
Setiap paginya Lusi sudah terbiasa beraktivitas, seperti beres-beres dan juga masak.
Makanan sudah tersaji dan kemudian Lusi mengajak sepupunya untuk sarapan bersama-sama.
"maaf ya Lusi, mbak ngak membantu masak."
"santai aja mbak, kalau masalah beres-beres dan masak itu hal biasa bagi Lusi.
Lusi memang sengaja ngak membangunkan mbak Alifah, karena pasti masih capek dan ngantuk.
Sup ini spesial untuk mbak Alifah, agar tetap fit dan ASI nya lancar serta berkhasiat untuk menambah daya tahan tubuh.
Ayo minum dulu sup nya, mumpung Bayazid masih tidur."
Terharu dan itulah yang tergambarkan dari Alifah, istri sepupunya.
"kalian makan terlebih dulu, biar mas yang menjaga Bayazid."
Ujar Abi, sepupu dari Lusi. sehingga mereka makan dengan lahap akan masakan dari Lusi.
uaakkkkk.......
Alifah bersendawa dan hal itu membuat Lusi dan Zahran saudara tirinya tertawa.
"maafin mbak ya, masakan Lusi sangat enak. sup buatan mu membuat tubuh ini hangat dan rileks."
Hanya sang suami yang sedikit menolehnya karena suara sendawa yang kuat itu, lalu gantian makan.
Selesai makan dan Lusi mengambil alih untuk membersihkan meja dan piring kotor.
"kamu apa kabar?"
"kamu ngagetin aja deh."
Sanggah Lusi yang terlihat kaget, karena Suci. saudara tirinya itu tiba-tiba saja mendekatinya saat mencuci piring di wastafel.
"maaf ya kalau dah buat kaget, aku ngak sengaja."
"iya....
Biar Lusi yang cuci piring nya, lebih baik Suci mengurus si Zahran aja ya.
Takut bocah itu malah main-main di kamar mandi dan akhirnya kita lama untuk pergi ziarah."
"santai aja kak Lusi, tadi Zahran sudah mandi sebelum shalat subuh."
Lusi menoleh ke belakang dan melihat Zahran yang sudah berpakaian rapi dan mengenakan pakaian warna hitam.
"Zahran.....
Ternyata pesantren membuat mu jauh lebih baik ya dek, kakak pangling loh melihat penampilan mu.
Zahran terlihat lebih gagah dan berwibawa, terimakasih ya, terimakasih karena Zahran sudah berubah menjadi adikku yang lebih baik."
"Zahran juga berterimakasih banyak sekali sama kakak, karena sudah membiayai pendidikan Zahran dan kak Suci.
__ADS_1
Awas kak....."
ahhhhhh..........
Zahran tersiram air panas karena ulah Suci, yang tiba-tiba saja hendak menyiram wajah Lusi dan air panas yang di masak oleh Lusi, tapi Zahran mengorbankan tubuhnya sehingga tubuh Zahran yang terkena air panas.
"Zahran......
Apa-apaan sih kau Suci? liat ni si Zahran."
"ya Allah ya Robbi....
astagfirullahaladzim...."
Alfiah istighfar dan berusaha membuka pakaian yang dikenakan oleh Zahran, yang datang bersama suaminya menghampiri mereka karena suara Zahran.
"jangan di buka mbak, biar Lusi bawa langsung ke rumah sakit."
Lusi langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil dan kemudian menggendong Zahran.
"mas....
mbak....
tolong jaga Bayazid, takutnya nanti di celakai oleh perempuan itu.
Zahran biar aku yang urus, pastikan Bayazid dalam keadaan terjaga ya."
Ujar Lusi, lalu pergi seraya menggendong Zahran menuju ke luar.
Zahran langsung dilarikan ke IGD dan mendapatkan pertolongan medis.
Lusi yang mondar-mandir di ruang tunggu IGD dan pada akhirnya dokter menemui nya.
"gimana adek ku dokter?"
"hanya sedikit aja yang melepuh, itu karena mbak nya segera membawa kemari untuk mendapatkan perawatan medis.
mbak tenang aja, adiknya sudah mendapatkan perawatan medis dan mungkin hanya butuh dua hari pemulihan."
