PENGANTIN PRIA TERKUTUK

PENGANTIN PRIA TERKUTUK
Kejutan Dari Lusi.


__ADS_3

Aji sang asisten pribadi sudah berada di kamar pribadi Yogi, yang berdiri menghadap Yogi yang duduk di pinggir ranjang.


Lalu Aji menarik kursi yang ada di meja rias dan kemudian menatap Yogi dengan tatapannya yang aneh.


"benar dugaan Aji, orang-orang yang di tipu oleh pria itu yang mengaku sebagai ayahnya non Lusi dan akhirnya gadis itu harus mendapatkan intimidasi dari para korban."


"apakah Lusi terluka?"


"tidak tuan, karena non Lusi di kelilingi oleh orang-orang baik terutama mpok Alfa dan putrinya.


Keluarga itu sangat baik terhadap non Lusi, sudah seperti keluarga baru untuk si non.


"syukurlah, tapi bagaimana mpok Alfa itu menjaga Lusi?"


"mpok Alfa itu mpok Uni, yang mempunyai banyak teman dan tentunya cerewet, galak dan tidak ada bedanya dengan mpok Uni.


Tapi itu berlaku bagi orang-orang yang jahat kepadanya atau hendak melukai orang-orang yang disayanginya.


Karakter non Lusi yang unik, sangat cocok dengan mpok Alfa begitu juga dengan mpok Uni, sama-sama aneh.


Sejauh ini non Lusi masih aman tuan, tapi tidak tahu ke depannya lagi.


beberapa hari ini, saya tidak melihat non Lusi."


"jelas kamu tidak melihatnya, Lusi sekarang lebih memilih Desi dan rekan-rekan desainernya.


Lusi melupakan Ku dan dia memilih Desi, dasar gadis jahat dia itu."


Aji tersenyum menanggapi curhatan Yogi, seperti pria itu merindukan gadis belia yang pecicilan itu.


"mas Yogi..... mas Yogi..... mas Yogi sayang...."


Suara dari seorang perempuan yang membuat Yogi tersenyum dan langsung bangkit dari ranjangnya lalu meninggalkan Aji sendirian di kamarnya itu.


"ngakunya pria abadi, tapi bisa mewek hanya karena di tinggal sebentar sama gadis labil, dasar aneh."


Aji mengatai bos nya dengan sebutan aneh, dan kemudian keluar dari kamar itu.**


Ternyata Lusi datang bersama Desi dan mereka langsung duduk di sofa mewah itu tanda si persilahkan.


"pak...


mas Aji dimana ya? kok ngak ada disini?"


"ke planet mars."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Hanya Lusi yang tertawa mendengar jawaban dari Yogi, sementara Desi masih bengong saat melihat Aji yang sedang melangkah menuruni anak tangga.


Begitu Aji tiba di belakang Yogi dan tangannya langsung di raih oleh Desi dan menariknya keluar entah kemana.


"mas Yogi.... mas Yogi.... mas....."


"iya Lusi..... iya....."


'hehehehe.......'

__ADS_1


Lusi malah nyengir karena ucapan dari Yogi yang terlihat kesal.


"Lusi di terima di SMK tata busana favorit itu mas......


Asal mas ketahui ya, Lusi di posisi pertama saat tes tertulis di SMK favorit itu.


Setelah pembagian kelas dan Lusi ditempatkan di kelas unggulan mas......."


Yogi hanya tersenyum menanggapi ocehan dari Lusi, yang terlihat sangat antusias bercerita.


"oh iya mas....


kata kak Farel, kalau desain kami itu laku keras di pasaran dan tentunya Lusi dapat bonus.


Demikian juga dari tim marketing yang mengaplikasikan ide dari Lusi mas, ide itu berhasil sehingga meningkatkan produksi dan juga pendapatan Binsar fashion.


Kak Farel mengabarkan kalau bonus Lusi sudah ditransfer ke rekening bank Ku, awal ngak percaya.


Tadi sebelum kemari, Lusi bersama kak Desi ke bank dulu untuk mengecek saldo.


