancur.
Para suami dari istri-istri yang menghancurkan wajah Suci, melakukan negoisasi dan istrimu itu mendapat ganti ruginya.
Mendapatkan uang yang banyak lalu pergi entah kemana meninggalkan mas Jono dan anak-anaknya disini.
Mendiang mbak Mawar, ngak pernah tuh seperti itu.
Mbak Mawar meninggal karena sakit hati, setelah mengetahui suaminya selingkuh.
Ternyata mas Jono juga diselingkuhin oleh istrimu sendiri, dan istrimu itu sama halnya seperti putrinya si Suci itu.
Mereka sama-sama pel**ur mas Jono, Tuhan sudah memberikan istri yang baik untuk Mu, dan telah dikaruniai seorang putri yang cantik nan pintar.
Tapi mas Jono membuang emas dan menampung sampah yang tidak bisa di daur ulang.
Pagi-pagi buta, mbak Mawar bersama mama sudah berada di pasar untuk menjual sayur dan setelah siang menemani Dila untuk menjahit.
Paginya mbak Mawar bersama ibu dan siang harinya bersama Ku.
Di lapak menjahit kami hanya didatangi oleh pelanggan sesama perempuan dan jika mereka datang bersama pasangannya, dan pasangan nya menunggu di luar.
Tapi mas Jono dengan begitu tega nya menuduh mbak Mawar selingkuh, hanya demi menutupi perselingkuhan mu mas.
Setelah mbak Mawar meninggal, dan Dila yang meneruskan jahitan.
__ADS_1
Istri mu itu menuduhku selingkuh, dan memprovokasi suami ku yang akhirnya kami cerai.
Ternyata yang menuduh mbak Mawar selingkuh itu adalah perempuan binal itu.
Rumah tangga ku hancur karena istri mu, demikian juga rumah tangga kalian.
haaaaaaaa......
Sekarang apa mas?
dalam keadaan lumpuh seperti ini, perempuan binal itu pergi bersenang-senang dengan meninggalkan kamu dah juga anak haram nya.
Sakit kan mas?
itulah yang kurasakan saat itu, dan itu juga yang dirasakan oleh mendiang mbak Mawar.
Asal mas ketahui, dokumen asuransi, buku tabungan dan juga sertifikat rumah ini, telah Dila berikan kepada Lusi.
Kenapa mas? kecewa ya?
itulah yang kurasakan, Dila benar-benar terhadap mu dan juga istrimu sang perempuan binal itu."
Terlihat Jono kesal setelah mengetahui bahwa yang di incar nya selama ini telah diberikan kepada pemilik yang seharusnya.
"itu harapan itu sekarang, cepat cari Lusi dan aku membutuhkan uang."
"haaaaaaaa......
orang gila sekalipun butuh uang mas...
mengenai keberadaan Lusi? mana aku tau, seandainya pun aku tau, dan itu tidak akan aku kasih tahu kepada mu.
Nikmati aja hasil perbuatan sekarang, dan nikmat hidup penderitaan mu.
Anakku sering di hina teman-temannya karena tidak punya ayah, dan para tetangga sering kali menggunjing Ku.
Itu semua karena fitnah yang sebar oleh istri mu itu.
Oh iyaa......
Dila lupa mas, teman Dila kan ada kerja di bagian imigrasi, katanya istrimu itu di deportasi dari Thailand.
Istrimu di tipu laki-laki yang disewa nya untuk bersenang-senang dan keadaan istrimu itu sangat memperhatinkan mas.
Semua uang ludes dan ************ nya biru karena kebanyakan gituan, sekarang di rawat di rumah sakit karena mengalami pendarahan.
Istrimu seram ya...."
"cukup Dila..... cukupppppppppppp......"
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Dila tertawa lepas, sepertinya dirinya puas akan pembalasan ini.
"Tuhan itu tidak pernah tidur mas Jono."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Lagi dan lagi Dila tertawa, seolah-olah dia puas menerima semuanya.
__ADS_1