"syukurlah....."
Akhirnya Lusi bernapas lega, dan terlihat dokter itu meliriknya dengan curiga.
"apa yang kamu lakukan dengan adik mu sendiri?"
"bukan Lusi yang melakukan dokter."
Ujar Abi yang sudah tiba di IGD bersama istrinya, lantas kemana perginya Suci?
"mari ikut kami ke administrasi dan nanti dijelaskan ya."
Ujar dokter itu dan mereka mengikuti dokter itu menuju meja administrasi.
"bapak siapa nya pasien, dan jelaskan maksud perkataan bapak barusan."
__ADS_1
Abi terlihat menghela napasnya dan kemudian menatap dokter dengan tatapannya yang kosong.
"nama saya Abi dan ini istriku, saya adalah sepupu dari Lusi dan pasien itu.
Lusi dan pasien yang bernama Zahran adalah saudara tiri satu ayah.
Zahran juga punya saudara tiri satu ibu tapi beda ayah, hanya Lusi dan Zahran yang satu ayah tapi beda ibu.
Saudara tirinya Zahran yang perempuan bernama Suci dan dia yang menyiram air panas itu ke Zahran.
Itu pengakuan Suci, saat saya interogasi di rumah. sebenarnya Lusi yang hendak disiramnya pakai air panas."
"apa benar begitu mbak Lusi?"
Lusi kemudian menoleh dokter, karena pertanyaan tersebut.
"tadi pagi selesai sarapan, lalu Lusi mencuci piring di wastafel sembari merebus air.
Agar persediaan air panas untuk kakak ipar ini dan ponakan ku ini.
Nah.....
tiba-tiba Suci menghampiriku dan sempat bertanya mengenai kabar ku.
Karena Suci hendak membantu Ku mencuci piring, lalu aku larang dan memintanya untuk mengurus Zahran agar bersiap-siap untuk ikut ziarah.
Tapi Zahran ternyata sudah berpakaian rapi dan siap untuk pergi ziarah dan sudah dibelakang kami.
Awalnya kami ngobrol dan Lusi berterimakasih pada Zahran karena anak itu jauh lebih baik.
tiba-tiba saja Zahran berteriak yang berkata awas kak dan memeluk ku.
Alhasil Zahran yang tersiram air panas itu dan kondisinya seperti itu.
Lusi ngak tau apa yang terjadi dengan Suci, karena di awal baik-baik aja sampai Zahran menghampiri kami."
Setelah Lusi menjelaskan kejadian yang sebenarnya, dan sepupu nya mendekati dokter.
"memang si Suci itu, sudah banyak mengalami banyak peristiwa yang sulit diterimanya dokter.
Wajahnya melepuh dan itu panjang ceritanya, Suci dan almarhumah ibunya sudah pernah masuk penjara karena mencuri.
Ibunya meninggal di gebukin warga dan Suci dibawa ke polisi dan di penjara.
Saya menjadi penjamin nya dan kemudian membawa nya ke pesantren, dengan harapan bisa berubah menjadi lebih baik.
Pertama kali di pasentren memang seperti orang kesurupan dan di rukiah, belakangan ini sudah terlihat normal.
Ketika hendak ziarah ke makan ibu Ku, dan juga nanti sekalian ziarah ke makam ibu mereka dan Suci mintak ikut.
Semuanya terlihat baik-baik aja, dan sebenarnya setelah pulang dari ziarah nanti. saya ingin membawa Suci ke klinik psikiater sahabat saya.
Saya ngak percaya dengan Suci, sehingga mengirimkannya ke rumah sakit jiwa dari pada saya yang sakit jiwa.
Saya masih punya istri dan anak serta ponakan yaitu Lusi dan Zahran, saya ngak sakit jiwa dan mengelantarkan istri, anak serta ponakan Ku."
__ADS_1
Jelas Abi dan terlihat dokter baru mengerti dan langsung meminta keluarga itu untuk mendaftarkan Zahran, agar segera di pindahkan ke ruang rawat.