Diriku terkejut dan terheran-heran mas...


haaaaaaaa......."


Lusi berteriak kegirangan dan menunjukkan buku tabungan nya kepada Yogi.


"uang sebanyak ini untuk apa?"


"beli rumah dong mas, masa beli cowok."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


"beli rumahnya bukan sekarang, nantinya uang ini akan Lusi gunakan buat biaya sekolah dan juga untuk biaya kuliah nanti.


Sejauh ini rumah kontrakan mpok Alfa masih sangat nyaman, walaupun pemiliknya rada-rada aneh."


"rada-rada aneh gimana?"


Lusi lebih mendekatkan diri nya ke arah pria tampan itu dan terlihat Yogi berusaha untuk tetap tenang ketika gadis belia itu semakin dekat dengannya.


"gini ya mas.....


Lusi itu ngak pernah belanja, kalau mau masak tinggal ambil bahan-bahannya dari dapur mpok dan tinggal bagi aja makannya jika sudah masak.


Memang Lusi ngasih tau kalau bahan-bahan makanan dari kulkasnya aku ambil tapi si mpok ngak marah.


Aneh kan mas?"


haaaaaaaa........


Yogi menghela napasnya, karena aneh versi Lusi itu tidak masuk akal baginya.


"banyak bahan makanan yang kamu ambil dari kulkas mpok Alfa?"


"lumayanlah mas, cukup untuk sarapan kami sekeluarga."


Yogi hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Wajah cemberut Yogi sudah berubah menjadi bahagia karena gadis pujaannya telah hadir di rumah mewahnya.


"jalan-jalan yuk .......


mumpung hari minggu dan kapan lagi kita berduaan.


Kak Desi sama bang Aji, biar kita bisa berduaan."


Yogi langsung berdiri dan mengeluarkan tangan kanannya dan langsung disambut oleh Lusi.


Ternyata Desi dan Aji ikut bersama mereka, karena ingin menikmati masa libur ini.


Lusi yang menentukan tempat nya, mereka memilih taman dimana banyak sekali permainan di taman tersebut.


Sebelum ke taman mereka berempat terlebih dahulu singgah di kafe.


Selanjutnya adalah taman, jarak taman dari kafe tidaklah terlalu jauh dan hanya perlu jalan kaki.


"Lusi....."


Begitu tiba di gerbang taman, seorang perempuan memanggil Lusi.


"hebat kamu ya, Papa sekarang lumpuh sementara kau jalan-jalan sama pria.


Kamu bosan ya jadi miskin sehingga kamu jual diri seperti ini."


"Tante.....


kalau punya mulut itu jangan asal mangap, oh iya, apakah tante sudah bayar uang arisan yang tante belanjakan?


sepertinya belum deh, hanya sekedar saran. tinggalkan aja suami mu itu dan cari laki-laki yang lebih kaya raya seperti yang sudah-sudah kamu lakukan."


"jaga mulutmu kotor mu itu, kamu seperti kacang lupa akan kulitnya.


Sudah di besarkan dan menjadi perempuan ****** seperti ini, malu aku melihat mu Lusi.


"eh perempuan primitif, perempuan ****** itu adalah kau dan putri mu.


Masih kelas SMP tapi sudah diantar pulang sama om-om sementara kau menggoda suami orang."


"kurang ajar kamu ya...."


sttttt..........


Lusi menyuruh perempuan itu diam lalu dirinya manarik napas dan.....


"perhatian.... perhatian.....


Perkenalkan wanita penipu ini, namanya Rana. orang yang suka menipu orang lain dengan cara arisan atau jula-jula.


Bapak-ibu sekalian, wanita ini sudah banyak menipu orang lain....."


prak.....prak..... bram......


Tiba-tiba saja dua orang perempuan yang seusia nya datang dan menendang perempuan yang bernama Rana itu.


Tersungkur hingga terpental ke tempat jualan orang dan tidak henti-hentinya melakukan nya dan terlihat perempuan itu sudah babak belur karena pukulan dan tendangan dari dua perempuan paru baya itu.

__ADS_1


__ADS_2